Inden Suzuki Jimny di Jepang Mengular, Yakin Indonesia Kebagian?

Inden Suzuki Jimny di Jepang Mengular, Yakin Indonesia Kebagian?
0  komentar

AutonetMagz.com – Nampaknya pemberitaan mengenai sosok SUV baru Suzuki yaitu Suzuki Jimny Terbaru tak pernah ada habisnya. Pasca diluncurkan di Jepang pada bulan Juli 2018 kemarin, kini sudah ada banyak pemesan Suzuki Jimny di Jepang. Dan nampaknya pihak Suzuki mulai kewalahan untuk menerima pemesanan unit Suzuki Jimny disana karena memang kapasitas produksi dari mobil ini sejatinya tak banyak. Lalu, jikalau pemesanan di Jepang saja sudah kelabakan, apakah mungkin konsumen di Indonesia bisa mendapatkan unit CBU Jepang dalam waktu dekat? Nampaknya kecil kemungkinannya, yuk kita bahas.

Mengutip dari laman berita Yahoo Japan, salah satu narasumber yang berasal dari salah satu diler Suzuki di Jepang menyebutkan bahwa capaian pemesanan dari Suzuki Jimny generasi terbaru disana bisa dikatakan cukup mengejutkan. Bagaimana bisa? Karena pihak Diler sendiri menyebutkan bahwa waktu indennya sudah mengular, dan saat ini saja sudah mencapai setengah tahun lamanya, kalah dong Mitsubishi Xpander. Malahan, pihak diler menyebutkan bahwa pihaknya tidak bisa menggaransi ketersediaan unitnya karena pemesanan sendiri sudah memenuhi target penjualan selama satu tahun, what? Yap, narasumber tersebut menyebutkan bahwa dalam setahun pihak Suzuki menargetkan Suzuki Jimny generasi terbaru bisa laku sebanyak 15.000 unit dan untuk Suzuki Jimny Sierra 1.200 unit, sebuah angka yang sangat kecil jikalau dibandingkan dengan total penjualan mobil per tahun di Jepang yang mencapai 4 hingga 5 juta unit. Artinya, Suzuki Jimny sudah dipesan lebih dari 15.000 unit disana.

Namun disinilah logika yang bermain, mengapa? Karena seperti yang kami sebutkan di artikel sebelumnya, bahwa pasar dari Suzuki Jimny ini termasuk niche market, namun kenyataanya di Jepang penjualannya melonjak. Nah, pihak diler Suzuki juga menyebutkan, karena targetnya kecil maka produksi dari Suzuki Jimny generasi terbaru di Jepang pun jumlahnya juga kecil. Nampaknya pihak Suzuki masih mau main aman dan membandingkan dengan rata – rata penjualan Suzuki Jimny generasi sebelumnya yang berada di angka 1.100-an unit per bulannya di tahun 2017 silam. Nah, oleh karenanya, nampaknya pihak Suzuki mulai mempertimbangkan untuk menambah kapasitas produksi dari Suzuki Jimny generasi terbaru, termasuk Suzuki Jimny Sierra. Namun realisasi dari rencana ini nampaknya baru akan terlaksana pasca tahun 2019 mendatang karena jika kita bicara penambahan produksi, maka kita akan bicara masalah investasi dan dana yang tak sedikit.

Selain itu, pihak Suzuki juga harus melihat peluang pasar dari Suzuki Jimny di masa depan, karena jikalau pihaknya sudah menambah kapasitas produksi, maka mereka harus yakin jikalau penjualan dari Suzuki Jimny juga akan stay di angka yang mereka harapkan dan bukan hanya satu gebrakan belaka bak es kepal milo. Nah, melihat fakta ini, maka bisa dikatakan bahwa pihak Suzuki nampaknya akan fokus pada konsumen lokal Jepang untuk unit Suzuki Jimny yang diproduksi, utamanya Suzuki Jimny Sierra yang memang kapasitas produksinya tak banyak. Lalu, dengan kondisi ini, apakah kalian yakin bahwa konsumen di Indonesia bisa mendapatkan unit Suzuki Jimny generasi terbaru khususnya tipe Sierra yang kemarin mejeng di GIIAS 2018? Kami sendiri agak sangsi dengan peluang yang ada. Satu – satunya peluang untuk mendapatkan Suzuki Jimny dalam waktu yang tak lama adalah memproduksinya di lokasi lain.

Dan seperti yang kami katakan sebelumnya, kondisi ini malah membuka peluang bagi pihak SIS untuk menjual Suzuki Jimny dan mengimpornya ke negara lain. Namun, perlu diingat lagi, Suzuki Jimny masuk dalam pasar mobil hobi, dan kondisi ini akan memantik pertanyaan, apakah mobil ini akan laris manis di Indonesia? Nampaknya tak akan ada yang tahu hingga mobil ini dipasarkan. Kalau menurut kalian bagaimana?

Read Prev:
Read Next: