Tanggal 25 September, Pemerintah Paris Larang Kendaraan Beredar Seharian

by  in Event&International
Tanggal 25 September, Pemerintah Paris Larang Kendaraan Beredar Seharian
0  komentar

AutonetMagz.com – Penduduk kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bogor dan lain-lain mengetahui dan menikmati yang namanya Car Free Day, atau disingkat CFD. Biasanya di hari Minggu, jalanan tertentu ditutup aksesnya bagi mobil dan motor dalam beberapa jam, untuk membiarkan warga menikmati aktivitas seperti olah raga atau santai di Minggu pagi tanpa mobil dan motor yang lalu lalang. Selain itu, banyak juga atraksi, kuliner hingga transaksi dagang di sana.

Jujur saja, banyak yang menikmati acara seperti CFD, tapi bagaimana kalau pemblokiran jalan seperti CFD dilakukan nyaris seharian? Itulah yang dipikirkan pemerintah Paris, yang berniat untuk melarang kendaraan melintas di jalanan Paris pada tanggal 25 September 2016, hari Minggu, mulai jam 11 siang hingga jam 6 sore. Tidak hanya mobil dan motor biasa yang dilarang, namun mobil dan motor bertenaga listrik, hidrogen dan lain-lain tetap dilarang beredar di waktu tersebut.

lalu lintas di paris

Untuk detailnya, ada 11 dari 20 distrik di Paris yang tidak boleh dilintasi kendaraan. Lalu, bagaimana dengan mobilitas warga Paris yang harus pergi ke sana kemari hari Minggu, seperti belanja, ke taman, beribadah atau lain-lain? Tenang saja, kendaraan umum seperti bus dan taksi masih diizinkan beroperasi pada jam-jam tersebut, demikian juga mobil polisi, ambulans, pemadam kebakaran dan instansi pemerintah lainnya.

Akan tetapi, taksi online sejenis Uber tetap tidak boleh beredar, karena bukan bagian dari kendaraan umum resmi dari pemerintah Paris. Jika tidak berminat naik kendaraan umum, warga masih boleh mengandalkan moda transportasi lain seperti sepeda, skateboard, sepatu roda dan lain-lain, pokoknya yang tidak bermesin. Tidak punya? Baiklah, pemerintah juga mengizinkan warga untuk memakai mobil listrik sewaan atau sepeda sewaan resmi dari pemerintah secara gratis.

nissan leaf dan bmw i3

Namun, gratisnya hanya berlaku selama seminggu menjelang hari H, dan selama itu, pemerintah menganjurkan siapa pun yang punya mobil untuk membiarkan mobilnya bobok manis dulu di garasi. Tujuan pelarangan ini sudah pasti untuk menunjukkan, bagaimana jalanan Paris tanpa mobil versus bagaimana jalanan Paris yang biasa dilihat warganya, yang semrawut dan padat. Hm, apa pemerintah di kota-kota besar di Indonesia tertarik meniru kebijakan ini? Program yang cukup baik lho ini. Bagaimana menurutmu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: