Dealer Tata Mulai Berhenti Memesan Tata Nano Sejak Tiga Bulan Terakhir

Dealer Tata Mulai Berhenti Memesan Tata Nano Sejak Tiga Bulan Terakhir
0  komentar

AutonetMagz.com – Kabar yang sebenarnya kurnag mengenakkan kembali hadir dari Tata. Terakhir kita tahu bahwa pabrikan asal India ini sudah meraih penjualan dengan hasil yang positif, yaitu meningkat sekitar 3 kali lipat dibandingkan periode tahun lalu. Namun, kini kabar terbaru menunjukkan bahwa mobil mereka, Tata Nano ternyata mencatatkan penjualan yang cukup menyedihkan.

Ya, mobil yang dulu sempat menggemparkan jagad otomotif India dan global ini mengalami penurunan penjualan. Padahal, mobil yang menjadi mobil termurah di India ini sendiri sempat diidolakan oleh para konsumennya di India sana. Namun, jaman yang terus berkembang dan juga masalah kualitas dari Tata Nano sendiri nampaknya menjadi pengganjal yang cukup sukses membuat mobil mungil ini hanya terjual sedikit saja. Dan karena penjualannya tak signifikan, dealer Tata di kawasan India sudah mulai menghentikan pemesanan Tata Nano ke pabrik perakitan Tata. Dealer Tata harys bekerja keras untuk memasarkan Tata Nano yang sudah terlanjur mereka pesan.

Dan efeknya sudah jelas, karena permintaan berkurang, maka produksi pun menurun. Kini, pabrik perakitan Tata di Sanand hanya memproduksi dua unit Tata Nano saja per harinya, jumlah yang sungguh miris untuk mobil yang dicanangkan menjadi mobil jutaan umat. Ya, selain kedua faktor yang kami sebutkan sebelumnya, kenyatan memang menunjukkan bahwa Tata Nano sudah ketinggalan jaman. Mengacu pada Business Standard, Tata Nano hanya terjual sebanyak 180 unit saja di bulan Oktober 2017. Angka ini padahal terakumulasi dari 630 dealer yang tersebar di seluruh penjuru India. Bahkan, bulan berikutnya yaitu September 2017, Tata Nano hanya laku 124 unit saja.

Puncaknya adalah pada bulan lalu, alias bulan oktober 2017 dimana Tata hanya berhasil menjual 57 unit Tata Nano. Angka yang sangat menyedihkan tentunya, dan umumnya pabrikan sudah akan mengevaluasi kinerja dari produk yang hanya laku ‘segitu’. Namun, pihak Tata Motors sendiri mengatakan bahwa pihaknya sudah memiliki strategi pasar yang baik untuk segmen kendaraan penumpang. Pihaknya menyebutkan akan terus memproduksi Tata Nano untuk memenuhi kebutuhan para penggunanya. Tata Nano sendiri akan menghadapi masalah terbesar pada 2020 mendatang, dimana regulasi BSIV alias setara Euro IV akan diberlakukan, dan vendor komponen Tata Nano sendiri menyatakan belum mampu memenuhi standar tersebut.

Tentunya nasib dari Tata Nano ini bisa dikatakan cukup tragis, namun sekali lagi, tak akan ada akibat tanpa sebab. Konsumen yang kini sudah jauh lebih teredukasi tentunya ingin melirik produk dengan build quality dan juga kelengkapan yang tak hanya baik, namun juga aman dan nyaman. Bagaimana menurut kalian? Katanya sih nanti bakal ada Tata Nano EV.

Read Prev:
Read Next: