Karena Skandal Efisiensi, Presiden Mitsubishi Mundur Dari Jabatannya

Karena Skandal Efisiensi, Presiden Mitsubishi Mundur Dari Jabatannya
0  komentar

AutonetMagz.com – Ingatkah saat kasus dieselgate Volkswagen mencuat ke publik? Saat itu yang memimpin adalah Martin Winterkorn, dan saat ketahuan serta menjadi polemik besar bagi VW Group, beliau langsung mengakui kesalahannya, meminta maaf, bertanggung jawab dengan melaksanakan recall besar-besaran dan langsung meninggalkan jabatannya, dan kini posisinya diganti oleh Mathias Muller dari Porsche.

Sekarang Mitsubishi yang mengalami kejadian yang mirip-mirip. Tetsuro Aikawa, bos Mitsubishi menyatakan akan mundur dari jabatannya karena merasa bertanggung jawab atas skandal kecurangan efisiensi BBM yang telah mencederai kehidupan perusahaan Mitsubishi Motors. “Saya harus mundur, jadi badan reformasi fundamental bisa masuk dan ambil bagian di departemen kendaraan,” kata Aikawa seperti dikutip TheWallStreetJournal.

mitsubishi lancer cedia rear

Keputusan ini sudah resmi, dan mulai berlaku efektif 24 Juni nanti, dan wakil presiden eksekutif Ryugo Nakao akan ikut bersamanya. Karena sekarang Nissan adalah pemilik Mitsubishi, Aikawa akan meminta Nissan supaya mengutus orang untuk mengambil alih kemudi Mitsubishi di departemen perancangan dan pembuatan mobil. Semoga ada orang yang ditempatkan di divisi mobil sport untuk meneruskan Evo.

Aikawa sendiri menampik keterlibatannya dalam skandal BBM ini, tapi toh faktanya ia tetap minta maaf dan bertanggung jawab. Hingga saat ini, dideteksi ada 9 mobil termasuk 4 kei car yang data efisiensinya dicurangi, dan ada 600 ribu mobil yang sudah beredar dengan data efisiensi BBM ngawur, termasuk mobil-mobil yang sudah diskontinyu. Entah itu termasuk Galant, Lancer, FTO, GTO dan Eclipse atau tidak.

Mitsubishi-outlander-2011

Tapi luar biasa besar ya budaya malu di Jepang dan Jerman sana. Salah sedikit, langsung mau ambil tanggung jawab dan bersedia mundur dari jabatannya, padahal prestise jabatan yang dihuni Winterkorn dan Aikawa kan luar biasa. Inginnya, kita di sini bisa mencontoh budaya malu tersebut, karena menunjukkan seberapa besar tanggung jawab kita dalam mengemban tugas. Yuk, mulai dari sekarang perbesar rasa tanggung jawab. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: