Toyota Kuasai 31,4% Marketshare Indonesia : Efek Raize & PPnBM

by  in Berita&Merek Mobil&Nasional
Toyota Kuasai 31,4% Marketshare Indonesia : Efek Raize & PPnBM
0  komentar

AutonetMagz.com – Sudah bukan rahasia lagi kalau Toyota adalah raja dari segmen passenger car di Indonesia, dan adanya pandemi di Indonesia ternyata tidak menggoyahkan tahta dari merk berlogo tripel elips ini. Memang, perwakilan Toyota tidak bisa mempertahankan posisi pertama dalam hal penjualan, namun mereka tetap menjual produk dengan jumlah yang masif. Itu juga berkat kedalaman line up Toyota di tanah air. Nah, kali ini mereka kembali melaporkan capaian penjualan dalam 5 bulan pertama tahun 2021. Dan hasilnya? Toyota Astra Motor (TAM) berhasil membukukan penjualan lebih dari 100 ribu unit, dan menguasai 31,4% marketshare di Indonesia. Mari kita bedah lebih lanjut.

Dominasi Pasar Indonesia, Berkat Raize & PPnBM

Capaian TAM dengan marketshare senilai 31,4% ini merupakan sebuah pertumbuhan yang positif. Kalau dibandingkan di periode yang sama tahun lalu, maka ada peningkatan sebesar 23,9%. Sementara di bulan Mei 2021 saja, Toyota berhasil mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 213,9% (year on year) dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Salah satu faktor terpenting dari capaian TAM ini adalah adanya relaksasi PPnBM, dan kehadiran Toyota Raize. Sejak diluncurkan hingga 14 Juni 2021, Toyota Raize membukukan total angka SPK sebanyak 6.179 unit. Sebuah angka yang jelas jauh diatas target bulanan yang hanya ada di angka 2.000 unit per bulannya. Kalau kita hitung secara efektif, sebenarnya penjualan Toyota Raize baru terhitung di bulan Mei saja, dan angkanya menunjukkan 3 kali lipat dari target.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy menjabarkan kondisi terkini dari Toyota Raize. “Inden yang cukup panjang ini disebabkan permintaan yang lebih besar secara total dari rencana awal Toyota karena antusiasme masyarakat yang sangat besar terhadap produk Raize, khususnya untuk model GR Sport, yang mengakibatkan inden menjadi lebih lama dibandingkan dengan model non GR Sport lainnya. Saat ini kami terus melakukan komunikasi intensif dengan manufacturing dan dealer agar pelanggan bisa segera berkendara dengan Toyota Raize termasuk dengan menambahkan alokasi produksi di beberapa bulan ke depan“, ujar Pak Anton. Secara rinci, Toyota Raize Tipe 1.0T GR Sport CVT membukukan SPK terbesar dengan total komposisi sebesar 57,4% dan type 1.0T GR Sport CVT TSS sebesar 25,7%. Kedua tipe ini menjadikan model GR Sport memiliki komposisi terbesar yaitu 83,1%. Sisanya adalah tipe G dengan dua opsi transmisi.

Usahakan Inden Lebih Pendek

Pak Anton juga menambahkan bahwa pihaknya kini sudah mengusahakan untuk menurunkan masa inden dari SUV kompak ini. Jika sebelumnya beredar kabar bahwa inden Toyota Raize mencapai 9 bulan, maka Pak Anton menepisnya dan menyatakan bahwa inden SUV mungil ini hanya 1 hinga 2 bulan saja. Varian two tone dengan atap hitam adalah varian yang masa tunggunya termasuk lama, apalagi untuk tipe GR Sport TSS. Respon positif terhadap Raize tidak hanya ditunjukkan oleh pelanggan di kota Jakarta saja. Melanjutkan launching yang dilaksanakan secara nasional, Raize juga sudah diperkenalkan melalui berbagai kegiatan di kota-kota lainnya seperti Semarang, Medan, Palembang, Surabaya, Balikpapan, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, dan Manado. Tentunya kabar ini menjadikan Toyota bisa tersenyum lebar, dan mengapungkan harapan bahwa penjualan di tahun ini bisa makin mendekati level normal sebelum pandemi.

Jadi, bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: