Bangun EV NCAP, Indonesia Siapkan Dana 1,6 Triliun

by  in Berita&Nasional
Bangun EV NCAP, Indonesia Siapkan Dana 1,6 Triliun
0  komentar

AutonetMagz.com – Nampaknya Pemerintah Republik tercinta ini tidak mau separuh – separuh dalam menggarap segmen kendaraan listrik. Setelah sebelumnya mematok target untuk memproduksi baterai kendaraan listrik di 2022, kini muncul kabar mengenai recana pembangunan fasilitas uji tabrak alias NCAP khusus untuk kendaraan listrik (EV). Bahkan, Pemerintah RI yang dalam hal ini diwakili oleh Kementerian Perhubungan sudah menyebut angka investasi untuk pembangunan fasilitas ini. Yuk kita bahas.

Jadi, Mengutip informasi via CNN Indonesia, Kemenhub telah menjadwalkan untuk membangun fasilitas uji tabrak (NCAP) untuk mobil listrik pada tahun 2020, alias tahun depan euy. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiadi menyebutkan pada sumber bahwa pembangunan fasilitas uji tabrak untuk kendaraan listrik ini akan menelan biaya anggaran sebesar 1,6 Triliun Rupiah. Nah, fasilitas uji tabrak kendaraan listrik ini sendiri akan berada dalam area Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) yang berada di Bekasi, Jawa Barat.

Khusus untuk area uji tabrak kendaraan listrik, Budi menyebutkan akan ada lintasan khusus seperti tanjakan dan juga lintasan genangan air. Pembangunan fasilitas ini sendiri akan masuk dalam tahap lelang di awal tahun 2020, sedangkan dalam prosesnya akan menggunakan ketentuan United Nation Regulation. Langkah yang dilakukan Pemerintah melalui Kemenhub ini sendiri nampaknya menjadi sarana untuk memfasilitasi para investor di bidang otomotif (dalam hal ini pabrikan kendaraan) untuk memproduksi dan menjual mobil listrik di Indonesia. Nantinya, fasilitas ini akan menjadi tempat pengujian bagi kendaraan listrik yang akan dijual lokal.

Jika kita melihat manuver dari Pemerintah, nampaknya kita bisa sedikit berharap bahwa ekosistem kendaraan listrik akan semakin bertumbuh dari waktu ke waktu di Indonesia. Pertama, regulasi sudah diketok palu, infrastruktur pengujian segera dihadirkan, dan target produksi baterai sudah dicanangkan. Sedangkan investor juga nampaknya sedang didekati oleh Pemerintah supaya mau memproduksi mobil listrik di tanah air. Pekerjaan rumah lain yang menanti bagi Pemerintah salah satunya adalah menghadirkan fasilitas pengisian daya di lokasi yang strategis. Bukan tidak mungkin kan dalam beberapa tahun ke depan jumlah charger station akan meningkat, optimis saja guys.

Jadi, bagaimana pendapat kalian? Yuk sampaikan di kolom komentar di bawah ini.

Read Prev:
Read Next: