Bocoran Spesifikasi Chevrolet Trailblazer 2017 : Bertabur Fitur!

Bocoran Spesifikasi Chevrolet Trailblazer 2017 : Bertabur Fitur!
0  komentar

AutonetMagz.com – Anda sudah menonton AutonetMagz : The Series episode komparasi SUV ladder frame? Nah, di situ banyak yang bertanya kenapa Chevrolet Trailblazer tidak masuk. Alasannya, saat video itu dibuat, Chevrolet Indonesia sudah stop menjual Trailblazer yang lama, tidak seperti Ford yang biarpun ATPM nya sudah kabur, tapi jualan tetap jalan meski tertatih-tatih. Nah, berita terbarunya, Chevrolet Indonesia berencana menyerang lagi dengan All New Chevrolet Trailblazer yang pernah ditampilkan di GIIAS 2016 kemarin.

Sekarang, melalui seorang narasumber, kami sudah mendapatkan bocoran spesifikasi Chevrolet Trailblazer facelift 2017 yang siap diluncurkan dalam beberapa waktu ke depan. Mulai dari bocoran mesin dulu, yakni mesin 2.500 cc 4 silinder turbo diesel Duramax yang punya tenaga 180 PS dan torsi 440 Nm, disalurkan ke roda belakang via transmisi 6 percepatan otomatis. Untungnya, mode manualnya pakai tiptronic macam Chevy Captiva, bukan pencet-pencetan plus minus yang bodoh macam Chevrolet Trax atau Ford EcoSport.

Jika melihat dari bobot yang tercantum, yakni kisaran 2.013 kg, harusnya SUV Chevrolet ini rasanya beda tipis dengan Mitsubishi Pajero Sport Dakar meski transmisinya selisih 2 gigi. Masalah fitur, ini yang kami suka, karena ia menjanjikan kelengkapan yang jauh melebihi Pajero Sport, Fortuner dan MU-X serta tidak kalah komplit dengan Ford Everest. Sebelum menjelaskan apa saja fiturnya, kami harap semoga harganya bisa dijaga supaya tidak sesadis Everest yang sudah menyentuh angka 600 jutaan lebih untuk varian tertingginya.

Jadi, ada apa saja? Pertama, fitur keselamatan dulu. Chevrolet Trailblazer 2017 sudah punya fitur Rear Cross Traffic Alert, Side Blind Zone Alert, Lane Departure Warning dan Forward Collision Alert, hanya saja tanpa rem otomatis macam Mazda 2, tapi hanya alarm. Disebutkan, sistem Forward Collision Alert-nya aktif di kecepatan 40 km/jam, sedangkan Lane Departure Warning baru aktif di 60 km/jam. Ingat, hanya warning, jadi belum tentu setirnya bisa mengoreksi sendiri ke jalur yang benar macam Everest.

Berikutnya, jika SUV lain hanya bangga dengan Hill Start Assist, Chevrolet Trailblazer punya Hill Start Assist dan Hill Descent Control, jadi tak hanya terbantu di tanjakan, tapi juga di turunan. Berikutnya pemantau tekanan ban, kamera parkir dengan garis pemandu yang bisa belok dan stability control. Hmm…., andai sudah pakai Around View Monitor macam Isuzu MU-X Premiere, mungkin lebih jos, tapi untuk sementara ini okelah.

Hanya saja kami agak bingung, kenapa airbag yang tercantum hanya ada 3? Captiva dan Trax saja airbagnya lebih banyak dari itu lho, kok ini malah… Aneh sih, tapi semoga ini masih bisa diubah. Trailblazer juga tak punya projector lens dan lampunya masih halogen meski sudah pakai auto on/off, dan mungkin agak sedikit bikin “gimanaaaaa gitu” dibanding rival yang sudah projector dan LED. Andai pakai Xenon atau HID, mungkin jadi lebih mendingan. Wiper otomatis? Ada kok.

Di interior, Chevrolet Trailblazer menjanjikan bahan soft touch dan kulit di beberapa area dominan, tapi nanti lihat saja kalau mobilnya sudah meluncur. Pada head unit Chevrolet MyLink, Chevrolet kembali menyerang dengan konektivitas mumpuni macam Apple CarPlay dan Android Auto selain fasilitas mirroring gadget. Nah, yang begini tidak ada di rival. Jok pengemudi sudah elektrik, tapi sayang desain setirnya agak tidak nyambung dengan desain dashboard Trailblazer baru ini.

Berita baiknya, di setirnya banyak mainan seperti tombol untuk operasional telepon, mengatur audio, cruise control, voice command dan tombol Forward Collision Alert. Jok pengemudi sudah elektrik dengan pengaturan 6 arah, tapi tentu saja kalau bahas Trailblazer, kami jadi ingat MU-X yang posisi mengemudinya tinggi. Harusnya rasa duduknya sama saja antara kedua SUV ini. Lanjut lagi, spion tengah sudah elektrokromatik, bisa terang dan gelap sendiri.

Di samping jok kulit di tipe termahal (LTZ), Chevrolet Trailblazer punya kisi AC di plafon yang menyebar rata hingga baris ketiga, macam MU-X (lagi). Setirnya pakai power steering elektronik dengan speed sensing yang katanya bisa ringan di kecepatan rendah dan berat di kecepatan tinggi. Layaknya Honda Civic Turbo, tersedia remote engine start yang bisa menyalakan mobil dari jarak jauh. Lumayan kan dibanding Trailblazer lawas? Sunroof? Tidak ada.

Itulah sekelumit spek dan fitur Chevrolet Trailblazer baru 2017 versi Indonesia yang bisa kami sampaikan dulu saat ini, berhubung foto brosurnya juga agak buram.

Hingga detik ini, kami melihat Chevrolet Trailblazer ini sebagai ancaman yang serius bagi SUV ladder frame lain yang sudah eksis, tapi ancamannya bisa sirna apabila SUV yang potensial seperti ini dijual dengan banderol yang kemahalan oleh APM-nya, baik dibanding rival maupun dari segi apa yang didapat dari harga jualnya. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar.

Dibawah ini foto-foto bocoran brosur All New Chevrolet Trailblazer 2017 versi Indonesia.

Read Prev:
Read Next: