Sayonara Datsun : Sparepart Dijamin 10 Tahun Ke Depan

by  in Berita&Datsun&Merek Mobil
Sayonara Datsun : Sparepart Dijamin 10 Tahun Ke Depan
0  komentar

AutonetMagz.com – Sesuai dengan gosip yang sudah kita dengar dari penghujung tahun 2019, pihak Nissan Motor Indonesia (NMI) akhirnya menjatuhkan vonis mati pada merk satelit mereka, Datsun. Langkah ini diambil pasca pabrik operasional milik NMI di Indonesia sudah tidak lagi melaksanakan produksi seperti sebelumnya. Lantas, pasca Datsun disuntik mati di Indonesia, bagaimana dengan layanan yang bisa didapatkan oleh konsumen mereka? Mari kita kupas.

Mengutip informasi via laman otomotif Kompas, Hana Maharani, Head of Communication PT Nissan Motor Indonesia (NMI) menyebutkan bahwa pihaknya tetap terus berkomitmen untuk menyediakan layanan purnajual pada kendaraan lansiran Datsun. Baik layanan service, ketersediaan spareparts, hingga jaminan garansi sesuai dengan ketentuan akan dijamin oleh pihak NMI. Hana juga menambahkan bahwa konsumen Datsun tetap bisa melakukan layanan servis di bengkel – bengkel resmi milik Nissan seperti yang selama ini berjalan. Sedangkan ketersediaan sparepart sendiri dijamin selama 10 tahun ke depan pasca mobil berhenti diproduksi. Jadi, kasarnya sparepart dijamin tersedia hingga 2030.

Datsun sendiri sempat memberikan harapan baru kepada Nissan dan APM-nya di Indonesia pada tahun 2014 silam. Pada bulan Mei 2014 silamNissan Motor Indonesia resmi meluncurkan Datsun Go+ Panca yang merupakan sebuah mobil 5+2 seater dengan dimensi yang kompak dan masuk dalam skema LCGC. Kala itu, konsumen di Indonesia kesengsem dengan tawaran harga dan juga model dari mobil tersebut, walaupun secara build quality tergolong minor. Sedangkan di bulan September 2014, pihak NMI menambah line up dari Datsun di Indonesia dengan sosok Datsun Go Panca yang merupakan versi hatchback dari Datsun Go+ Panca.

Sayangnya, tahun 2016 Datsun harus menerima kehadiran rival baruyaitu Astra Daihatsu Sigra dan Astra Toyota Calya yang menawarkan opsi baru dalam segmen LCGC 3 baris. Pihak Datsun sendiri juga tergolong lambat dalam memberikan update berupa facelift ataupun penambahan varian otomatis untuk dua jagoan mereka. Versi facelift dengan tambahan transmisi CVT pun baru muncul di bulan Mei 2018 silam, atau hampir 2 tahun pasca kehadiran duet rivalnya. Di segmen LCGC 2 baris, Datsun Go Panca juga susah bersaing dengan Daihatsu Ayla, Toyota Agya, dan Honda Brio Satya yang terus diberikan pembaharuan. Datsun juga sempat mengadu nasib dengan memperkenalkan 2 produk non-LCGC.

Keduanya adalah Datsun Cross dan Datsun Go Live. Sayangnya, keduanya juga belum bisa mengatrol nama Datsun di Indonesia dan cap mobil LCGC yang sudah tergolong melekat. Padahal, keduanya memiliki fitur tambahan yang tidak ada di segmennya, seperti contohnya fitur VSC. Jadi, Sayounara Datsun, sampai berjumpa lagi. Kegagalan Datsun nampaknya menjadi koreksi bagi Nissan di pasar Indonesia. Semoga dengan ini, Nissan bisa menghadirkan produk yang jauh lebih ‘wah‘ di pasar Tanah Air, Nissan Kicks contohnya. Bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next:

Satria Katana Satu - satunya member AutonetMagz yang Domisili di Surabaya, dan punya Hobi Fotografi, Riding, & Kepo Informasi Dunia Otomotif | IG : @Satriakatana