NASA Menguji Ban Berbahan Titanium, Siap Jelajah Mars!

by  in Hi-Tech&International
NASA Menguji Ban Berbahan Titanium, Siap Jelajah Mars!
0  komentar

AutonetMagz.com – Ban mobil yang kita tahu terdiri dari beberapa komponen seperti sabuk baja, kevlar dan lain-lain. Ada banyak rekayasa engineering yang bisa kita temukan di ban mobil, seperti bagaimana merancang ban yang tahan digeber sampai 470 km/jam, ban mana yang bisa bertahan sementara meski kempes seperti ban RFT dan lain-lain. Nah, NASA pun tertarik meneliti ban buat kepentingan mereka.

NASA memamerkan sebuah teknologi ban yang inovatif untuk menangani masalah keandalan dan ketahanan yang jadi hambatan mobil penjelajah mereka sebelumnya. Kendaraan Rover NASA yang dipakai untuk menjelajah Mars tidak bisa dilengkapi dengan ban tradisional, sebab risiko pecah bannya tinggi dan daya tahannya masih kurang. Medan yang keras di Mars juga menyebabkan kerusakan roda kemudi Rover NASA.

Para engineer telah memperkenalkan ban berbahan spiral metal sebagai alternatif, menggunakan pegas logam untuk meningkatkan daya tahan tanpa mengorbankan cengkraman ban di medan pasir. Teknologi ini bukan teknologi baru, yakni dikembangkan dari ban mesh logam Apollo Lunar Roving Vehicle dan berkembang lagi pada pertengahan tahun 2000-an melalui kolaborasi dengan Goodyear.

Seorang insinyur NASA dan ilmuwan material baru-baru ini menyodorkan sebuah ide untuk menggunakan titanium nikel, sebuah material yang revolusioner di mata mereka. Konon, penggunaan titanium nikel bisa menawarkan peningkatan deformabilitas dramatis tanpa kerusakan permanen saat mengalami beban berat atau kejutan. Untuk namanya, ban ini dinamai NiTi, singkatan dari Nickel dan Titanium.

Ban NiTi diklaim mampu menopang muatan yang lebih berat, dengan massa roda yang lebih ringan dari sebelumnya plus kemampuan menyerap energi benturan yang lebih bagus pada kecepatan sedang sampai tinggi. Itulah semua faktor yang diperlukan untuk kendaraan ekspedisi seperti Rover di permukaan Mars. Andai saja ban seperti ini bisa dipakai di Bumi juga ya. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: