Test Ride Zero DS Indonesia: Ternyata Asik Juga!

by  in Motor Baru&Nasional&Review
Test Ride Zero DS Indonesia: Ternyata Asik Juga!
0  komentar

Review Zero DS Indonesia motor listrik test rideJakarta, AutonetMagz – Apa yang terbayang ketika ditawari untuk mencoba sebuah motor listrik? Jujur saja saya meragukannya ketika akan mencobanya, tapi meskipun meragukan, bukan berarti saya menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu dan mencoba langsung motor Zero ini. Singkatnya, seorang teman yang kerja sebagai wartawan di tempat lain menawari saya untuk mengetes Zero DS, sebenarnya bukan meminjamkan secara ikhlas, tetapi modus setan untuk membantu mengembalikan motor ini ke Garansindo selaku ATPM resmi dari Zero di Indonesia agar sepulangnya dari sana tidak perlu naik kendaraan umum. Oke, demi Zero DS ini tidak apa-apalah sekali-kali jadi ojek gratisan.

Sebelum kita mulai ke review motor, mari kita telisik apa itu merek motor listrik Zero. Di tahun 2006, Neal Saiki yang merupakan teknisi NASA mencoba membangun brand motor listrik dengan nama Zero Motorcycles. Awalnya ia hanya membuat motor secara terbatas lewat Zero model X dan varian yang lebih kencang dengan nama Zero MX. Karena keberhasilannya membuat motor listrik yang sangat baik, ia mencoba membuat motor listrik secara masal di tahun 2010 melalui Zero S, dan ternyata motor tersebut mengalami penjualan yang cukup menggembirakan hingga akhirnya Zero terus mengembangkan motor listrik dengan berbagai line up.

Foto-Motor-Listrik-Zero-DS

Saat pertama kali melihat motor ini, tentunya kita tidak akan mengira bahwa ini adalah sebuah motor listrik, semuanya tampak normal sebagaimana motor biasa, hanya saja kita tidak akan menemukan mesin dan detailing yang rumit seperti halnya motor dengan mesin bensin, mungkin ini adalah motor dengan tampilan paling minimalis dan yang pernah saya lihat sebelumnya, wajar sih, hilangnya mesin yang digantikan sebuah baterai besar membuat motor ini tampil futuristik.

Zero-DS-Key

Ketika pertama kali menerima kunci, saya sedikit heran dengan kunci motor Zero DS yang dibanderol dengan harga cukup mahal. “Serius ini kuncinya?” ucap saya ketika pertama kali memegang kunci Zero DS yang seperti kunci celengan atau kunci loker perpustakaan. Kunci tersebut sangat kecil, ringan dan memiliki gerigi yang kasar, tidak terlihat seperti kunci motor besar ataupun motor mewah.

Zero-DS-Speedometer-MID

Ketika memutar anak kunci, speedometer dan lampu motor akan menyala secara serentak, sama sekali tidak ada suara atau getaran sebagaimana suara mesin bensin ketika saat idle. Pada speedometer diberikan beberapa indikator seperti kapasitas baterai, kecepatan, range (jarak tempuh estimasi berbanding kapasitas baterai), temperatur, odometer, mode mengemudi (tertulis custom) dan kita tidak akan mendapatkan sebuah tachometer yang menandakan putaran mesin. Namun kita mendpatkan sebuah indikator tenaga dan torsi di sebelah kanan yang dapat dijadikan acuan, uniknya lagi kita mendapatkan dua buah indikator, yaitu output tenaga, dan regenerasi daya ketika melakukan engine braking.

Zero-DS-Speedometer

Pada speedometer Zero DS, kita akan diberikan dua buah tombol fisik untuk mengatur odometer dan jam dari motor ini, Speedometernya juga terlihat sangat jelas dan mudah dibaca meskipun kabel rem depan yang melintang dari motor ini terkadang cukup mengganggu. Dan perhatikan detailing dari motor ini yang dibuat sangat rapi dan simpel, membuatnya tampak futuristik. Ketika disentuh, bagian stang motor dan yang lainnya terasa sedikit kasar karena memang menggunakan finishing cat doff, tapi menurut saya hal tersebut terasa lebih mewah dibandingkan dengan cat licin atau chrome.

[su_custom_gallery source=”media: 25585,25569″ limit=”2″ link=”attachment” width=”300″ height=”300″ title=”never”][su_custom_gallery source=”media: 20192,20167″ limit=”2″ link=”attachment” width=”300″ height=”300″][/su_custom_gallery]

Motor ini tidak memiliki tangki bensin, meskipun seolah-olah memiliki tangki bensin dari desainnya. Sebenarnya dibalik bentuk bodi yang mirip seperti tangki bensin tersebut ada sebuah tempat penyimpanan seperti tas yang dapat dilepasyang dapat digunakan untuk menyimpan kabel charger. Jika anda ingin memiliki jarak tempuh lebih banyak, ruangan ini juga bisa digunakan untuk menambahkan baterai opsional.

Zero-DS-Bar

Masih seputar stang dan tangki motor, bagi saya yang memiliki profil tubuh tidak terlalu besar, stang motor ini terasa terlalu lebar dan lurus, sehingga cukup sulit untuk digunakan meneraas kemacetan di Jakarta. Memang sih profil stang seperti ini lebih cocok digunakan untuk motor cross dibandingkan motor daily use, sepertinya jika stang motor ini dibuat sedikit lebih pendek dan menekuk ke dalam, motor ini akan lebih nyaman lagi.

Zero-DS-mode-Switch

Nah, di stand sebelah kanan, kita akan menemukan dua buah switch, yang pertama ialah switch untuk mematikan dan mengaktifkan motor listrik meskipun kunci kontak dalam keadaan hidup sebagaimana motor bensin lainnya. Yang kedua, kita akan menemukan tombol mode yang dapat digunakan untuk mengubah mode berkendara mulai dari Sport, Eco dan Custom. Nah ini bagian paling menarik, mode custom merupakan mode yang memberikan pengendara kebebasan untuk mengatur motor melalui iPhone atau smartphone Android mereka. Di mode ini kita bisa menentukan persentasi tenaga mesin dan torsi yang digunakan, mengatur engine brake, dan informasi-informasi lainnya yang sangat membantu pengendara mengetahui keadaan motor listrik mereka, dan itu semua terhubung melalui Bluetooth, keren!

Zero-DS-Seat

Nah buat kamu yang suka berkendara jarak jauh, jok dari Zero DS ini mungkin akan terasa tidak begitu nyaman mengingat ia memiliki busa yang cukup keras, namun cukup oke sepertinya jika kita berkendara selama 2 hingga 3 jam di dalam maupun luar kota. Ketika berkendara pun, karena motor ini tidak menggunakan mesin bensin, kita tidak akan merasakan panas sama sekali di bagian kaki. Oh iya, karena ini motor buatan Amerika, kita akan menemukan bendera Amerika di buntut motor ini.

[su_custom_gallery source=”media: 25576,25595″ limit=”2″ link=”attachment” width=”300″ height=”300″ title=”never”][su_custom_gallery source=”media: 20192,20167″ limit=”2″ link=”attachment” width=”300″ height=”300″][/su_custom_gallery]

Nah, kalau tadi kita sudah mengetahui tempat penyimpanan kabel, sekarang dimanakah lubang untuk menhubungkan kabel tersebut? Ternyata Zero DS ini memiliki port listik tersembunyi di bagian sasis kiri, lucunya meskipun diletakan tersembunyi, penutupnya terbuat dari karet tebal yang sangat sederhana. Namun saya yakin sih kalau ini pasti kedap air. Asiknya lagi, lubang pengecasan motor ini tidak harus menggunakan kabel khusus, karena kita dapat menggunakan port lisrik biasa dan langsung terhubung dengan steker listrik rumahan di Indonesia, asiknya lagi, adapter dari motor ini juga sudah disematkan di dalam motor, sehingga kita tidak perlu membawa adapter besar seperti halnya komputer maupun peralatan listrikyang membutuhkan baterai lainnya.

Zero-DS-Headlamp

Sekarang, mari kita bicara tentang desain, saya sengaja membahas ini di bagian kedua karena ingin membahas keunikan motor ini di bagian pertama dari sisi pengemudi. Secara desain, motor ini memiliki ukuran yang cukup kompak dan terasa sangat tinggi. Mudahnya, motor ini terasa seperti KTM Duke 390 dari segi dimensi menurut saya. Hanya saja motor ini lebih minimalis dari segi desain.

Zero-DS-Battery

Motor ini menggunakan sasis perimeter frame, atau yang kita kenal dengan nama Deltabox jika motor kamu Yamaha. Namun sasis perimeter ini bukanlah sasis perimeter biasa, karena sasis yang digunakan di Zero DS terbuat dari bahan alumunium untuk membuatnya lebih ringan.

Ban-Zero-DS

Motor ini menggunakan Ban Pirelli MT-06 yang bisa digunakan untuk light off road, tapi masih cocok untuk digunakan di jalan beraspal. Motor ini juga menggunakan rem cakram bawaan Bosch yang sudah dilengkapi dengan ABS, meskipun ukuran cakramnya terlihat kecil, tetapi cakram berdiameter 320 milimeter ini sudah cukup menjajikan dari segi pengereman.

Zero-DS-in-Detail-Photos

Ban belakang dari motor ini juga sudah dilengkapi dengan rem cakram, hanay saja motor ini sepertinya terlihat kurang gagah karena masih menggunakan velg model jari-jari, meskipun sebenarnya velg jari-jari ini dipilih untuk membuat bobot motor lebih ringan.

Belt-Zero-DS

Di sisi kiri ban belakang, motor ini tidak menggunakan rantai ataupun gardan, karena Zero DS mempercayakan penyaluran tenaga motor listrik ke ban belakang menggunakan sabuk carbon fiber yang di claim maintenance free. Motor ini juga tidak menggunakan gigi atau kopling sama sekali, Zero menyebut teknologi ini sebagai Direct Drive Gearing.

Shocbreaker-Zero-DS-Indonesia

Bicara soal suspensi, suspensi motor ini menggunakan suspensi Showa yang sudah di desain khusus untuk motor-motor Zero. Suspensi ini adalah suspensi fully customize yang dapat di atur tingkat kekerasannya sesuai dengan keinginan pengendara, pada saat saya mencoba motor ini, sepertinya shockbreaker belakang motor ini sedang di set dalam keadaan yang cukup stiff.

Motor-Listrik-Zero-DS

Motor ini memiliki buntut dan spakbor yang sangat tinggi untuk menunjukan gaya supermoto yang dapat digunakan ke medan off road. Namun sayangnya dengan bentuk profil yang sangat tinggi di bagian belakang ini, cipratan air ketika melewati genangan sangat mengganggu pengendara lain yang ada di belakang, bahkan setelah saya menggunakan motor ini, jaket yang saya kenakan menjadi sangat kotor pada bagian punggunggnya.

Zero-DS-Indonesia-Battery-Capacity

Nah, sekarang mari kita bericara tentang performa dan daya tempuh. Unit Zero DS yang ada di dunia ini ada 3 model, mulai dari baterai ZF 9.4, ZF 11,4 hingga ZF 12.5. Dan jika kamu butuh baterai tambahan , Zero juga menyediakan powertank dengan kapasitas 2.8 KWh yang dapat membawa motor ini melaju dengan jarak tempuh total sebesar 280 kilometer jika dipasangkan dengan ZF 12,5. Namun unit yang kami coba menggunakan baterai 11.4 Kwh.

Menurut website Zero DS, varian ZF 11,4 ini sudah tidak di produksi lagi di Amerika dan digantikan dengan ZF 9,4 dan ZF 12,5. Namun berdasarkan data, motor Zero DS ZF 11,4 dapat menempuh jarak hampir 200 kilometer dalam keadaan penuh dan standar pengetesan SAE 2982 di Amerika. Untuk varian 9.4 kita dapat menempuh jarak hingga 167 km, dan 12.5 hingga 224 km. Cukuplah untuk berkendara ke Bandung yang memiliki jarak sekitar 150 kilometer.

Zero-DS-Engine-Electric

Nah soal mesin listrik, ini bagian yang paling seru. Motor ini dibekali dengan mesin listrik bertenaga 54 Hp dan torsi sebesar 92 Nm. Dari tenaga mesin, mungkin anda bisa membandingkan performa motor ini dengan KTM Duke 690 dan Kawasaki Versys 650 yang masing-masing memiliki tenaga 67 Hp. tapi anggap saja motor ini adalah varian yang mendekati dari body type dan output tenaga karena lebih ramping dan lebih ringan dengan bobot 180 kilogram, namun masih lebih ringan KTM Duke 690 sih yang tidak sampai 150 kilogram.

Dengan output tenaga yang hampir menyerupai motor dual purpose 600 cc, Zero DS dapat berakselerasi dari 0 ke 100 kilometer perjam hanya dalam waktu 5.3 detik dan memiliki kecepatan maksimum hingga 159 kilometer perjam. Memang tidak begitu mengesankan dari segi kecepatan maksimum, namun untuk akselerasi mungkin masih dibilang lumayan.

Posisi-mengemudi-Motor-Listrik-Zero-DS

Motor ini memiliki profil cukup tinggi, meskipun teman saya yang ada di foto ini memiliki tinggi sekitar 170 cm, ia tetap harus berjinjit ketika kedua kakinya menapak tanah. Mungkin suspensinya harus di atur agar lebih empuk agar ketika duduk tinggi motor bisa lebih turun lagi.

Nah, karena waktu sudah semakin sore dan kami harus bergegas agar tidak terjebak bersamaan dengan jam pulang kantor, kami segera melanjutkan perjalanan ke kantor Garansindo untuk mengembalikan motor ini kepada sang pemilik sekaligus ATPMnya. Namun lucunya, motor ini tidak dibekali dengan STNK dan plat nomor sungguhan, plat nomor yang ada di bagian belakang bukanlah plat nomor asli yang sudah terdaftar, sehingga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami terpaksa memilih jalan tikus untuk menempuh rute dari daerah Wijaya ke kantor Garansindo yang terletak di Buncit.

Menjajal Zero DS ini cukup unik mengingat ketika memutar tuas gas kita sama sekali tidak akan merasakan suara dan getaran mesin, ketika memutar tuas gas lebih dalam, barulah kita akan mendengarkan suara mesin listrik dengan bunyi yang sangat unik seperti dibawah ini, namun perlu diingat, suara ini sangat minim sekali, jika anda menggunakan helm, tentunya suaranya akan lebih kedap lagi.

Seperti claim yang diberikan oleh pabrik, ubah mode motor ini ke mode sport, secara spontan, akselerasi motor akan terasa secara drastis meskipun kita memutar gas sedikit saja. Namun meskipun kencang, motor ini tidak memberikan sensasi layaknya sebuah motor besar karena tidak adanya suara mesin yang meraung-raung, begitupula dengan absennya transmisi juga membuat kita seperti membawa sebuah motor matic yang lebih kencang, akselerasinya halus namun siap menjabak kapan saja jika anda memelintir putaran gas lebih dalam lagi. Wuss…

Namun saya tidak berani membawa motor ini lebih kencang dari 80 kilometer perjam, bukannya karena motor ini tidak mampu, namun kondisi jalan yang macet di jam pulang kerja dan gear berkendara yang ala kadarnya karena mendadak, lebih baik saya menikmati kamcetan di Jakarta menggunakan motor ini sambil mencari alternatif daerah mana yang jarang ada Polisi.

Zero-DS-RidingBerkendara dengan motor ini di kemacetan sebenarnya bisa dibilang nyaman dari posisi mengemudinya, asalkan jika stang motor ini bisa dibuat lebih mundur dan dipotong sedikit karena saya merasakan motor ini terlalu panjang. Terutama untuk selap-selip sepertinya sangat mengganggu. Karena hilangnya fungsi transmisi, saya terkadang kikuk mengira motor ini adalah motor matic, sampai lupa kalau rem belakang terletak di foot step sebelah kanan, umumnya jika mengendarai motor tanpa gigi, rem belakang tersedia di stang motor sebelah kiri.

Zero-DS-Posisi-Mengemudi

Meskipun bentuknya tidak begitu outstanding dan kurang photogenic, namun ketika mengendarai motor ini cukup banyak menarik perhatian, bahkan ketika di lampu merah pun pengendara lain sempat menanyakan motor apa ini. Soal handling, motor ini cukup bagus, stabil namun tidak lincah karena memiliki jarak sumbu roda yang cukup panjang dan stang panjang yang bikin keki.

Saya memulai berkendara dari Wijaya dengan posisi baterai start di angka 23%, teman saya sedikit ragu dengan jumlah daya yang tinggal sedikit itu apakah bisa sampai ke Garansindo, apalagi motor ini tidak bisa di charge menggunakan power bank smartphone, namun saya yakin sih motor ini bisa sampai ke tempat tujuan. Ketika sampai, secara mengejutkan, motor ini masih memiliki baterai sebanyak 17% setelah dipakai melibas kemacetan sepanjang 10 kilometer (berdasarkan speedometer). Jika digunakan di jalan raya yang lancar dan mode berkendara hemat energi, tentunya bisa lebih baik lagi konsumsi dayanya.

Battery Consumption Zero DSSaya membayangkan jika saya adalah seorang eksekutif yang membutuhkan mobilitas sebuah motor untuk menghindari macet di perkotaan, Zero DS ini sebenarnya bisa dijadikan sebuah icon lifestyle baru untuk para eksekutif yang ingin tampil gaya namun tetap low profile tanpa harus menunjukan betapa angkuhnya suara knalpot motor mereka. Dengan motor ini tentunya kita tidak memerlukan bensin untuk berkendara tiap hari, baik untuk santai dan jika ingin sedikit nakal, tentunya motor listrik ini siap meladeni keinginan anda.

Zero-DS-Wing

Dengan harga sebesar 230 juta Rupiah off the road, kita tidak bisa menjustifikasi harga motor ini terlalu mahal atau terlalu murah, karena di kelas ini tidak ada kompetitor lain yang sebanding. Namun jika anda berharap motor ini bisa menggantikan biaya bensin harian anda dalam menggunakan motor sehari-hari untuk rutinitas kerja, menurut saya tidak juga, karena banderolnya masih terasa mahal dibandingkan biaya bensin motor anda tiap tahun. Lebih tepatnya Zero DS kita sebut sebagai game changer, motor ini adalah gebrakan dari sekian banyak pabrikan motor yang berlomba-lomba menciptakan motor se-unik mungkin untuk menggaet pengguna, dan Zero datang membawa gaya baru. Tapi saya suka!

Namun sayang, saya hanya mendapatkan kesempatan mencoba motor ini sebentar saja, rasanya lebih asik jika saya mencoba motor ini untuk berkendara jarak jauh untuk membuktikan ketangguhan dan peforma dari motor listrik ini. Selamat datang di masa depan, Zero DS sepertinya telah membawa saya lebih cepat ke 20 tahun yang akan datang dan membuat motor bensin yang memiliki suara dan getaran mesin terlihat kuno.

Ini adalah artikel review motor pertama saya dengan gaya in depth review, sampaikan komentar kamu tentang review ini. Terima kasih!

Read Prev:
Read Next:
  • Yudakusuma

    kok berasa aneh ya, bentuknya motor sport tapi mekanismenya matic… kalo ini ngga ada semacam kopling, berarti ini ngga ada engine brake kah?

    mungkin kalo rem belakang dipindah ke handgrip kiri enak kali ya? bisa rada ngalay kayak naik matic hehehe…

    • Ridwan Hanif

      engine brake bisa diatur dari smartphone yud, makanya gua bilang ini motor new wave, karena belum ada yang bisa dibandingin apple to apple

  • okisyauqi

    Harus orang yang bener2 low profile yang punya ini. Bentuk bodi kayak gitu siapa yang ngira kalo harganya 250 jt? Paling orang2 ngira harganya 50 jt an. Orang indonesia memang kebanyakan lebih butuh gaya daripada fungsionalitas

    • Mika Hendrawan

      Ah ga juga, saya punya motor ini padahal saya sombongnya minta ampun… makanya saya beli 4 unit. Kemana2 selalu saya bawa keempat2nya dikeret pake tambang…

      jadi saat orang2 mengira ini harganya 50 juta doank setidaknya mereka bisa menghitung 4×50 juta = 200 juta sehingga kesombongan saya tetap terjaga

  • erik

    Surat2 nya gimana tuh?
    regulasi pemerintah soal pajak menghitungnya dari cc mesin, mocin banyak tuh berseliweran model kayak ya**** mio gak pake no pol.
    harganya masih d bawah 7 jt aan memang mutu jauh dr standar tetapi fungsinya tetap dapat.
    hehe

  • Robert

    on the roadnya jadi berapa yaa??
    jadi maksudnya itu gak ada surat2 resmi STNK atau plat no. dari polisi?

  • amar

    Setelah mobil listrik fenomenal Tesla,sekarang motor Zero,sama”cuman pakai 1 gear yg ratio gearnya gila,klo teknologi gear yg dipakek Zero sama kyk Tesla,harusnya ni motor ada efek engine electric breaknya

    • Ridwan Hanif

      bukan gear rationya gila, memang mesin listrik berbeda dengan combustion engine yang tenaga dan putaran mesinnya terbatas, sehingga harus pakai gear biar rentang kecepatannya bisa berubah-ubah

    • rama

      kalau tidak salah yang masuk sini zero dulu baru tesla

  • darryl

    Nice review, Mas RH. Gaya tulisannya ringan tapi tetep informatif. Jd berasa baca review-an media otomotif luar negeri. Hehe. Sukses buat autonetmagz

  • prayogi2k

    Aneh, produsen motor jepang di sini, yang sudah pasti balik modal sudah sejak lama, tidak ada yg tertarik memproduksi misal skuter listrik untuk harian, gak perlu muluk2 spec nya : bisa jalan sejauh 100km sekali charge, bisa di charge 75% dalam 1 jam (niru hape2 yg lagi tren fitur seperti itu) , max speed 100km/jam, bisa angkut 100kg. harga max 15jt (karena baterai lithium lumayan masih mahal), bisa laris, mungkin saya ikut leasing :D. yang berani bikin motor listrik hanya “orang2 pemberani” macam yg bikin Zero ini.

    • kariage tabata

      di malaysia ad mas modenas ctric mungkin bisa sedikit ngrayu kawasaki agar di rebadge masuk sini