Nissan Akan Kecilkan Kapasitas dan Penjualan Agar Bertahan Hidup

by  in Berita&Nissan
Nissan Akan Kecilkan Kapasitas dan Penjualan Agar Bertahan Hidup
0  komentar

AutonetMagz.com – Nissan nampaknya tak menyangka akan dihantam bertubi-tubi oleh banyak faktor. Selain dari perselisihan Nissan dengan mantan CEO-nya, Carlos Ghosn, Nissan juga sedang mengalami kerugian terbesarnya selama 10 tahun terakhir. Kerugian Nissan mencapai 26,1 juta Yen atau sekitar 3,8 T Rupiah dalam periode Oktober-Desember 2019. Wabah COVID-19 yang tiba-tiba datang juga hanya memperparah keadaan.

Nissan pun putar otak untuk bisa bertahan di situasi sulit macam ini. Langkah sulit namun terpaksa seperti penutupan pabrik dan pengurangan tenaga kerja pun sudah dilakukan, namun ada langkah lain lagi. Menurut Reuters, Nissan akan mengurangi target penjualan dari yang tadinya 6 juta mobil per tahun jadi 5 juta mobil saja. Pada era Carlos Ghosn, tadinya target Nissan lebih tinggi lagi di angka 8 juta mobil per tahun, namun situasi kini berbeda.

Terlebih, beberapa tahun belakangan Nissan sendiri agak susah menjual lebih dari 5 juta mobil per tahun. Jika angka penjualan diperkecil, produksi juga nampaknya akan berkurang dan menjadikan skala Nissan lebih kecil secara kemampuan membuat kendaraan. Masih ada beberapa pabrik yang akan ditutup ke depannya, termasuk pengurangan tenaga kerja juga. Sebagai langkah perbaikan lain, Nissan juga sudah mulai menggeliat dalam meracik produk baru.

Nissan akan berkonsentrasi pada produk vital yang menjadi kunci sukses penjualan di hampir segala negara di dunia, yakni crossover atau SUV. Untuk itulah mereka sedang merencanakan Nissan Qashqai terbaru, bahkan belum lama ini terendus paten yang menyiratkan sosok Nissan X-Trail generasi keempat yang mungkin berkode T33. Selain dari 2 crossover itu, Nissan juga sedang menyiapkan Nissan Fairlady Z terbaru untuk menggantikan Z34 yang memang sudah tua.

Kelas crossover dan SUV memang nampaknya akan mendongkrak taji Nissan lagi, namun Nissan Fairlady Z memang tak akan menolong penjualan secara signifikan meski perannya penting sebagai citra Nissan. Jika melihat Juke generasi kedua yang bagus, kami optimis Nissan bisa. Jika semuanya lancar, rencana “bertahan hidup untuk bangkit” ini akan berlangsung hingga Maret 2023 dan semuanya akan kembali normal. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:

Hillarius Satrio Seorang pehobi otomotif yang masih mengunyah bangku kuliah. Sangat menyukai mobil yang bisa lari kencang, khususnya mobil sport Jepang. Sekarang juga sedang menggeluti dunia desain mobil, diawali dengan dunia modifikasi digital atau bisa disebut "Digimods" dan berlanjut ke membuat mobil di aplikasi 3 Dimensi. | twitter: @hillsatrio