Produksi Mobil di Indonesia Meningkat, Kemungkinan Besar Bisa Lampaui Thailand

by  in Berita&Nasional
Produksi Mobil di Indonesia Meningkat, Kemungkinan Besar Bisa Lampaui Thailand
0  komentar
Tanggapan Datsun Indonesia mengenai karat pada Datsun GO+

AutonetMagz.com – Kita semua tahu bahwa Thailand kini merajai industri perakitan mobil untuk regional ASEAN, dan tak perlu repot untuk membuktikannya. Banyak mobil yang beredar di Indonesia adalah rakitan Thailand, seperti Mazda 2 SkyActiv, Ford EcoSport, Toyota Yaris dan lain-lain. Namun tentu saja, banyak negara ASEAN lainnya yang berambisi untuk membuktikan kalau industri mereka tak kalah hebat dari Thailand.

Namun kini ada sebuah kejutan, karena negara yang paling ambisius dan memiliki bukti nyata untuk menyalip Thailand adalah negara kita tercinta, Indonesia. Menurut laporan dari Reuters, persentase selisih hasil produksi mobil antara Indonesia dan Thailand mencapai angka terkecilnya di tahun 2014, dan bukan tak mungkin angka produksi kita akan melampaui Thailand dalam waktu satu dekade.

Pabrik BMW di Indonesia

Menurut data dari ASEAN Auto Federation, Gaikindo dan Federation of Thai Industries (FTI), produksi mobil Indonesia naik 7 persen di 2014 menjadi 1,3 juta kendaraan, sementara Thailand malah menurun 23 persen menjadi 1,88 juta unit. Masih di bawah target mereka yang dipatok di angka 2,1 juta unit.

Ini menempatkan hasil produksi Indonesia menjadi 69 persen dibandingkan hasil produksi Thailand, jauh membaik daripada angka 43 persen tahun 2012 lalu. Menurunnya produksi di Thailand diprediksi akibat dinamika politik dan menurunnya permintaan untuk pasar domestik.

Pabrik Chevrolet Spin di Bekasi

Consulting Manajer di kantor Ipsos Business Consulting, Chukiat Wongtaveerat mengatakan bahwa beberapa merek seperti TATA dan General Motors telah terpikat untuk berinvestasi di Indonesia, dan secara tidak langsung akan meningkatkan angka produksi Indonesia untuk membalap Thailand dalam waktu 7 hingga 10 tahun ke depan.

Meskipun begitu, FTI tetap yakin bahwa Thailand akan tetap merajai regional ASEAN tahun ini, dengan prediksi lonjakan angka produksi mencapai 17 persen, atau menjadi 2,2 juta kendaraan.

Peresmian pabrik General Motors Indonesia di Bekasi Jawa Barat

Bahkan jika Indonesia berhasil melampaui hasil produksi Thailand,Thailand akan tetap jadi pemain yang dominan, dengan produsen komponen memberikan banyak suku cadang yang dibutuhkan oleh perakit di Indonesia. Tantangan bagi Indonesia adalah untuk meningkatkan kualitas produknya cocok untuk pasar global, dan untuk mengembangkan rantai pasokan dalam negeri untuk mencocokkan kualitas Thailand,” ujar Chukiat.

Wah, luar biasa hebat ya industri kita di Indonesia, semangatnya luar biasa sampai-sampai berpotensi menyalip Thailand. Bukan tak mungkin nih kalau nanti mobil-mobil yang beredar di ASEAN akan berlabel “CBU Indonesia”. Bagaimana pendapat anda? Sampaikan saja di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • Farid

    Bagus kalau produksi indonesia bisa menyalip thailand, tapi kualitas pengerjaan produksi mobil di indonesia harus diperbaiki lagi. Jangan ala kadarnya seperti hpm.

  • GTR

    Ya bagus buat kita2 konsumen kalo itu berarti harga mobil di RI akan turun: turun scr harga atau kelengkapan fitur2nya gak lg disunat2. Ttg industrinya, ya good luck buat pabrikan di RI moga2 jumlah outputnya bs menyalip thailand. Tapi bro, beda cerita lg kalo tiba2 ternyata pabrikan di thailand naik kelas jd tmpt produksi Lexus, Infiniti hehe.

    • tioz

      Mana ada istilah harga turun..barang uda naik mana ada turun..mau minyak turun mau naik harga mobil ttp aja naik teruss …

      fitur2 mana ada bakal ditambah walau produksi di indonesia..uda jelas tambahan fitur itu utk strategy menaikan harga jual dan keperluan utk facelift suatu produk setelah keluar

  • james

    Orang Indonesia yg penting kuantitas ga penting kualitas…
    Ga percaya?
    liat sendiri sama mobil rakitan Indonesia macem HRV sama Xtrail catnya kalo diliat dibawah matahari gores2 …miris

  • ojon

    Ya selama harga mobil msh mahal, selama itu pula jumlah produksi gk tinggi2 amat. Kan sebagian besar pembeli mobil orang yg itu2 aja.