Hongkong Elektrifikasikan Seluruh Kendaraan per 2030

Hongkong Elektrifikasikan Seluruh Kendaraan per 2030
0  komentar

AutonetMagz.com – Elektrifikasi adalah tren yang nampaknya akan diterapkan di banyak negara dalam beberapa tahun ke depan. Banyak negara yang berlomba untuk menyukseskan elektrifikasi di kawasan mereka, sehingga secara tidak langsung mereka bisa terlihat sukses menekan penggunaan bahan bakar fosil yang menyumbang angka emisi. Salah satu negara yang berambisi untuk melakukan elektrifikasi penuh pada kendaraan di kawasan mereka adalah Hongkong. Hongkong menyatakan bahwa per tahun 2030 mendatang, seluruh mobil yang dijual baru adalah mobil elektrik. Yuk kita bahas lebih lanjut.

Awalnya 2035, Tapi Bisa Jadi Tercapai di 2030

Patut kalian ketahui bahwa elektrifikasi tidak melulu mengenai mobil bertenaga listrik penuh. Mobil dengan teknologi hybrid, PHEV, dan fuel cell juga masuk dalam kategori elektrifikasi. Nah, target Hongkong untuk mengelektrifikasikan seluruh kendaraan di negara mereka nampaknya memang cukup ambisius. Apalagi karena waktunya sudah tidak terlalu lama lagi, kurang dari 1 dekade. Dikutip dari laman Bangkok Post, Pemerintah Hongkong telah meningkatkan dukungan mereka melalui kebijakan strategis untuk meningkatkan penggunaan kendaraan bebas emisi. Salah satunya berupa subsidi pembelian mobil listrik, hingga penambahan infrastruktur pengisian daya yang bersifat pribadi. Informasi ini dijabarkan oleh Wakil Direktur Departemen Perlindungan Lingkungan Hongkin, Owin Fung Ho-yin. “Ketika kami menetapkan target di awal tahun ini, kami telah melihat banyak negara juga mendorong ambisi mereka lebih tinggi” ujar beliau pada sumber.

Sangat mungkin kami akan mencapai tujuan yang awalnya di 2035, namun tercapai lebih cepat. Secara pribadi, saya percaya di tahun 2032 atau mungkin malah di tahun 2030 sudah bisa tercapai” tambahnya. Dalam forum kendaraan listrik yang digelar di Departemen Perlindungan Lingkungan Hongkong, Fung menjabarkan hal ini pada Hongkong Chinese Eneterprises Association & Sinopec. Malahan, kalau mau mundur sedikit ke bulan Maret 2021 silam, Biro Lingkungan dari departemen tersebut juga telah memunculkan roadmap yang akan menjadi acuan ke depann. Dalam roadmap tersebut, mobil listrik murni dapat posisi yang strategis. Malahan, per tahun 2035, Pemerintah Hongkong tidak akan menerima pendaftaran mobil bensin, termasuk diantaranya juga pendaftaran mobil berteknologi hybrid. Jadi, bisa dibayangkan pada tahun tersebut seluruh mobil di Hongkong adalah mobil listrik murni, atau setidaknya fuel cell. Lantas, apakah Hongking memang siap? Kita lihat saja populasi EV di sana.

Penjualan EV di Hongkong Terus Naik

Saat ini, sudah ada sekitar 25 ribu unit kendaraan elektrifikasi yang mengisi jalanan Hongkong, itu dihitung per bulan Oktober 2021 kemarin. Kalau mau dipersentase, populasi mobil elektrifikasi mencapai 3,8% dari seluruh mobil di sana. Kecil? Tunggu dulu, bandingkan dengan populasinya di tahun 2010 yang cuma 180 unit saja. Bahkan, di bulan Oktober 2021 kemarin, EV berhasil menyumbang sekitar 30% dari total penjualan mobil baru. Naik 21% dari 10 bulan pertama di tahun 2021 ini, atau naik 12% dari tahun lalu. Nah, Fung memprediksi komposisi ini bisa terus naik dan mencapai 50% di tahun 2025 mendatang. Tentunya ini sebuah kabar baik, dan ini juga yang menjadi alasan Hongkong cukup ambisius untuk mengelektrifikasi seluruh mobil baru di tahun 2030 mendatang. FYI, di Hongkong ada subsidi pajak sebesar 97.500 HKD atau setara 180 jutaan Rupiah. Besar? Tentu, itulah alasan mobil listrik digemari di sana.

Jadi, bagaimana menurut kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: