Audi Q2 dan A1 Akan Discontinue, Fokus Pada Model Flagship

Audi Q2 dan A1 Akan Discontinue, Fokus Pada Model Flagship
0  komentar

Autonetmagz.com – Audi A1 dan Audi Q2 tidak akan dilanjutkan lagi untuk model generasi berikutnya. Penghentian kedua model tersebut diungkapkan oleh CEO Audi, Markus Duesmann dalam sebuah wawancara dengan salah satu surat kabar Jerman Handelsblatt. Sebelumnya sudah ada kabar bahwa Audi A1 akan dipensiunkan setelah generasi sekarang. Hal itu karena peraturan emisi yang semakin ketat, dan biaya yang semakin mahal akan mempersulit pengembangan mesin dengan internal combustion untuk mobil berukuran kecil di masa depan.

Fokus pada Segmen Flagship

Kami telah memutuskan untuk tidak membangun lagi Audi A1, dan tidak akan ada model penerus dari Audi Q2 juga. Kami juga telah menyelaraskan kembali Audi sebagai merek premium. Kami akan membatasi rentang model kami di segmen bawah dan memperluasnya di segmen atas, ”kata chief Audi dalam Paultan.

Audi Q2 adalah model SUV terkecil di jajaran Audi. Crossover kompak tersebut memulai debutnya pada Maret 2016 dan sebentar lagi akan berusia enam tahun. Versi facelift-nya sendiri sudah dirilis pada September 2020 silam. Berbahan dasar platform MQB Grup VW, Audi Q2 adalah semacam supermini yang gengsinya terangkat, karena Audi Q3 adalah model dari empat cincin yang lebih tepat untuk bersaing dengan BMW X1 dan Mercedes-Benz GLA .

Audi Q2 merupakan Mobil SUV yang cukup kecil untuk pasar Eropa. Memang Audi Q2 ada versi dengan jarak sumbu roda yang lebih panjang 38mm di Cina . Pasar mobil terbesar di dunia tersebut juga mendapatkan Audi Q2 versi e-tron listrik dengan baterai 38 kWh dan jangkauan 265 km. Lalu ada juga model High-performance Audi SQ2 dengan torsi 300 PS/400 Nm dan memiliki figur akselerasi 0-100 km/jam di bawah lima detik.

Dirasa Kurang Menguntungkan

Bagaimana dengan Audi A1? Nama A1 sudah ada sejak 2010 dan hatchback kompak ini sekarang sudah memasuki generasi kedua yang memulai debutnya di 2018. Tersedia hanya dalam format lima pintu (gen pertama memiliki opsi tiga pintu). Karena peraturan emisi yang semakin ketat, membuatnya sangat mahal untuk mengembangkan mesin internal combustion untuk mobil yang lebih kecil di masa depan. Tentu saja, mobil kecil memiliki margin keuntungan yang lebih tipis sementara model kelas atas yang ingin difokuskan Audi menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar.

Kedua model ini tidak dipasarkan secara resmi di Indonesia. Apabila kalian pernah melihatnya di jalanan, bisa jadi mobil tersebut merupakan unit special order, eks-dagangan importir umum, atau milik kedutaan besar dari suatu negara. Bila kalian memilikinya, jangan buru-buru dijual, karena siapa tau harganya bisa tergoreng. Bagaimana menurut kalian? sampaikan di kolom komentar

Read Prev:
Read Next: