McLaren Berambisi Pangkas Bobot Mobil Demi Performa Optimal

by  in Berita&Hi-Tech&Mclaren
McLaren Berambisi Pangkas Bobot Mobil Demi Performa Optimal
0  komentar

AutonetMagz.com – Dalam membuat mobil, salah satu penelitian yang paling mahal dan lama adalah mencari formula bahan yang kuat namun fleksibel dan ringan untuk dijadikan bahan dasar pembuatan mobil. Makanya, jangan heran jika material eksotis seperti carbon fiber asli itu sekarang hanya ada di mobil kencang nan mahal, karena risetnya memang susah. Selain itu, bahan dasar yang ringan bisa menetralisir komponen lain yang berat, biar mobil jadinya tidak terlampau berat.

Contoh gampang, BMW i8 rela pakai cangkang carbon fiber demi bisa menetralisir baterai dan motor listriknya yang memang berat. Kalau tidak pakai carbon fiber, bisa-bisa bobot i8 termbus 1,6 atau 1,7 ton, dan itu terlalu berat. Untuk itu, tim-tim yang berisi orang-orang pintar dari berbagai merek mobil rela putar otak demi bikin mobil-mobilnya “diet ketat”. Salah satu yang paling ambisius dalam hal ini adalah McLaren.

McLaren sudah 2 kali merilis mobil hybrid, yakni McLaren P1 dan Speedtail. Karena baterai dan motor listrik itu berat, McLaren menetralisirnya dengan pengurangan bobot di material dasar mobilnya. “Mengurangi berat kendaraan adalah pusat strategi kami untuk supercar McLaren generasi berikutnya,” kata Mike Flewitt, CEO McLaren Automotive.

Mau lihat bukti nyatanya, coba lihat McLaren 765LT yang bobotnya hanya 1.229 kg. Daihatsu Terios kalah ringan lho. Contoh langkah-langkah diet ketat McLaren saat mendesain 765LT adalah komponen komposit, jok balap, kaca samping yang lebih ringan, kaca polikarbonat ala mobil balap, transmisi dengan bahan-bahan sekelas mobil F1, dibuangnya AC mobil dan knalpot titanium.

Dibandingkan knalpot biasa di 720S, knalpot titanium 765LT punya bobot 40 persen lebih ringan. Pada kaki-kakinya, ada pula pelek super ringan, ban Pirelli P-Zero Trofeo R khusus dan baut roda titanium. Total di kaki-kaki, McLaren bisa membuang bobot 22 kg.

Kami sudah menjadi pemimpin teknologi ini dan berkomitmen untuk terus menurunkan bobot agar pada akhirnya kami bisa mengoptimalkan efisiensi dan performa model hybrid yang akan diperkenalkan pada tahun 2025,”tambah Mike Flewitt.

“Bobot adalah musuh performa, baik di mobil bermesin bakar atau mesin listrik, sehingga menjadi pelopor mobil yang ringan merupakan prioritas mutlak bagi kami – dan salah satu alasan McLaren Automotive berinvestasi besar dalam Pusat Teknologi Komposit McLaren, inovasi material komposit dan fasilitas produksi kami dari Inggris,” tutupnya. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: