Nasib MG ZS & HS Saat Ini : Alon – Alon Asal Kelakon

by  in Berita&Merek Mobil&MG Motors
Nasib MG ZS & HS Saat Ini : Alon – Alon Asal Kelakon
0  komentar

AutonetMagz.com – Mungkin beberapa dari kalian yang bukan orang Jawa akan mengerutkan dahi kalian melihat judul di atas. Jadi, “Alon – alon asal Kelakon” adalah sebuah pepatah Jawa yang artinya “perlahan namun pasti dilaksanakan”. Nah, pepatah ini kami rasa cukup pas untuk salah satu merk baru di Indonesia, yaitu Morris Garage. Pabrikan yang lebih kita kenal dengan nama MG Motors ini sudah setahun lamanya berada di Indonesia. Dan kali ini, kami akan membahas capaian penjualan dari MG Motors melalui dua jagoan mereka di segmen SUV, yaitu MG ZS dan MG HS. Bagaimana peforma penjualan mereka? So so saja, namun bukan berarti buruk sekali. Yuk kita bahas lebih lanjut.

Penjualan Belum Wow, Tapi…

Sama seperti bahasan – bahasan sebelumnya, kami akan mengacu pada data wholesales milik GAIKINDO. Dari data wholesales selama 4 bulan pertama tahun 2021 ini, MG Motors berhasil membukukan penjualan secara wholesales sebesar 395 unit, diikuti penjualan retail sebanyak 310 unit. Secara angka, jelas penjualan MG Motors masih dari kata sukses, namun setidaknya angka ini terus bertumbuh. Sebagai catatan, di tahun 2020 silam MG Motors membukukan penjualan wholesales di angka 377 unit, dan retail di angka 313 unit. Kalau kita perhatikan, kedua angka ini hampir mirip, namun kalian harus ingat bahwa capaian tahun ini masih terhitung selama 4 bulan saja. Masih ada 8 bulan lainnya yang artinya MG Motors berpeluang besar untuk meningkatkan angka penjualannya dibanding tahun lalu. Nah, kalau mau dirinci, MG ZS dan MG HS yang menyumbang angka masif dalam hal penjualan wholesales adalah varian Ignite, alias tipe tertinggi dari setiap model.

MG ZS Excite mencatatkan wholesales hanya sebanyak 8 unit saja selama 4 bulan pertama di tahun ini, sedangkan MG ZS Ignite mencatatkan angka signifikan, yaitu 193 unit. Untuk segmen compact SUV, MG HS Excite juga mengalami hal yang sama dengan capaian 9 unit saja selama 4 bulan. Sedangkan MG HS Ignite mencatatkan angka masif dengan 185 unit di periode yang sama. Nah, kalau kita mau hitung – hitungan stok di diler, maka kita coba pakai cocoklogi sederhana. Sejak tahun lalu, total wholesales MG Motors adalah sebesar 772 unit. Jadi, ada 772 unit mobil MG yang terkirim ke diler. Dan penjualan retail hingga detik ini adalah 623 unit banyaknya. Jadi, ada kemungkinan sisa stok sebesar 149 unit yang masih atau akan dipasarkan ke konsumen. Walaupun begitu, penjualan ritel 623 unit MG ZS dan HS terbilang positif untuk brand blasteran Inggris China ini. Setidaknya, angka yang dicapai oleh MG HS malah mengalahkan rival senegaranya yang kami bahas kemarin. Padahal, harga MG HS terbilang tinggi untuk tipe Ignite yang paling laris.

Pekerjaan Rumah MG Motors di Indonesia

Setidaknya, MG Motors memiliki modal yang baik di tahun pertama mereka. Satu hal yang nampaknya perlu ditingkatkan oleh pihak SAIC Motor Indonesia selaku APM MG Motors adalah jaringan. Yap, konsumen tentunya ingin merasa aman dengan adanya jaringan diler MG Motors di dekat rumah mereka, atau setidaknya di kota mereka. Tantangan ini sebenarnya merupakan hal umum yang dialami oleh merk – merk baru di Indonesia. Wuling dan DFSK pun menghadapi tantangan serupa, pun begitu dengan sejumlah merk yang berganti APM seperti Hyundai, KIA, dan Renault. Selain itu, MG Motors juga harus menambah kedalaman varian dari produk mereka, dan ini sebenarnya dibuktikan dengan kehadiran MG ZS EV di IIMS 2021 kemarin. Tak lupa, MG Motors juga harus keep up dengan perkembangan produk mereka. Salah satu yang mengganjal adalah fakta bahwa unit MG ZS dan MG HS yang ada di Indonesia adalah model pre-facelift. Tentunya sebagai konsumen, publik Indonesia juga menuntut MG Motors menghadirkan produk paling fresh di pasar lokal.

Jadi, bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: