BMW Kurangi Coupe, Bangun Keintiman Dengan Toyota

by  in Berita&BMW&BMW
BMW Kurangi Coupe, Bangun Keintiman Dengan Toyota
0  komentar

AutonetMagz.com Masa depan pasar otomotif terkadang menjadi terlihat suram, khususnya dalam hal mobil sport yang emosional seperti model coupe dan model convertible. Yap, begitulah yang dirasakan oleh pabrikan mobil asal Jerman, BMW yang ingin mengurangi portofolio model mereka karena melihat semakin sedikit alasan untuk terus menjualnya.

Oliver Zipse selaku CEO BMW berbicara tentang model mana yang dapat dikurangi saat merek mobil asal Jerman tersebut mencoba merampingkan portofolionya. “Untuk jajaran model coupe, convertible dan roadsters, kami akan melihat apa yang bisa tersisa dari semua model itu” kata Oliver Zipse selama diskusi baru-baru ini dengan Automobilwoche Kongress Jerman.

Memang ini bukan pertama kalinya kita mendengar para eksekutif otomotif berbicara tentang mengurangi jajaran coupe, convertible, dan roadster mereka. Terlepas dari kecintaan kita pada otomotif, sebagai penggemar, sayangnya mobil-mobil semacam itu nampaknya tidak populer bagi sebagian kalangan orang. Kenapa begitu? Well, karena sebagian besar konsumen menginginkan model sedan, SUV, dan “coupe” empat pintu, seperti BMW Seri 4 Gran Coupe.

Jadi bisa dibilang, merek seperti BMW tidak melihat banyak alasan untuk berinvestasi lebih banyak pada coupe dua pintu dan mobil convertible jika para pelanggan mereka tidak ingin membelinya. Dalam diskusi yang sama, Zipse juga berbicara tentang keinginan untuk tidak hanya melanjutkan kemitraan BMW dengan Toyota, tetapi juga ingin mengembangkannya. Zipse sangat antusias ketika berbicara tentang kerjasama dengan merek raksasa otomotif Jepang pada proyek-proyek seperti sel bahan bakar hidrogen dan mobil sport. “Dalam dekade mendatang, kami akan melakukannya dengan baik untuk memperkuat obligasi,” ujar Zipse.

BMW dan Toyota telah bekerja sama dengan baik, dalam hal sel bahan bakar hidrogen, teknologi baterai, bahkan si kembar BMW Z4 dan Toyota Supra. Jadi sangat menggembirakan melihat kedua merek ini ingin melanjutkan kemitraan mereka. Semoga saja dari kerjasama tersebut diharapkan bisa lebih banyak menciptakan mobil-mobil hebat. Karena pada dekade berikutnya, akan menjadi dekade yang menarik tidak hanya bagi BMW, tetapi juga seluruh industri otomotif. Merek akan beralih dari mobil yang lebih emosional ke mobil yang lebih pragmatis, sembari berinvestasi pada sumber bahan bakar alternatif.

Jadi apa pendapat kalian nih? Tulis di kolom komentar ya. 

Read Prev:
Read Next: