Daihatsu Siapkan 10 Model Baru di 2025 : Bidik ASEAN

Daihatsu Siapkan 10 Model Baru di 2025 : Bidik ASEAN
0  komentar

AutonetMagz.com – Daihatsu berupaya untuk merilis mobil yang sesuai dengan negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia untuk meningkatkan peforma penjualannya di pasar negara berkembang. Dan salah satu contohnya adalah Perodua Ativa, yang berbasis Daihatsu Rocky. Secara struktur keseluruhan, Perodua Ativa sama dengan Daihatsu Rocky di Jepang, namun beberapa aspek dari model Malaysia disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pengemudi lokal Malaysia, seperti yang dilaporkan Nikkei. Ini diperoleh dari survei serta dari uji coba dengan unit evaluasi, “Karena Malaysia memiliki banyak jalan tol, mobil sering melaju dengan kecepatan tinggi, Kami harus mencari cara untuk mengatasinya,” kata Nobuhiko Ono, wakil kepala divisi manajemen Research and Development Daihatsu.

Pendapat RnD Manager

Ono-san mempelajari feedback tentang kebutuhan pengemudi lokal Malaysia dan memutuskan untuk meningkatkan respons pengereman kendaraan, dan menyimpulkan bahwa pengemudi akan merasa kurang aman jika rem merespons dengan lembut saat pedal ditekan. Fitur unik lainnya adalah ditambahkannya tombol central lock khusus, yang tidak tersedia di Daihatsu Rocky versi jepang. Dipasang di konsol tengah di sebelah tuas rem tangan, ini memungkinkan orang di kursi penumpang untuk mengunci pintu jika pengemudi perlu keluar dari mobil, mencegah siapa pun melompat masuk dan mencoba membajak kendaraan. “Fitur ini ditambahkan berdasarkan saran dari staf lokal yang menguji model uji coba,” kata Ono dalam Paultan. Perubahan juga dilakukan pada suspensi, baik pada Perodua Ativa maupun Daihatsu Rocky yang diperkenalkan di Indonesia pada akhir April lalu.

Untuk Daihatsu Rocky versi Indonesia, Daihatsu menggunakan survei pasar dan rutinitas produksi uji coba yang sama seperti di Malaysia, dan suspensinya dikerjakan ulang agar berkinerja baik di jalan yang jelek, mengingat banyak jalan di Indonesia yang masih belum beraspal. Model baru ini penjualannya mencapai 4.000 hingga 5.000 unit per bulan di Malaysia saja. Model produksi Indonesia juga akan diekspor ke 50 pasar negara berkembang lainnya, termasuk di Asia Tenggara dan Amerika Latin, dalam bentuk Toyota Raize. Ono-san juga mengungkapkan bagaimana dia menolak permintaan tim desain untuk bodi yang lebih besar ketika pengembangannya dimulai sekitar tahun 2017. Menekankan pada keahlian Daihatsu dalam membuat mobil berukuran kompak, Ono-san percaya bahwa tim RnD harus menggunakan pengalamannya di bidang itu untuk membedakan produknya dari produsen lain. Akibatnya, ukuran Daihatsu Rocky hanya di bawah 1,7 meter lebar dan panjang empat meter saja.

Ini membuatnya hanya sedikit lebih besar dari maksimum untuk kendaraan mini di bawah standar Jepang (Perodua Ativa sedikit lebih panjang, lebih lebar dan juga lebih tinggi, yang pertama dari bumpernya, dan yang terakhir karena suspensi khusus Malaysia). “Wanita dan orang tua menghindari SUV karena mereka pikir sulit untuk mengendalikannya di tempat yang sempit. Kami pikir SUV kecil bisa menarik bagi mereka,” kata Ono-san. Dia terbukti benar, Daihatsu Rocky memdapatkan pesanan sebanyak 10.500 unit – kira-kira lima kali lebih banyak dari yang diharapkan – pada bulan pertama setelah dirilis di Jepang pada November 2019. Produsen mobil ini berharap untuk melanjutkan kesuksesan itu dengan mempercepat upayanya untuk mengembangkan lebih banyak kendaraan untuk pasar negara berkembang, menambah 10 model lagi pada tahun 2025.

Rencana Daihatsu Kedepannya

Banyak? Tentu, namun Daihatsu akan sangat terbantu karena metode produksinya yang cepat dan berbiaya rendah berkat Daihatsu New Global Architecture (DNGA) dan konsep “small doubles as big“. Keduanya telah membantu memangkas waktu dan biaya pengembangan hingga 30% dan memungkinkan model untuk dipasarkan dengan cara yang lebih cepat, seperti dalam kasus Daihatsu Rocky dan Perodua Ativa. Sementara Daihatsu bertujuan untuk membuat kemajuan sebanyak mungkin sebelum elektrifikasi kendaraan berlangsung di negara-negara berkembang, laporan tersebut menambahkan bahwa Daihatsu memiliki rencana untuk memanfaatkan platform DNGA yang nantinya akan dikembangkan menjadi mobil autonomus atau listrik. Jangka waktu untuk pengembangan ini tidak disebutkan, meskipun sebelumnya dinyatakan bahwa Daihatsu berencana untuk memperkenalkan versi hybrid dari Daihatsu Rocky akhir tahun ini.

Jadi, bagaimana menurut kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: