COVID-19 Ancam Renault & Nissan, Mulai PHK Hingga Resiko kebangkrutan

COVID-19 Ancam Renault & Nissan, Mulai PHK Hingga Resiko kebangkrutan
0  komentar

AutonetMagz.com – Pandemi COVID-19 sudah berjalan hampir setengah tahun di muka bumi ini, dan sudah ada banyak dampak yang terlihat di berbagai sektor. Dan sekali lagi, kami mengigatkan bahwa otomotif adalah salah satu sektor paling terpukul dengan adanya pandemi ini. Kali ini kami akan membahas mengenai dua merk yang cukup dikenal, dimana keduanya terancam dengan adanya pandemi ini. Keduanya adalah Nissan dan Renault.

Bruno Le Maire

Yap, dua merk yang berada dalam satu aliansi ini memang sedang tidak baik – baik saja. Beberapa tahun terakhir bak menjadi mimpi buruk bagi keduanya. Mulai dari skandal Carlos Ghosn, penurunan penjualan, perang dagang, hingga COVID-19 nampak membuat keduanya cukup babak belur. Mengutip informasi via Reuters, ada beberapa kabar kurang menyenangkan mengenai keduanya. Pertama, untuk Renault, ada pernyataan yang menghebohkan muncul dari Menteri Finansial Perancis, Bruno Le Maire. Le Maire menyebutkan pada Europe 1 Radio bahwa Renault bisa saja menghilang, alias bangkrut.

Pihak Renault sendiri enggan berkomentar terhadap pernyataan dari Le Maire. Le Maire menambahkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk memberi pinjaman sebesar 5 Miliar Euro untuk Renault sehingga bisa melewati krisis ini dengan baik. Le Maire juga menambahkan bahwa pabrik perakitan Renault di Flins tidak perlu ditutup sehingga lapangan pekerjaan di Perancis tidak berkurang. Hanya saja, Renault harus bisa beradaptasi dengan kondisi ini dan menjadi lebih kompetitif. Sedangkan kedua, ada Nissan yang dikabarkan akan melakukan PHK pada 20.000 orang karyawan mereka secara global.

Generated by pixel @ 2020-04-17T01:12:17.512561

Angka 20 ribu karyawan tersebut didominasi dari pasar Eropa dan juga beberapa negara berkembang. Sumber menyebutkan bahwa angka 20 ribu masih belum angka final, namun kabar ini cukup masuk akal dengan beberapa kabar yang sudah beredar seperti hengkangnya Nissan dari pasar Eropa. Tahun lalu, Nissan sudah mengurangi 12.500 karyawan, dan jika ditambah 20.000 karyawan lagi maka jumlah karyawan akan sama dengan masa krisis di 2009. Sama seperti Renault, pihak Nissan juga tidak berkomentar terkait rumor ini. Yang jelas, nampaknya COVID-19 memperburuk kondisi dari aliansi ini.

Nah, namun kita patut mengingat bahwa ini masih sekedar pendapat dan rumor. Kami sendiri berharap aliansi ini bisa tetap solid dan terus menjaga satu sama lain guna melewati kondisi pandemi ini. Toh baik Renault, Nissan maupun Mitsubishi memiliki produk – produk menarik, dan tak sedikit yang menghiasi pasar otomotif Indonesia. Jadi, apa tanggapan kalian?

Read Prev:
Read Next: