Survey Kualitas Otomotif Global JD Power : Jepang Turun, Korea Naik

Survey Kualitas Otomotif Global JD Power : Jepang Turun, Korea Naik
0  komentar
2015 Toyota Camry facelift

AutonetMagz.com – Pihak JD Power divisi kualitas otomotif sudah selesai melakukan penilaian soal kualitas produk mobil di dunia, melibatkan hampir semua merek mobil yang kita kenal. Metode studi mereka sebagai berikut : mereka memonitor komplain yang muncul saat 3 bulan pertama sejak kepemilikan mobil baru.

Nah, jumlah komplain tersebut disajikan menjadi jumlah masalah yang dialami per 100 kendaraan pada populasi umum setiap model. Makin rendah angkanya, makin bagus kualitasnya. Hasilnya, Porsche berhak atas tempat pertama selama 2 tahun berturut-turut, kali ini dengan skor 80.

kia-optima

Bersiap-siap kaget saat tahu kalau KIA meraih tempat kedua berkat total skor 86 yang diraihnya. Ini pertama kalinya brand Korea bisa mengalahkan kualitas merek premium lain secara hasil survey. Brand yang posisinya berada di bawah KIA adalah Jaguar, Hyundai dan Infiniti di tempat ketiga, keempat dan kelima.

Margin nilai kualitas merek Korea total mencapai 90 poin, ini lebih dari margin total merek Eropa (113) dan merek Jepang (114). Untuk kedua kalinya, margin hasil survey kualitas merek Amerika bisa menyamai merek Jepang di angka 114. Di sinilah poin yang menyatakan kalau merek Korea mulai bangkit untuk menebus dosanya yang dulu, bahkan bisa melampaui merek-merek yang lebih kuat.

Honda-Accord-V6

Sejak lama, merek-merek Jepang telah dikenal sebagai salah satu penentu standar emas dalam kualitas kendaraan, ” ujar JD Power Vice President of Automotive Quality, Renee Stephens. “Saat merek Jepang sibuk melakukan pembenahan, kami melihat merek lain, utamanya Korea memiliki akselerasi yang cepat dalam pembenahan besar-besaran.

Terus, siapa yang terburuk? Rupanya Fiat harus menanggung malu dengan skor 161 masalah per 100 kendaraan. Posisi ketiga dari belakang dihuni Chrysler dengan skor 143, lalu tempat kelima terburuk diraih oleh Jeep dengan skor 141. Menariknya, 3 merek yang meraih skor terendah ini berasal dari satu bendera, yakni FCA (Fiat-Chrysler Automobiles). Artinya? Silahkan simpulkan sendiri.

Fiat-Aegea-Belakang

Memangnya rata-rata apa sih hal yang dipermasalahkan? Menurut survey, mereka menemukan bahwa teknologi konektivitas dan infotainment tetap menjadi sumber terbesar dari keluhan untuk 3 tahun berturut-turut, sementara teknologi voice recognition menambahkan rata-rata 10 poin untuk skor komplain yang dilaporkan.

Smartphone telah menetapkan ekspektasi tinggi dari konsumen tentang seberapa baik teknologi harus bekerja, dan mobil sedang berjuang untuk mencocokkan kesuksesan teknologi smartphone dalam kendaraan baru mereka,” tambah Stephens. “Namun, kita melihat beberapa komponen teknologi selalu membenahi diri sepanjang waktu. Yang jelas adalah teknologi infotainment dan konektivitas kadang tidak bisa mengikuti durasi pembuatan sebuah model mobil all-new alias generasi baru,” begitulah katanya.

hyundai-sonata-generasi-ketujuh

Apa hal kualitas ini berlaku juga di Indonesia? Yaaa… Sedikit. Dulu waktu mobil Korea bergerilya dengan produk mereka yang jauh lebih baik dari sebelumnya, mereka sangat digilai dan jadi buah bibir di mana-mana, tapi sekarang entah mengapa makin lama makin terasa biasa lagi dan kurang spesial. Belum lagi soal durabilitas yang pernah disurvey What Car? di Inggris yang menyajikan kalau trio Jepang yakni Honda, Toyota dan Suzuki adalah yang terbaik soal reliability. (Baca juga : Honda, Suzuki dan Toyota Tercatat Sebagai yang Paling Reliable di Inggris)

Menurut beberapa komentar yang pernah kami baca, penyebab utamanya adalah sunatan fitur massal, terutama saat kami melihat bahwa Santa Fe Sport hanya punya 1 airbag. Apa boleh buat, karena ekonomi sedang memburuk tapi harga jual harus dijaga sekompetitif mungkin. Kalau menurutmu, apa penyebabnya? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: