Test Drive All New Mitsubishi Pajero Sport Dakar: Tenaga Besar Untuk Libas Tanjakan!

by  in Mitsubishi&Mobil Baru&Review
Test Drive All New Mitsubishi Pajero Sport Dakar: Tenaga Besar Untuk Libas Tanjakan!
0  komentar

Bali, AutonetMagz – AutonetMagz mendapatkan kesempatan untuk melakukan test drive Mitsubishi Pajero Sport Dakar terbaru ke pulau dewata bersama 20-an media lainnya. Mitsubishi mengundang kami untuk mencoba mobil baru mereka selama 3 hari 2 malam dengan itinerary yang sudah mereka siapkan.

Sebelumnya, please grab a popcorn first, karena tulisan ini akan menjadi tulisan yang sangat panjang.

Kami juga pernah membuat first impression review Pajero Sport terbaru di kedua artikel ini:
First Impression Review Mitsubishi All New Pajero Sport Indonesia, Part 1 : Eksterior
First Impression Review Mitsubishi All New Pajero Sport Indonesia, Part 2 : Interior

Get in car

Mitsubishi-Pajero-Sport-Dakar-Airport

Tiba di bandara, kami langsung dibagi menjadi 7 team, 1 team berisi 4 orang peserta dan saya masuk ke dalam grup ke-6 menggunakan Pajero Sport Dakar berwarna silver. Masuk ke dalam bangku baris kedua mobil, saya pikir awalnya mesin mobil dalam keadaan mati, ternyata tidak, mesin baru Pajero Sport ini getaran dan suara mesinnya sangat halus untuk ukuran mobil diesel, sepertinya mesin baru Pajero Sport Dakar merupakan terhalus dibandingkan rivalnya seperti Toyota Fortuner atau Isuzu MU-X.

Pertama kali, giliran wartawan lain menyetir mobil ini dan saya duduk di bangku baris kedua Pajero Sport. Jadi mari kita bahas saat berada di posisi penumpang. Pajero Sport baru ini memiliki ruang kabin baris kedua yang jauh lebih lega dibandingkan dengan Pajero Sport model sebelumnya, ia lebih lebar, kursinya lebih besar, nyaman, legroom melimpah dan headroomnya juga lebih dari cukup. Sayangnya kursi baris kedua Pajero Sport terbaru tidak bisa diatur secara sliding meskipun memiliki pengaturan reclining yang sangat luas. Tapi untuk kursi baris kedua dan ketiga mobil ini kami rasa cukup luas dibandingkan kompetitor. Mitsubishi memberikan improvement besar pada kelegaan kabin.

Selain kursinya nyaman, suspensi Mitsubishi Pajero Sport terbaru memiliki karakter lebih lembut. Rasanya duduk di kursi belakang Pajero Sport seperti duduk di sebuah MPV semacam Mitsubishi Delica, Nissan Serena atau Mazda Biante dari segi kenyamanan suspensi. Hmm… SUV rasa MPV nih sepertinya, andai saja punya kursi captain seat, mungkin rasanya seperti MPV beneran. Peredaman suara luar di mobil ini juga membaik, meskipun tidak terlalu superior seperti sedan mewah.

Mitsubishi-Pajero-Sport-Dakar-Photography

Perjalanan pertama kami dari bandara langsung menuju ke Secret Garden Village yang terletak di Baturiti, perjalanan cukup jauh dengan jalanan lurus-lurus seperti Tol Cipali, hanya saja lebih sempit. Di jalan seperti ini, Mitsubishi Pajero Sport terasa mantap dan nyaman sekali digunakan, hal yang saya suka, di kecepatan tinggipun, suara angin dan ban mobil ini terasa minim.

Sampai di Secret Garden Village dan melihat proses pembuatan kosmetik dan kopi, kami melanjutkan perjalanan, saya masih tidak tahu kemana lagi kita akan pergi karena belum mengintip itinerary perjalanan, dan mulai dari sini saya memutuskan untuk mengendarai mobil nomor 6 tersebut. Menyalakan mesin mobil ini, semuanya terasa normal-normal saja, tekan push start stop button, dan mesin menyala dengan suara dan getaran yang halus, padahal dalam keadaan idle, mesin mobil ini bekerja di sekitar Rpm 700, ini merupakan Rpm yang sangat rendah dan rentan sekali terjadinya getaran mesin, uniknya di Pajero Sport Dakar terasa normal-normal saja.

Tekan tuas electronic parking brake, maka rem tangan akan terlepas secara elektronik, terasa lebih aman karena untuk melepaskan rem tangan kita diwajibkan untuk menginjak pedal rem terlebih dahulu, begitupula dengan kekuatan rem tangan yang sudah diatur secara elektronik dan lebih kuat dibandingkan rem tangan biasa yang kadang suka kurang mencengkram karena kita kurang bertenaga saat menariknya.

Electronic-Parking-Brake-Button-Mitsubishi-Pajero-Sport-Dakar

Duduk di bangku pengemudi Pajero Sport ini terasa sangat nyaman, dia empuk, besar dan memiliki kontur yang mengutamakan kenyamanan untuk long distance relationship driving, tidak sulit untuk menemukan posisi duduk yang pas di mobil ini karena memiliki banyak pengaturan mulai dari kursi, setir hingga seatbelt. Speedometer Mitsubishi Pajero Sport sekarang punya layar MID besar seperti milik Outlander Sport, desainnya tidak begitu atraktif, tapi sudah cukup dan menampilkan informasi yang jelas. Setir mobil ini terlihat mewah, futuristik dan nyaman digenggam, sayangnya karena tidak dilengkapi dengan cruise control, sehingga bagian kanan setir jadi terasa sepi.

Salah satu bagian yang kami suka pada mobil ini ada pada paddle shifternya yang terbuat dari bahan magnesium, dan paddle shifter ini tidak ikut berbelok saat setir dibelokan, rasanya pas dan mudah sekali digunakan. Soal dashboard, memang dashboard mobil ini tidak begitu superior dan terasa kurang mewah, terutama pada penggunaan panel kayu yang tidak cocok sama sekali. Desain dashboardnya sebenarnya merupakan improvement jika dibandingkan dengan model sebelumnya, apalagi model high console di mobil ini membuatnya terasa nyaman digunakan dan desain tuas transmisi terasa futuristik, console box tengah mobil ini bisa digunakan menjadi arm rest dan mobil ini sudah memiliki AC Dual Zone yang sangat dingin khas Mitsubishi. Materialnya menggunakan plastik yang bagus dengan fit and finish yang rapi, sayangnya tidak ditemukan material soft touch di Pajero Sport terbaru untuk memberikan kesan lebih mewah lagi.

Pajero-Sport-Dakar-Indonesia-Interior

Soal mesin, Pajero Sport Dakar menggunakan mesin baru dengan kode 4N15 berkapasitas 2.400 cc 4 silinder yang terbuat dari blok alumunium agar lebih ringan, penggunaan Variable Geometry Turbo di mobil ini menghasilkan tenaga 181 Ps pada 3.500 Rpm dan 430 Nm pada 2.500 Rpm. Bagian terbaik dari mobil ini bukan pada mesinnya menurut kami, tapi ada pada transmisi 8 percepatan terbaru yang memiliki rasio lebih rapat dan cocok sekali digunakan untuk mesin diesel mengingat mesin diesel memiliki putaran mesin lebih rendah dibanding bensin. Apalagi redline mesin baru ini hanya sampai 4.000 Rpm saja.

Melanjutkan perjalanan dari Secret Garden Village ke tempat selanjutnya ternyata lebih jauh dari yang saya duga, ternyata kami harus melewati jalan menanjak, menurun dan berkelok karena melalui Buleleng, Gitgit hingga ke arah Sukaraja. Mesin Pajero Sport terbaru ini rasanya kurang ajar menurut saya, pasalnya saya melewati banyak tanjakan yang cukup ekstrim menggunakan mobil ini, tapi mesinnya masih terasa santai menanjak di Rpm 1.000 hingga 2.500, jarang sekali mesin mobil ini bekerja di Rpm 3.000 lebih kecuali saya membejek gas dan menurunkan transmisi secara manual.

Dalam hal nanjak-menanjak, Pajero Sport Dakar terbaru memiliki tenaga yang melimpah dan tidak perlu diragukan lagi, karakter dari transmisi ini juga seakan-akan mengaminkan hal tersebut, transmisi Pajero Sport Dakar lebih mengutamakan efisiensi bahan bakar dengan membiarkan mesin bekerja di putaran Rpm rendah, namun untuk gigi 7 hingga 8 keatas rasanya rasionya terlalu tinggi, karena di satu kesempatan saya berjalan 80-90 kilometer perjam, transmisi masih enggan untuk membiarkan saya maju lagi ke gigi 7 secara manual.

Handling-Mitsubishi-Pajero-Sport-Dakar

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, suspensi mobil ini dibuat lebih empuk dan nyaman seperti sebuah MPV, body roll juga lebih terasa dibandingkan dengan model sebelumnya, tetapi steeringnya terasa lebih mantap dan memiliki feedback lebih baik. Satu hal yang kami sangat suka dari mobil ini ada pada radius putarnya yang kini jauh lebih baik dengan 5.6 meter saja atau terkecil di kelasnya, padahal mobil ini punya panjang nyaris 4.8 meter.

Dengan suspensi yang lebih empuk, tentu saja body rollnya lebih terasa, menurut saya untuk mobil dengan suspensi se-empuk ini, body rollnya masih masuk ke dalam kategori baik, maksud kami dibandingkan dengan Innova atau MPV besar lainnya, body roll Pajero Sport terasa masih lebih baik, namun brake dive dari mobil ini masih sangat terasa seperti Innova terbaru. Melewati jalan berliku dengan tikungan-tikungan yang sangat tajam bisa dibilang no complain baik untuk pengemudi dan penumpang di Pajero Sport terbaru ini.

Mitsubishi-pajero-sport-dakar-konvoy-test-drive-bali

Hal baik lainnya, mobil ini sudah dibekali dengan Active Stability Control yang sudah menjadi standar wajib di 3 benua, apalagi dengan badan sebesar ini, rasanya ASC adalah perangkat wajib. Hill Start Assist dan Traction Control pun juga sudah disematkan di Pajero Sport Dakar. Informasi baik lagi, Mitsubishi tidak malu-malu untuk mengatakan pada website mereka bahwa bobot Pajero Sport Dakar sebesar 1.935 kilogram, atau nyaris 2 Ton. tapi, bobot ini merupakan bobot yang sama dengan Pajero Sport Dakar model sebelumnya yang memiliki bobot 1.935 kilogram juga. Nah, kok bisa bodi makin besar tapi bobot tetap sama? Rahasianya ada pada penggunaan mesin alumunium dan transmisi baru yang lebih ringan masbro.

Setelah melewati jalan yang berliku dan menempuh perjalanan lebih satu jam, akhirnya kami tiba salah satu pom bensin di Sukaraja, karena menurut guide masih panjang dan bisa mencapai 2 jam lagi, saya memutuskan untuk duduk di bangku baris kedua dan tidur sepanjang perjalanan. Pokoknya tau-tau sudah sampai di Octagon Menjangan Taman Nasional Bali Barat saja.

Mitsubishi-Pajero-Sport-Dakar-Forest

Sepulangnya dari Octagon di malam hari menuju hotel, ada hal unik yang saya temukan di perjalanan ini. Secara tiba-tiba KTB Mitsubishi mengajak para rombongan untuk memberhentikan mobil di tengah hutan, iya di tengah hutan, tujuannya untuk mengambil foto Signature Lamp Pajero Sport terbaru yang menurut Mitsubishi terlihat cantik di malam hari. Dan foto saya masuk menjadi salah satu juara berkat lampu belakang Pajero Sport di acara ini, hahaha….

Dari Octagon ke Naya Gawana Hotel Bali Barat, rupanya medan jalan yang kami tempuh merupakan jalan off road berbatu yang cukup hancur, saya pun heran kok bisa-bisanya tertidur ketika melewati jalanan seperti itu. Ketika membahas tentang jalan, salah satu wartawan lain yang bersama saya di dalam mobil sempat nyeletuk, “Makanya tadi kita semua bingung, kok bisa-bisanya ini anak tidur jalanannya begini, mana turbonya bunyi lagi (baca: ngorok). Wkwkwkwk….

Mitsubishi-Pajero-Sport-Dakar-Signature-Lamp

Hari kedua

Di hari kedua, semua grup diharuskan maju satu angka agar bisa bertukar mobil dengan mobil lainnya. Kami mendapatkan mobil nomor 5 yang berwujud Pajero Sport Dakar warna putih, IMHO, warna silver merupakan warna sempurna untuk Pajero Sport terbaru. Rasanya? Sama persis seperti mobil nomor 6 yang kami coba sebelumnya.

Berangkat dari hotel, lagi-lagi saya duduk di bangku baris kedua dan menjadi boss di belakang sambil menikmati audionya. Di mobil ini ada sebuah flashdisk yang tertinggal atau sengaja ditinggal, playlistnya cukup absurd mulai dari Ed Sheeran sampai Chicago yang berbeda sampai 2 generasi. Yang membuat gempar, di dalam flashdisk tersebut ada musik Ora Minggir Tabrak dari Kill the DJ x Libertaria atau dugem Jawa yang muncul di film AADC 2. Kayaknya ini flashdisk punya Mitsubishi deh.

Ngomongin soal musik, head unit Pajero Sport Dakar ini rasanya masih sama seperti Pajero Sport Dakar model sebelumnya, suara bassnya terbilang cukup, treble dan middlenya juga oke punya. Tanpa upgrade audio-pun rasanya sound quality dari Pajero Sport Dakar sudah lebih dari cukup. Head unitnya menggunakan Clarion 6.5 inch touchscreen yang memiliki koneksi Bluetooth, USB, AUX dan DVD Player, GPS Navigasi juga sudah disematkan di mobil ini. Kini ada rear parking camera, dan untuk varian 4×4, kita mendapatkan multi around view camera seperti bird eye view Nissan X-Trail.

Head-Unit-Clarion-Pajero-Sport-Dakar

Setelah melewati jalan yang cukup jauh, akhirnya kita sampai juga di Pom Bensin Sukaraja dimana pada hari pertama saya berganti mengemudi, kini giliran saya mengemudi kembali untuk menjajal si putih. Kali ini saya agak sedikit nakal dan beberapa kali menginjak pedal gas lebih dalam, gunakan mode manual, dan beberapa kali saya over revving karena telat mengganti gigi. Hal ini disebabkan suara mesin Pajero Sport Dakar yang cenderung kalem di Rpm tinggi, sehingga siapa saja pasti mengira mobil ini masih belum waktunya berpindah gigi. Meskipun transmisinya halus, ketika menginjak gas secara spontan, mesin ini mampu memberikan rasa jambakan yang cukup kuat, rasanya seperti dijambak mantan yang memergoki kita selingkuh dengan cowok cewek lain.

Dari sisi pengereman, mobil ini terasa lebih pakem berkat penggunaan 4 buah rem cakram, tapi dari sisi pedal feel, feeling pedal rem Pajero Sport Dakar terdahulu rasanya lebih enak dan empuk, yang ini sedikit lebih sensitif namun masih oke. Setelah puas mencoba akselerasi jarak pendek, saya pun calm down lagi mengingat ada penumpang lain di dalam mobil. Saya berusaha membawa mobil sehalus mungkin sampai mereka semua tertidur pulas, kali ini akhirnya suara turbo-turbo lainnya saling bersahutan di dalam mobil. Keren nih, baru pertama kali naik mobil Quad-Turbo, satu turbo di mesin, 3 turbo lainnya penumpang yang ngorok. Wkwkwk….

Driving-Mitsubishi-Pajero-Sport-Dakar

Ngomong-ngomong soal turbo, mesin Pajero Sport Dakar baru ini tidak memiliki siulan turbo seperti mesin 4D56 yang lama, buat kamu yang merindukan suara turbo, di mobil ini nyaris sama sekali tak terdengar.

Day 3

Hari ini saya sama sekali tidak mengemudi, full menikmati di bangku belakang. Perjalanan dari Sanur dan mampir-mampir sebentar di beberapa tempat sebelum ke bandara terasa cukup jauh juga. Disini kami berkesempatan melewati Tol Bali Mandara sebelum menuju airport, tapi sayang, lagi-lagi kami tidak bisa menggeber mobil dalam-dalam untuk menguji performa mobil ini diatas 100 kilometer perjam.

Speedometer-Pajero-Sport-Dakar-2017

Jika melihat Google Maps, jarak dari bandara ke Octagon Bali Barat melalui Singaraja sekitar 151 kilometer, PP 302 kilometer. Dengan perjalanan ke tempat-tempat wisata lain dan beberapa kali mobil dinyalakan di posisi idle, mungkin rute perjalanan total mobil-mobil kami sudah menempuh lebih dari 350 kilometer. Kami sangat senang melihat indikator BBM mobil ini masih berada di antara 1/2 dan 3/4, padahal kami sudah melalui jalan menanjak dan menggeber performa mesin mobil ini. Mitsubishi mengclaim mobil ini lebih irit 17% dan memiliki konsumsi BBM kombinasi 12.5 kilometer perliter, terserah mau percaya atau tidak karena baru-baru ini Mitsubishi terkena kasus skandal konsumsi BBM, tapi untuk mobil dengan tangki bahan bakar sebesar 68 liter dan sudah dipakai menempuh jarak yang amat panjang selama 3 hari berturut-turut tanpa melakukan refuelling, saya rasa mobil ini sangat irit mengingat tidak sampai menghabiskan setengah tangki BBM.

Kesimpulan

Test-Drive-Mitsubishi-Pajero-Sport-Dakar-by-AutonetMAgz

Sebelumnya, saya dan keluarga sudah lama menggunakan Pajero Sport, dan mobil ini merupakan mobil favorit kami untuk digunakan keluar kota, saya pernah membawa mobil ini ke Bromo dan Lampung solo driving dan merasa sangat nyaman dengan Pajero Sport model sebelumnya. Jika konsumen Pajero Sport Dakar merupakan orang-orang seperti keluarga saya yang menjadikan mobil ini sebagai mobil keluarga untuk perjalanan jauh, maka improvement yang dilakukan oleh Mitsubishi sudah sangat tepat, ia dibuat lebih bertenaga, lebih irit, lebih nyaman, pengendaliannya lebih mantap, kabin lebih lega, sedikit lebih canggih dan mewah. Seandainya mobil ini memiliki interior yang lebih mewah, bentuk belakang yang lebih mudah dicerna dan punya perangkat active safety yang sama canggihnya seperti model Thailand dan Australia, mobil ini akan lebih value for money lagi.Mitsubishi-Pajero-Sport-Rear-End-Signature-Lamp-Photos

Secara overall, Pajero Sport Dakar adalah mobil yang memuaskan untuk anda yang mencair SUV 7 seater yang nyaman untuk digunakan keluarga anda jalan-jalan atau mudik lebaran. Hingga saat ini, Mitsubishi mengatakan bahwa mereka sudah mendapatkan lebih dari 9.000 Spk sejak pertama kali mobil ini diluncurkan. Oh iya, KTB Mitsubishi juga berjanji untuk meminjamkan kami unit Pajero Sport untuk di review, jadi subscribe ke channel Youtube kami yah untuk review Pajero Sport dalam format video.

Baca juga spesifikasi lengkap Pajero Sport disini: Bedah Fitur New Pajero Sport 2016 Indonesia

What we like
– Mesin dan transmisi sangat bagus dan halus
– Kabin lebih lega
– Suspensi lebih nyaman
– Active safety
– Radius putar

We don’t
– Bentuk belakang
– Dashboard
– Brake dive

Read Prev:
Read Next:
  • hardiyanto agustinus

    Nice review gann,,suka gaya ceritanya yg mengalir sambil nyritain mobil,,,,usul di revjew mobilnya nanti tunjukkin kemmapuan 4whel drivenya pasportnya gan,,,dibanding 2 wheeldrivenya gmana saat jalan menanjak….trims

    • kalau dapet yg 4wd ya

      • Andy

        Musti cobain 2 ban ngegantung ya gan. Untuk lihat sensitivitas dan respon traction controlnya. Lalu buka pintu juga untuk tes rigiditas sasisnya.

        • Darius

          responnya bagus kok. malah reviewer2 aussie banyak yg memuji kemampuan ni boil di offroad…dan kalo mau bukti banyak kok videonya di youtube..car advice juga ada reviewnya

          • Andy

            Ane udah nonton yg dari CarAdvice kok gan. Cuma kan supaya lebih lengkap tesnya kalau dapat ntu unit 😀

  • Levy Pillar

    Wah sayang ya interiornya ga sebagus fortie kalo facelift semoga biar dibagusin interiornya biar fortienya dibagusin sama TAM xixixi

    • japa

      KTB kali gann..

  • Reynaldi Sutrisno

    Asli ilfeel sama lampu belakangnya..
    Padahal design pinggir dan depan udah ok banget

  • Satria Astawan

    Weleeh kenapa gak ngasi tau kalo bakal ke bali ya :'(

  • rs

    Good job autonetmagz!! Review yang menarik….sebenarnya saya juga lebih suka sama pajero sport dakar dibandingkan fortuner vrz karena fitur dan kenyamanannya dan kelihatannya pas untuk keluarga saya..tapi sayangnya saya gak mampu beli pajero sport…cuma bisa beli grand livina xv cvt….

  • Yanu

    Sore agan2 yg budiman,
    Maaf mau tanya Mas Ridwan,
    Disebutkan dalam artikel tersebut Pajero Sport Dakar tidak ada rear parking camera?
    Padahal jika saya ingin parkir ANPS Dakar, kemudian tuas saya tarik ke posisi R, kemudian di HUD muncul tampilan buritan mobil untuk melihat posisi parkir atau ada tampilan dari kamera belakang.
    Atau mungkin saya yang kurang paham mengenai maksud dari kamera belakang ini ya?
    Terima kasih udh mereview ANPS ya, semoga Autonetmagz tetep menjadi media yg dapat memberikan pencerahan bagi kami semua.

    • Sewaktu mencoba kemarin di Bali seingat saya tidak ada, begitupula di website tidak ada penjelasan tentang kamera mundur. Tapi nanti saya coba cek lagi ya bro, thanks masukannya 🙂

      • Yanu

        Sippp, OK Mas…
        Makasih ya.

      • Ismail Fikri

        ada kok mas ridwan saya inget banget waktu TD pas ANPS msh kinyis kinyis

  • Andy

    Tapi itu serius ga ada rear camera?
    Ane punya yang tahun 2012 udah ada, bawaan lagi. Kok gitu ya?

  • Jonathan Kevin

    ha? gk ada kamera belakang? kok punya saya ada?

    • Kayanya gua yang salah nih, nanti diganti ya

      • Jonathan Kevin

        sipp

  • Revaldi

    gan, mau tanya kok bisa pas idle RPMnya cuma di 700?? yg normal kan 900 ya? apa gara2 kompresi mesin yg lebih rendah? cuma 15,5 :1? atau gara2 MIVECnya?

    • Nggak tau juga, kemarin liat speedo rendah banget idlenya, makanya gua tulis disini

      • Andy

        ACnya idup ga tu?
        Jempol sih kalau dalam keadaan idup.

        • Jeff

          mungkin aja ini memang keunikan mesin ANPS daripada mesin lain…gw aja kaget waktu TD, pas nyalain mesin suaranya gk kedengeran sama sekali kalo nggk pasang telinga baik2…hmm inilah yg namanya diesel modern

  • Jeem

    Waah unik yah review sambil cerita jalan2 sampai ane bayangin ane yang di dalem Mobil kayanya bahagia ?

  • Raymond Purnomo

    intinya mobil ini jauh lebih berkualitas kan dr merk sebelah kan? hmm…dengerin bagian dr kisah hidup bro hanif selama 3 hari 2 malam bikin gw jadi pengen beli ni mobilll :))) apa daya kantong masih bolong hahaha

  • zul ari

    Jadi kepengen pajero anyar…tapi sayang kredit mobil lama masih jalan ?

  • Mas Bejo Wakwaw (penerus Bejo)

    Sayang banget yah, model belakangnya itu tetep kurang bisa dicerna mata saya, emang pake spoiler mendingan, tpi kok kyknya amat sangat menjanggal bgt yah… Padahal klo kt bang ridwan semuanya bagus… Kyknya mesti solat minta petunjuk dulu nih…. Wkwkw

    • Astaga

      butuh pembiasaan sih..ane aja udh biasa, soalnya di jalan udh banyak berkeliaran..IMHO kalo gk pake spoiler jadi rada botak,tapi kalo pake spoiler udh bagus sih menurut gw, dulu gw juga bilang lampu ANPS jelek soalnya baru pertama ngeliat model lampu seaneh ini, ntar kalo udh lama juga biasa

  • japa

    bang itu suara turbonya ga kedengeran emang karna mesin turbo atau karna kesenyapan kabinnya sehingga ga sampe ke dalam suaranya bang?

    • Ferdinand

      dari luar kedengeran kok…pas idle aja kedengeran ada bunyi nyaring turbo

  • sony

    semua mobil tesnya ANPS dakar semua ya ? ato ada yang exceed juga ?

    • Indra

      Ada, tuh yg warna abu-abu

  • Ardhi putra

    Kami merindukan new everest 🙁

  • Jemy Lorasponelsar

    Review ente mantap bro,ga ada yng ditutup tutupi,tetap apa adanya selalu ya!

  • rudi

    compare dengan ford everest dong mas ridwan

  • Levi

    Fortie :

    + Mewah
    + Fitur power back door, lampu Bi-Beam LED, MID Multicolor, HU fitur lengkap
    + Interior – Eksterior oke
    + Aftersales plg bagus

    – Mesin kagak halus, power biasa, efisiensi emmm belum tau
    – Tanpa VSC dan rem cakram belakang
    – Akomodasi berkurang

    Pasport :

    + Mesin halus, powerfull, efisiensi (kalo betul 12.5km/l) cukup reasonable
    + Suspensi empuk, peredaman bagus
    + Rem cakram, ASTC, AC Dual Zone, Rem parkir electric, sun roof
    + Akomodasi oke

    – No spoiler belakang
    – Desain agak unik (kalo gakmau dibilang aneh)
    – Interior yg kelewat biasa
    – HU spt aftermarket

    IMHO Fortie bakal kalah kalo tetep pake spek yg skrg … Liat Pasport, power dapet, aman dapet, nyaman dapet. Orang beli SUV biar dpt gagah dan powernya

    Kalo fortie jargonnya cm canggih, irit (?), dan mewah + cakep, apa gak mending beli Innova aja ?

    Puyeng jg liat T*M bikin specnya fortie yg skrg, terlalu nekat buat lawan pasport ?

    Kalo ada yg punya info kira” harga OTR masing” brp ya ? Biar lbh tau yg lbh value for money siapa

    • Blackjack

      Daripada fortie… Malah malah menurut ane lebih worth Innova Q diesel sekalian, lbh luas, fitur lengkap….soalnya VRZ 4×2 itu kyj nanggung fiturnya

      • Levi

        Kalo ane mending V aja gan, bisa 8 seater ? kalo Q kan cm bs 7 seater

    • Shark Owner

      ANPS juga lampu deket sama jauhnya LED kok, cuma nggak ada penamaan khusus kayak di Fortie, MIDnya juga udah TFT Full Color dengan ukuran yg lebih besar dari OS.

      • Levi

        ANPS msh pake LED biasa kayak Innova Q gan, coba diamati, lampu jauhnya msh pake bohlam biasa, bukan 1 lampu kyk Fortie

        MID’nya Pasport emang multicolour, tp msh cakepan fortie kok gan MID’nya, lbh komplit jg

    • Always35

      Lumayan imbang sih, saling mengisi gitu jadinya… apa yg gak ada di anf ada di anps, tapi apa yang gak ada di anps ada di anf …

      • Levi

        Yg fatal itu kagak ada VSC dan peredamannya gan

        • Always35

          Itumah bukan fatal lagi, tapi udah “ter-la-lu” ?

    • Tala

      Om saya sering baca di media online kalo pajero sering kejadian terbalik di tol, apakah karena tenaganya yg besar tapi gampang limbung sehingga kurang cocok buat kecepatan tinggi tapi sangat bagus di offroad?

      • Levi

        Wah kurang tau ya, tp jalo yg baru ini kan ada ASTC, kagak tau msh limbung dan bs kebalik atau kagak

      • Wira

        Soal yg lama itu saya stuju kalo handling mmg kekurangan yg ckp fatal di pasport. Krn saya sdh coba sendiri, active safety mmg sdh mendukung tp handling gk mendukung. Jg krn konstruksi body yg jangkung & lbh ramping.
        Krn itu meski pasport powernya besar saya gk berani bawa kenceng2 terutama untuk nikung, lebih berani pake fortie

  • Penggemar Otomotif

    Mas ridwan dari segi kenyamanan enakan mana sma santa fe ? begitu pula dgn mesinnya halus mana ? klau dari performa jelas menang santa fe

    • Sporky

      Kalo kenyamanan sih teorinya menang santa fe krn casis monokok, kalo innova, pajero sport, fortuner kan pakai casis ladder frame yg masih turunan kendaraan niaga spt versi pick upnya.. Kenyamanan itu harus dicobain juga sbg penumpang yg duduk di baris2 belakangnya. Kenyamanan Santa Fe itu lebih cocok dibandingkan dg Captiva, X Trail, Sorento yg sama2 pakai casis monokok.

    • Levi

      Nyamannya nyaman Santa Fe kayaknya, tp kalo durability dan badaknya menang Pasport yg pake sasis ladder frame

  • Always35

    Populasi antara anps sama anf di jalan lumayan imbang yah, cuman belakangan ini sering liat anf tapi yg tipe G. Sodara aja ambil anf G akhirnya krn bosen ipah bensin mulu wkwk

    Dan soal lampu belakang~ silahkan komentar sesuai kata hati masing2 aja, karena kalo menurut ane lampunya kalo malam lebih mirip lampu bus malam macem jetbus hd2+, bingung mau dibilang unik atau aneh kalo saya wkwkwk

  • embercor

    Mobil impian bro apa daya dana cekak….iya bro tumben gambar nggak di WM..???

  • Tala

    Lagi menghayal andaikan mesin & transmisi passport dicangkokkan ke fortuner, ah sempurna sekali hehe

  • nusantara nusantara

    mas ridwan, maticnya klo down shift berasa ada engine brake gak?

  • Nara skie

    Bodykit thai buat anps aja udh bikin ngiler bet, fortie mah jauh dah ,kalah telek

  • Soni Darmawan

    Pantes Ahok pernah bilang lbh enak duduk di jok Pasport drpd bmw x6, padahal beda kelas & harga

  • Orthobullet

    Kabin lebih lega???
    Saya (172cm) masuk ke kabin dakar aja dah mentok kepala, baik di kursi pengemudi maupun baris kedua, legroom juga minim, dengkul dah mentok jok di depannya, bagasi juga sempit.
    Terus yg dimaksud kabin lebih lega itu dimananya?

    • Dewa Yudhi

      Gw tinggi 180 kok kaga mentok ya di kepala? Cuma waktu di baris kedua agak berasa jongkok krn lantainya cukup tinggi

      • Orthobullet

        Mungkin posisi joknya rebah, coba agak tegak, pasti mentok
        Yup, baris kedua berasa agak jongkok

        • Dewa Yudhi

          Seinget gw ga rebah & gak rendah ya, malah sempat gw set agak tinggi & tegak. Headroomnya lumayan kok cuma yaitu lantainya di 2nd row lumayan tinggi jadi berasa jongkok

    • Blackjack

      Saya 177 kok gak ada masalah ya duduk disitu? Kursinua pas lg tegak kali belum d atur

      • Orthobullet

        Iya bener, saya tes nya posisi agak tegak, karena sepengetahuan saya kalo tes headroom dan legroom idealnya posisi jok tegak/ agak tegak spy tidak bias, karena posisi mengemudi tiap orang beda2.
        Kalo posisi agak rebah (posisi nyaman menurut saya pribadi) di anps memang masih tersisa headroom walaupun minim ga sampe setengah jengkal

    • masa iya mentok? coba di test lagi….

      • Orthobullet

        Beneran mentok
        Yg saya test yang dakar 4×2
        Di jok kemudi headroom sempit bgt hanya tinggal setelapak tangan aja, padahal posisi jok sdh paling rendah.
        Di jok baris kedua malah kepala dah mentok

    • Rasidin eko

      Sy pake vrz udah 2 minggu ini bang, vrz rada sempit dibandingin dakar kakak sepupu ane, absolutely iya, tinggi ane 169 cm. Di dakar tuh rasanya lega aja, mau mondar mandir kyknya enak aja. Justru ane tanya, sempit darimana? Dibandingin apa? Ane bolak balik nyobain dua2nya. Tp kalo di vrz ane berasaaa bget atapnya rendah, jadi bawaannya sumpek abis, ga tau kalo um-um dan tante disini ngerasain gmn.
      Dua bulan ane pilih2, akhirnya ambil vrz knp, krn ngincer kingkong sm model blkg nya doang, knp gak dakar? Karna ane belum ngeklik body blkgnya aja.

      • Orthobullet

        Maaf, saya ga bandingin dengan mobil apapun, cuman pas tes ya memang begitu kondisinya, sempit.

  • Dewa Yudhi

    Singaraja kali bang bukan sukaraja

  • Wira

    Belum pernah coba yg versi baru sih. Overall this is a good SUV. Cuma bbrp saran aja soal lampu blkg itu mending bagian yg ditarik kebawah itu mending dihilangkan aja(sempat baca dibbrp media kalo menurut designernya untuk trademark katanya) selain itu juga dashboard & cluster yg masih keliatan terlalu kuno(untuk jaman skrg)

  • Robert

    Coba delica pakai mesin ini ya….

  • naryoko shop tokopedia

    all new pajero sport dakar 4×2 indonesia with auto cruise control