Volvo : Kalau Mobil Self-Driving Kami Menabrak, Kami Bayar Ganti Ruginya!

Volvo : Kalau Mobil Self-Driving Kami Menabrak, Kami Bayar Ganti Ruginya!
0  komentar
volvo-xc90-2015

AutonetMagz.com – Sebagai pabrikan dengan citra mobil yang safety-nya luar biasa tinggi, bukan Volvo namanya kalau tidak menjamin keselamatan pengendara dan orang lain di sekitarnya. Tapi selain citra keselamatan, sepertinya mereka ingin menambah citra baik sebagai pabrikan dengan tanggung jawab yang tinggi. Itu tersirat dengan pernyataan Volvo ketika ditanya tentang mobil autonomous mereka.

Sedikit penjelasan, kemarin Volvo sudah memamerkan bagaimana mobil autonomous atau self-driving mereka bekerja. Sistem self-driving milik Volvo diklaim lembut, halus dan aman. Saking amannya, menurut Volvo sistem itu tidak perlu input dari pengendaranya karena sistem self-driving mereka cukup pintar. Jika anda penasaran, mungkin bisa simak presentasinya di video berikut ini.

Sistem yang menarik, tapi bagaimana kalau sewaktu-waktu sistem tersebut membuat mobil mengalami kecelakaan? Nah, seperti dilaporkan Car & Driver, CEO Volvo, Hakan Samuelsson yang sedang berada di kedubes Swedia di Washington DC menyampaikan sesuatu yang ambisius dan bisa membuat takjub. Katanya, Volvo akan membayar penuh kerugian jika mobil self-driving mereka menyebabkan kerugian material bagi orang lain. Wow, berani sekali ya?

Akan tetapi, sebenarnya bukan hanya Volvo yang berani – atau nekat – dengan mengeluarkan pernyataan seperti itu. Dua perusahaan lain, yakni Mercedes Benz dan Google juga menyampaikan hal yang sama. Namun, karena Google sekarang tidak punya mobil jualan (bukan Google Car seperti Subaru Impreza, Lexus RX dan Chevrolet Captiva yang kadang suka kelihatan di jalan), praktis rival Volvo untuk sekarang hanya Mercedes Benz.

volvo-cruise-control-sensor

Khawatir juga dengan efek dominonya, mengingat tidak semua orang di luar sana adalah orang baik, alias ada saja orang licik yang suka mengambil kesempatan dalam kesempitan. Untungnya, sistem self-driving Volvo punya ribuan sensor yang bakal mendeteksi jika ada tindakan yang tidak wajar, misalnya sengaja ingin menabrakkan mobil. Jika hal itu terjadi, tindakan pencegahan akan dilakukan, contohnya dengan rem otomatis.

Perlu diingat, ganti rugi yang akan dibayar oleh Volvo hanyalah ganti rugi yang disebabkan mobil yang mengemudi sendiri tanpa input dari pengendara, alias jika sistem self-driving-nya error. Jika anda mengendarai manual Volvo anda dan kemudian mengalami kecelakaan, belum tentu ganti ruginya ditanggung Volvo.

volvo-self-driving-safety

Anda mau berbohong dengan bilang “Ini Volvo saya nabrak karena sistem anda error, sistem self -driving Volvo tak berguna, saya mau tuntut Volvo!” padahal penyebab kecelakaannya adalah anda pun percuma, karena mobil Volvo punya catatan penggunaan yang direkam dalam otak mobilnya, siapa yang menyebabkan kecelakaan, manusia atau komputer. Artinya : Jangan coba-coba ngibul!

Jika CEO-nya sampai berkata senekat itu, berarti memang CEO-nya percaya dengan kemampuan para engineer dan software developer yang mengerjakan sistem self-driving ini. Di samping itu, tentunya Volvo yakin tingkat kegagalan sistem mereka bakal sangat minim, bahkan mungkin mendekati nol.

Luar biasa juga ya keberanian Volvo dalam menjamin sistemnya, termasuk jaminan jika sistemnya error dan menimbulkan kerugian. Bagaimana menurutmu aksi Volvo ini? Mungkin tidak ya ada produsen lain setelah Volvo dan Mercedes Benz yang mau ikutan bilang hal yang sama? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • Shark Owner

    Kalo nyawa yang hilang mau di ganti berapa sama Volvo?

    • Muhammad Brian Farrel Hanner J

      Takata gmn?

  • zul ari

    untung mobil self driving masih bisa di kendarai secara manual…kalau full self driving mobil masa depan ngak akan ada funnya sama sekali

    • Hillarius Satrio

      sepakat. gue setuju mobil self driving untuk keperluan tertentu, misal : nganter bahan pangan ke medan perang supaya nggak ada tentara yang mati kalo ada ranjau, tapi kalo buat keperluan pribadi? no, thanks, gw masih pengen pake tangan dan kaki gw.

      • zul ari

        gw takut nanti semua mobil pakai self driving dan umat manusia tambah males bergerak bahkan buat nyetir pun malas padahal nyetir mobil juga termasuk olahraga,apalagi bawa mobil manual di kemacetan ?

        • Hillarius Satrio

          itu juga yang gw takutin, makannya gw nggak terlalu suka teknologi kalo jatohnya malah bikin males. contoh : gw nggak terlalu suka hatchback/sedan/dll pake transmisi matik, kecuali supercar yg kalo pake transmisi manual koplingnya kerasnya naujubillah, jadi gpp pake matik/DCT…

          … dan gw nggak suka CVT juga sih.. hehehe

          • zul ari

            daripada CVT mending torque converter kek di mobil mazda lebih berasa tarikannya dan gw juga ngak suka electronic parking brake…masih enak pakai otot sendiri

          • Drex

            Gw jg sama kyk masbro2 yg hobi nyetir…tapi…kita ga bisa menahan perubahan jaman bro..Mungkin yg kita rasain sama kyk sebagian org jaman dulu yg mikir lbh pilih kuda pd jaman awal mobil. Tapi..yah.. It is what it is bro. Suck it up ajalah.. Nanti jg akan nemuin hal yg menyenangkan lainnya pd mobil otonomi hehe..

          • Amar Akira

            Setuju Bang Hilsat

    • Muhammad Brian Farrel Hanner J

      Kalo full self driping ga akan ada setirnya kyknya

    • Muhammad Brian Farrel Hanner J

      Ralat Driving

  • Oki Ngew

    Siap2 pekerjaan supir bakalan mulai hilang dalam 10 tahun kedepan

  • Yusak Natanael Manuputty

    lebih enak nyetir pake tangan plus kaki, kalo mobil nyetir sendiri, hidup menjadi membosankan, cukup sinetron dan TV Indonesia aja yang bikin bosen, naik mobil harus tegang dan seruuuu….wkwkwkwk

    • zul ari

      bener gan ?

  • farid

    Baik deh saya percaya sama volvo,tapi apakah sensor dan sistem mobil otonomos di volvo mengalami kerusakan karena dimakan usia atau kecelakaan apakah pihak volvo mau perbaiki tanpa menyalahi konsumen?.karena jika mobil otonomos telah cukup lama digunakan fiturnya pasti ada mengalami masalah seperti kerusakan sensor atau sistem yg error

    • Amar Akira

      Mungkin dikompensasi sama penggantian part wajib berkala,wkwkwkwk

    • yup, bisa bisa regulasi mobil autonomous sama ketatnya sama regulasi pesawat