Suspensi Ajaib Ala Bose Segera Masuki Tahap Produksi!

by  in Hi-Tech&International
Suspensi Ajaib Ala Bose Segera Masuki Tahap Produksi!
0  komentar

AutonetMagz.com – Kebanyakan dari kita mengenali merek Bose sebagai produsen audio ternama, tapi mungkin ada segelintir orang yang ingat kalau Bose pernah menawarkan prototipe suspensi canggih sekitar 30 tahun lalu. Diberi nama “Project Sound”, Bose menjanjikan suspensi yang bisa membuat bodi mobil tetap rata meski berjalan di atas medan yang keriting. Untuk ukuran teknologi 30 tahun lalu, itu amat sangat revolusioner.

Mereka pun tak hanya omong kosong saja, melainkan sudah membuktikannya. Mereka memakai 2 buah Lexus LS400, di mana yang satu pakai suspensi biasa dan satu lagi pakai suspensi Bose. Sayangnya, teknologi ini tidak pernah diproduksi massal karena dinilai terlalu rumit dan mahal. Yah, itu kan 30 tahun yang lalu, kalau sekarang sih lain cerita, soalnya sebuah perusahaan sedang berjibaku untuk membuat suspensi ajaib Bose segera masuk ke ranah produksi massal.

Teknologi Bose sudah diakuisisi oleh perusahaan bernama ClearMotion pada tahun 2017. Teknologi yang mereka akuisisi adalah teknologi supaya suspensi bisa mengontrol pergerakan roda dalam hal gerakan memantul, mengayun atau naik-turun untuk mengantisipasi guncangan akibat melewati jalanan yang tidak rata. Hasilnya adalah bantingan super halus yang konon bisa membuat mobil seperti Rolls-Royce, Bentley dan Maybach berkeringat dingin.

Pada dasarnya, suspensi normal memakai per, sokbreker dan lengan ayun untuk meredam guncangan yang notabene bersifat pasif. Sistem milik ClearMotion bersifat aktif, jadi ia bisa membaca kontur jalan dan menyiapkan pergerakan suspensi dan roda dengan cepat dan tepat demi memastikan bodi mobil tetap rata ban bantingan tetap halus. Basis suspensi ini adalah suspensi MacPherson Strut yang sudah dimodifikasi.

Modifikasi yang dilakukan mencakup pemasangan magnet, motor dan controller. Bose menyebutnya sebagai “linear electromagnetic motors” dan “power amplifier”, tapi ClearMotion menyebutnya “ActiValve”. Ketika controller mendeteksi gangguan, motor langsung bereaksi dalam 5 milidetik untuk melawannya dengan memberikan tekanan lebih ke damper. Pembacaan kontur jalan secara HD dan algoritma pengendalian juga memastikan mobil tetap dalam kondisi datar.

Jadi, suspensinya selalu siaga untuk memastikan bantingan halus dan bodi tidak bergoyang. Tidak peduli apakah medannya berupa jalan keriting, berlubang, bergelombang, polisi tidur, mobil sedang slalom hingga ke gerakan akselerasi dan mengerem dadakan, mobil tes bisa tetap datar. Itu berarti penumpang di dalam tetap nyaman. Mirip dengan teknologi magnetic ride, tapi yang ini lebih canggih. Saat ini, teknologi suspensi yang mendekati kepunyaan Bose ada di Audi A8 baru.

Jika teknologi itu terbilang bagi Bose 30 tahun lalu, maka ClearMotion sudah bisa mengurangi biayanya secara signifikan, mengingat teknologi dasar berupa magnetic ride suspension sudah ada di beberapa mobil, mulai dari Ford hingga Ferrari. Pada tahun 2019, ada segelintir mobil yang akan memakai teknologi ini, dan akan diperbanyak jumlahnya di tahun 2020. Sayang, ClearMotion tidak membeberkan mobil apa yang bakal memakainya.

Akan tetapi, ada sedikit petunjuk. Saat ClearMotion mendemonstrasikan teknologinya, mereka memakai sepasang BMW 5-Series, sementara bahan untuk media menunjukkan sebuah Tesla Model S. Sepertinya teknologi ini akan masuk ke ranah premium dulu, mengingat biaya dan teknologinya cocok untuk mengukuhkan tingkat kepemimpinan merek premium dalam hal teknologi. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: