Perkuat ASEAN, Mitsubishi Ingin Produksi Lokal di Myanmar

by  in  Berita & International & Merek Mobil
Perkuat ASEAN, Mitsubishi Ingin Produksi Lokal di Myanmar
0  komentar

AutonetMagz.com – Jikalau beberapa pabrikan sibuk mengurangi produksi maupun menutup/menjual pabrik guna menjaga neraca keuangan mereka, maka Mitsubishi malah sebaliknya. Perusahaan berlogo tiga berlian tersebut malah ingin menambah produksi mereka sebagai bagian dari proses rebuilding untuk membalikan keadaan setelah mengalami masa tersuram dalam sejarah mereka.

Selama pandemi COVID-19, Mitsubishi mengalami kerugian sebesar Rp 7,3 triliun rupiah pada kuartal pertama 2020, which is kerugian terbesar mereka selama 18 tahun terakhir. Lantas, Mitsubishi mengumumkan rencana untuk bisa kembali untung. Dalam rencana ini, Mitsubishi akan mengurangi ekspansi di pasar Amerika, Eropa, Oceania dan Afrika bersamaan dengan melakukan job cuts untuk mengurangi biaya operasional.

Namun, satu poin yang diprioritaskan dalam rencana tersebut adalah mengutamakan penjualan di pasar ASEAN dan memperkuat brand image Mitsubishi keseluruh 10 negara bagian ASEAN. Mitsubishi sendiri sudah memiliki pabrik di beberapa negara ASEAN diantaranya Indonesia, Vietnam, Thailand dan Filipina. Dan masih ada satu pabrik tambahan yang akan dibangun di Vietnam.

Untuk memperluas jangkauannya di ASEAN, Mitsubishi targetkan Myanmar sebagai negara dimana mereka akan beroperasi kedepannya. Chief Executive Officer (CEO) Mitsubishi Motors, Takao Kato menyatakan bahwa ia berharap untuk “berkolaborasi” dengan Mitsubishi Corp., yakni perusahaan trading yang memiliki saham 20 % dalam Mitsubishi Motors untuk melakukan ekspansi di Myanmar.

Kato menambahkan kalau Mitsubishi Corp memiliki resources untuk membantu mereka memperluas jangkauan di Myanmar, dikarenakan pengetahuan mereka tentang pasar domestik Myanmar. Namun bentuk bisnis dan waktu pelaksanaan belum ditentukan. Ekspansi Mitsubishi dalam memproduksi mobil di Myanmar akan menjadi permulaan dari rencana besar mereka. Selain itu, rencana ini makin menguatkan niat mereka mengembangkan pasar ASEAN.

Apakah mereka akan berhasil? Hanya waktu yang bisa memberikan jawaban. Menurut kalian bagaimana? Tulis di kolom komentar ya.

Read Prev:
Read Next: