China Akan Hentikan Subsidi Mobil Elektrifikasi Tahun Ini!

China Akan Hentikan Subsidi Mobil Elektrifikasi Tahun Ini!
0  komentar

AutonetMagz.com – Sejumlah negara, baik negara maju maupun negara berkembang, kini sedang atau malah sudah merampungkang regulasi – regulasi khusus mengenai mobil elektrifikasi. Hal ini dilakukan karena mereka bak ingin berlomba satu sama lain untuk menjadi yang paling siap dengan ekosistem mobilisasi elektrifikasi. Alhasil, subsidi dan juga kemudahan diberikan bagi pabrikan, hingga konsumen kendaraan elektrifikasi. Namun, hal yang berbeda malah terjadi di China. Dimana Pemerintah China akan mengurangi subsidi untuk kendaraan dengan energi terbarukan di tahun 2022 ini, dan nantinya akan dihentikan penuh pada akhir tahun 2022. Ada apa? Yuk kita bahas.

Sudah Dikurangi Bertahap Sejak 2020

Jadi, dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya China telah memberikan subsidi khusus untuk mobil dengan energi terbarukan, dimana pastinya mobil elektrifikasi masuk di dalamnya. Nah, Kementerian Keuangan China merasa subsidi yang sudah diberikan bertahun – tahun tersebut telah cukup membantu penjualan, dan perlahan ingin dikurangi. Sebenarnya, keputusan tersebut sudah diberlakukan sejak tahun 2020 silam, dimana subsidi dipotong 10% dan tahun lalu subsidi dipotong 20%. Nah, di tahun 2022 ini, Pemerintah China akan memotong subsidi hingga 30%, dan diakhiri dengan penghentian subsidi tersebut pada akhir tahun 2022. Selain subsidi untuk kategory New Energy Vehicle (NEV), Pemerintah China juga akan memotong subsidi untuk angkutan umum sebesar 20% pada tahun 2022 ini. Selama ini, subsidi yang diberikan oleh Pemerintah China terbukti sukses untuk meningkatkan penjualan mobil elektrifikasi atau mobil NEV. Langkah serupa pun ditiru oleh sejumlah negara lain untuk mencapai tujuan yang sama.

Pemerintah China sendiri telah menetapkan target untuk tahun 2025, dimana pangsa pasar NEV bisa menyumbang sekitar 20% dari total penjualan mobil. Dan pada kenyataanya, mengacu pada Asosisasi Produsen Mobil di China, pasar NEV telah tumbuh sebesar 47% menjadi 5 juta unit per tahun pada tahun 2021 silam. Walaupun begitu, pengurangan dan penghapusan subsidi untuk segmen NEV sendiri dirasa masih sangat disayangkan. Salah satu pabrikan asli China yang terdaftar dalam program ini adalah NIO. NIO sendiri telah memberi informasi pada calon konsumen mereka, khususnya untuk NIO ES8, NIO ES6, dan NIO EC6 bahwa mereka harus membayar deposit sebelum tanggal 31 Maret 2022. Deposit ini digunakan untuk mengikat ‘manfaat’ berupa penggunaan tarif 2021 untuk mobil yang mereka beli. Deposit ini juga digunakan oleh NIO untuk menanggung biaya yang bertambah karena kebijakan baru di tahun 2022 tersebut. Lantas, seberapa besar sih subsidi Pemerintah China pada segmen NEV ini?

Batas Akhir 31 Desember 2022

Jika mengacu pada regulasi di tahun 2021 kemarin, khusus untuk mobil listrik murni dengan range berkendara 300 hingga 400 kilometer, maka ada subsidi sebesar 13.000 Yuan. Kalau dikurskan ke Rupiah, setara dengan 29 jutaan Rupiah. Kini, dengan adanya potongan, maka subsidi yang awalnya 13 ribu Yuan harus turun ke 9.100 Yuan atau setara 20,5 jutaan Rupiah. Tentunya sebuah angka yang lumayan. Nah, Pemerintah China pun sudah menetapkan, bagi konsumen yang masih ingin membeli mobil dengan subsidi tersebut, maka transaksi kendaraan harus dilakukan sebelum tanggal 31 Desember 2022. Secara rinci, transaksi yang dimaksud berlaku hingga terbitnya plat nomor kendaraan, bukan hanya tanda jadi saja. Hal yang sama juga berlaku di tahun 2021 kemarin untuk jumlah subsidi yang lebih besar. Lantas, bagaimana pasar NEV saat nantinya tak ada subsidi? Tentu kita belum bisa menebak. Namun, berkaca pada bulan Maret 2019 ketika Pemerintah China memotong subsidi secara besar – besar, pasar NEV pun langsung lesu.

Jadi, bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: