Akibat Regulasi Pemerintah, Lexus Terpaksa Menyunat Fitur Lampu Sein Canggih All New RX di Amerika!

Akibat Regulasi Pemerintah, Lexus Terpaksa Menyunat Fitur Lampu Sein Canggih All New RX di Amerika!
0  komentar
lexus-rx450h

AutonetMagz.com – Rupanya bukan hanya kita, orang Indonesia saja yang kesal dengan sunatan fitur yang sudah lama menjadi fakta memilukan setiap konsumen yang mengharapkan mobil full spec, apalagi kalau sunatannya banyak. Tapi di negara-negara lain pun ada juga hal semacam ini, bahkan hal sepele yang sepertinya tak begitu masalah saja bakal disunat kalau tak sesuai regulasi yang berlaku. Contohnya simple, lampu sein Lexus RX versi Amerika misalnya.

Pada kondisi standar, si SUV ganteng All New Lexus RX yang kemarin kita lihat di Gaikindo IIAS dilengkapi pijar lampu sein yang menyala dengan unik. Kalau lampu sein biasa, bohlamnya menyala semua saat diaktifkan dan berkedip normal, tapi di Lexus RX, prosesnya sangat cantik dan futuristik. Lampu sein akan menyala beurutan satu-satu dari sisi terdalam hingga terluar dan berulang-ulang seperti foto di bawah ini.

lampu sein lexus rx

Sayangnya, konsumen Lexus di Amerika terpaksa kehilangan lampu yang mekanisme nyalanya mirip dengan Audi R8 itu. Menurut Jalopnik, ia baru meneliti peraturan dari Departemen Federal Standar Keselamatan Kendaraan dan Perhubungan Amerika Serikat mengenai aturan lampu. Menurut file PDF yang ia baca, ukuran lampu sein minimal harus 2.200 mm2. Hello?

regulasi-lampu-sein-di-amerika-serikat

Perlu diketahui, 2.200 mm2 itu adalah standar minimal ukuran luas dari setiap segmen setiap bohlam LED yang menyala berturut-turut dalam satu baris. Karena Lexus tidak memenuhi regulasi tersebut saat diukur seberapa luas lampu sein yang menyala dalam satu baris, lampu sein LED nan futuristik ini harus dibuang dan digantikan dengan bohlam halogen biasa yang membosankan dan mengonsumsi lebih banyak energi.

Semoga di Indonesia lampu seinnya tidak ikut-ikutan disunat juga, apalagi kalau disunatnya karena terbentur dengan regulasi kendaraan bermotor kita yang sebenarnya sudah sangat ketinggalan zaman dan tidak relevan dengan perkembangan teknologi otomotif sekarang. Contoh gampangnya, masa mobil listrik dinyatakan tidak lulus uji komis… ehm, emisi?

lexus-rx350

Lalu kami sempat mendengar dari sesama rekan media otomotif kalau ada sebuah mobil yang terancam tidak lulus uji kelayakan karena tak punya ban serep standar (meski pada akhirnya bisa lolos juga). Aduh… Kalau ban standarnya sudah RFT ya memang begitu pak mobilnya, untuk menghemat bobot itu tujuannya. Apa pendapatmu mengenai regulasi-regulasi tersebut? Sampaikan di kolom komentar!

Photo credit : Jalopnik

Read Prev:
Read Next:
  • Budi

    Kalo di Indonesia – regulasi nya memang ga jelas, yang penting sogok’an (komisi) nya yg harus jelas – biar semua urusan bisa lancar, capee dehh… ?

  • tonoz

    Ada betulnya itu..lampu sein kyk begitu jd terkesan kyk lampu2 dibikin di toko accecories..kalau amerika emng benar mana yg disunat..pasti sdh diperhitungkan

    Kalau di kita yg disunat malah bikin bahaya..yaitu airbag dll…

    • farid

      airbag kalau disunat kosong di indo emang enggak,tapi yg paling parah airbag nya disunat jadi single airbag kaya merek korea,kia yg hobi sunat fitur,masa mobil yg seharusnya 7 airbag disunat semuanya hingga tersisa satu airbag untuk spek indo

  • farid

    kalau mobil ini masuk indonesia mungkin lampu sein secanggih itu kemungkinan gak disunat,karena gak ada aturan tentang itu,apalagi peraturan dan undang2 tentang kendaraan bermotor dan otomotif di indonesia sangat kudet jadi gak sesuai dgn perkembangan teknologi otomotif sekarang

  • Uki Apriyadi

    ah di sini anak alay pada copot mika rem,polisi nya cuek2 aja tuh…..,apa lagi yg kaya itu…pasti lolos.malah bisa2 jadi inspirasi buat modif……hehehehe

  • bukansales

    Emang suka sedih sambil geleng2 kepala kalo ngeliat regulasi kendaraan bermotor di indo gaada ban serep gaboleh padahal itu pembaruan teknologi buat ngurangin beban dan nambah space, mobil hybrid apalagi galolos uji emisi grgr gaada knalpot wkwkwk malah lcgc yang jelas jelas cuma buat nambah profit atpm yang dimurahin ngomongnya wajib pertamax etapi masukin premium enak enak aja tuh hahaha

  • Rafli Santosa

    waduh di Amerika aja nih fitur di ilangin apalagi indonesia. semoga aja nih mobil fullspek masuk di indo tahun depan

  • Criss Redfields

    @Hilsat, Regulasi itu penting buat keselamatan bersama. Jangan cuma gara2 kepengen keren kerenan malah membahayakan khalayak banyak mas Hiill. kalau menurut saya regulasi tentang lampu sein itu masih belum ketinggalan jaman kok, karena saya sering liat di jalan baik itu mobil atau motor pasang lampu “ALAY” seenaknya (contoh : lampu sein diganti jadi warna merah) nah itu bikin bingung pengemudi di belakang bisa bisa orang niat belok kanan krn lampu seinnya warna merah dikira cuma lampu belakang nyala nah yang belakang nyelonong aja belok kanan, akhirnya BRAAK…panjang deh urusan…

    Nah dalam konteks feature mobil diatas soal lampu seinnya, menurut pendapat pribadi saya masih belum tepat diterapkan di Indonesia jadi menurut saya WAJIB DISUNAT feature tersebut, mengingat kondisi dan karakter pengendara di Indonesia belum siap untuk mendapatkan feature tersebut (itu juga kalo mobil ini masuk Indonesia sih, eh udah masuk apa belum sih..? heheheh sori kalo kurang info). Trims info nya mas Hill semoga pendapat saya tidak menyinggung siapapun PISSS….V^_^

    • Hillarius Satrio

      ntaaappss… ya nggak maksud buat keren-kerenan juga sih, maksudnya gini lho, Jalopnik bilang ford mustang punya lampu kayak gini juga tapi bisa lolos regulasi karna luasnya lebih dari 2.200 mm, sedangkah si lexus nggak lolos karna kurang luas, jadi emang karna masalah luasnya aja sih, soal keren enggaknya gw serahkan ke pribadi masing-masing

      mobil ini masuk kok, yang doyan lexus rx banyak lho. anyway, makasih komennya, komen kayak gini yang gw suka

      • aku jadi inget waktu perusahaanku mau supply unit Light vehicle ke salah satu perusahaan tambang di kalimantan. kita sudah prep unit menggunakan high combination lamp yg model LED. ternyata tidak lulus comissioning dan di rekomndasikan diganti menggunakan combination lamp model lampu bohlam biasa. kita pikir agak aneh karena secara perhitungan nilai ANSI lumens dari LED yg kita pasang setara dengan tipe bohlam yang lebih makan listrik. tapi setelah di konfirmasi ulang ternyata memang yg tipe LED karena modelnya hanya 2 baris LED dari jarak 10 meter di medan berdebu hanya kelihatan kyk garis kecil saja. sementara dengan rumah lampu bohlam yang notabene reflektornya rada besaran visibilitynya lebih bagus (lebih terlihat dari jauh).

        • Hillarius Satrio

          jadi semua untuk masalah safety ya (biar keliatan dari jauh kalo nyala)