Nissan Taruh Harapan Besar di Pasar China

Nissan Taruh Harapan Besar di Pasar China
0  komentar

AutonetMagz.com – Pada bulan Mei 2020 kemarin, Pihak Nissan Motor dan Aliansinya telah mengumbar strategi mereka dalam beberapa tahun ke depan. Nissan akan berperan besar di beberapa pasar utama mereka seperti China, Amerika Utara, dan Jepang. Dan dari ketiganya, Nissan menaruh harapan yang cukup besar untuk pasar China. Mengapa? Mari kita bahas lebih lanjut.

Jadi, di China Nissan memiliki JV bersama dengan Dongfeng Motors. Jadi, tak usah terlalu terkejut dengan beberapa produk ‘mirip’ yang dimiliki oleh Dongfeng Group. Sebut saja seperti Dongfeng Ruiqi 6 yang berbasis Nissan Navara NP300, lalu ZNA Succe yang mengambil basis Nissan Serena C24, serta adanya kemiripan velg DFSK Glory 580 dengan Nissan X-Trail T32 Facelift. Nah, di tahun fiskal 2019 yang berakhir bulan Maret 2020 lalu, Nissan mencatatkan penurunan penjualan ritel di angka 11% secara global. Angka tersebut terbilang besar kalau dibandingkan dengan penurunan sebesar 1% di pasar China. Selain itu, pasar China juga menyumbang sepertiga penjualan global Nissan.

Dari sana bisa kita simpulkan bahwa pasar otomotif China adalah hal penting bagi Nissan. Cui Dongshu, Sekjen dari China Passenger Car Association (CPCA) menyebutkan bahwa kekuatan dari Nissan di China didasari dari model yang kompetitif selama bertahun – tahun Nissan ada di China. Selain itu, kenyataan bahwa pasar otomotif China menyumbang 30% dari penjualan global berbagai merk juga membuat pasar Negeri Tirai Bambu ini makin penting. Oleh karenanya, Nissan menaruh harapan besar untuk cabang mereka di China. COO Nissan, Ashwani Gupta menyebutkan bahwa pihaknya telah memperkuat posisi mereka di China dan berfokus pada kepuasan pelanggan.

Sejumlah model menjadi kekuatan Nissan di China. Sebut saja Nissan Sylphy, Nissan Altima, Nissan X-trail dan Nissan Terra. Nissan juga mencatatkan penjualan yang meningkat pasca pandemi COVID-19 di China. Sebagai gambaran, di bulan Juli 2020 kemarin penjualan Nissan mencapai 121 ribu unit. Hanya saja, Nissan juga harus berhadapan dengan rival yang juga terus berjuang untuk memperbaiki posisi mereka pasca pandemi. Toyota, Honda, GM, dan VW terus memperkuat posisi mereka di pasar China. Belum lagi jajaran merk lokal China seperti SAIC, Wuling, Dongfeng, Geely, Chery dan beberapa merk lainnya. Jadi, kita lihat saja bagaimana peforma dari Nissan di China ke depannya.

Bagaimana menurut kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: