Penjualan Datsun Dunia Jauh Dibawah Target

by  in Datsun&International
Penjualan Datsun Dunia Jauh Dibawah Target
0  komentar

Penjualan Datsun GO+ plus Panca meningkat terusAutonetMagz – Ketika pertama kali diluncurkan di dunia, Carloss Ghosn selaku CEO dari Nissan mengatakan bahwa hidupnya kembali Datsun akan menyumbang hingga 50% dari penjualan Nissan Indonesia pada tahun 2016. Maka tidak heran jika Nissan mematok target penjualan yang sangat tinggi di tiga negara yaitu India, Rusia dan Indonesia.

Sudah setahun sejak Datsun diperkenalkan di Indonesia melalui IIMS 2013 silam, namun ternyata penjualan Datsun hanya mampu meraih 11.000 unit saja terhitung bulan September 2014, jumlahnya memang sangat banyak jika dihitung dari kuantitas, namun jika kita melihat target pertahun fiskal, Datsun mematok angka 40.000 unit pertahun untuk pasar Indonesia. Namun ternyata hasil penjualan Datsun tidak lebih dari 30% dari target penjualan.

Pasar Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan dengan pasar India yang ditargetkan lebih besar lagi. Saat peluncuran, Datsun berharap akan mendapatkan 8% market share dari total keseluruhan pasar India sebesar 2.5 juta kendaraan pertahun, namun ternyata Datsun – Nissan India hanya dapat meraih 1.3% market share saja dengan total penjualan 9.557 unit untuk Datsun hingga bulan September. Jika dibandingkan dengan kompetitor utamanya, Maruti Suzuki Alto di India, angka 9.557 penjualan dapat diraih Alto hanya dalam waktu beberapa minggu saja.

Datsun GO Panca hatchback tipe tertinggi T Active

Penjualan Datsun di India semakin hari semakin menurun, di bulan Juli lalu Datsun hanya mampu menjual 607 unit Datsun di India. Salah satu kegagalan Datsun di India menurut Deepesh Rathore selaku CEO dari Emerging Automotive Advisors di New Delhi, “Pembeli mobil umumnya ingin mengendarai mobil yang bergengsi dan tidak terlihat membawa sebuah mobil murah, maka dari itu sama halnya seperti Tata Nano yang tidak sukses di pasar karena kurang bergengsi”.

Belajar dari kegagalan Tata Nano yang dijual dengan harga nyaris setengah dari Datsun GO di India, mobil tersebut hanya mampu terjual 250.000 unit setelah 5 tahun sejak pertama kali diperkenalkan di tahun 2008, padahal jumlah tersebut sama dengan kapasitas produksi dari Tata Nano selama setahun.

Nissan sendiri telah menunjukan keseriusannya di Indonesia dengan investasi sebesar 400 juta US Dollar (1.6 Triliun Rupiah) untuk membangun pabrik Datsun – Renault di Purwakarta, Jawa Barat. Meskipun penjualannya belum menunjukan perbaikan, Nissan masih optimis bahwa penjualan Datsun sedang merangkak untuk memenuhi target penjualan mereka.

Pabrik perakitan Datsun Indonesia

Di Rusia, Datsun juga mengalami kesulitan penjualan karena produk yang dijual oleh mereka hanyalah sebuah rebadge dari Lada Granta yang merupakan mobil rakyat di Rusia. Dengan brand legendaris yang citranya diubah menjadi produsen mobil murah, ternyata penjualan Datsun masih jauh dibawah brand “Lada” yang sudah dikenal lebih dulu oleh masyarakat Rusia.

Blunder terbesar Nissan dalam menghidupkan kembali brand Datsun di tahun 2013 ini ada pada tujuan perusahaan yang fokus untuk menciptakan mobil rakyat murah meriah yang ditujukan untuk pembeli mobil pertama kali, padahal di zaman dahulu kita mengenal Datsun sebagai produsen mobil yang memiliki durabilitas, performa dan bentuk yang radikal dengan Datsun Fairlady 240Z, Datsun Skyline GTR, Datsun Bluebird dan Datsun 720. Beberapa produk fenomenal seperti Fairlady 240 Z dan Datsun Skyline GTR berhasil diselamatkan Nissan melalui Nissan Fairlady 350Z dan Nissan Skyline GTR.

Datsun-redi-GO-IIMS

Dengan citra mobil murah yang dibangun Datsun sejak tahun 2013 silam, Datsun menghadapi tantangan yang cukup besar mengingat minat terhadap mobil murah semakin menurun. Namun Datsun tetap tidak berkecil hati karena beberapa bulan ke depan Datsun akan meluncurkan Datsun GO+ di India dan masih berharap dengan kehadiran Datsun Redi-GO yang akan diposisikan dibawah Datsun GO.

Lihat juga komparasi Datsun GO Panca vs Toyota Agya

Ralat : Pada paragraf pertama terdapat kata bahwa “Datsun akan menyumbang hingga 50% dari penjualan Nissan Indonesia”, telah diralat menjadi “Datsun akan menyumbang hingga 50% dari penjualan Nissan Indonesia pada tahun 2016”. Mohon maaf atas kekurangan informasi yang terlewatkan.

Read Prev:
Read Next:

Ridwan Hanif Penulis sekaligus pecinta dunia otomotif, kadang-kadang suka ngebut walaupun hanya pada saat jalanan sepi, paling benci dengan kemacetan Jakarta tetapi enggan untuk pindah keluar kota. Soal irit-iritan konsumsi BBM jangan ditanya, dia jagonya... Maksudnya jago ngabisin bensin... Hehehe | twitter: @ridwanhr

  • ahok

    Sedih amat ceritanya……

    • Fadly

      realita gan,,,makanya klo mu jualan produknya harus bagus,,minimal tampilannya bikin orang kegoda,,,kayak mobilio tuh, luar ok, dalemnya,…wikwikwik

  • danz

    Sbnrnya apa yg dirisaukan nissan..hrsnya nissan jgn mengeluarkan mobil murah..mobil murah malah merusak image nissan..mobil murah hanya mendongkrak penjualan aja..murah diawal aja..liat aja mobilio skrng,harganya sh hampir 200an..keluar tipe kosong,tambah jok kulit tambah lampu kabut harga pun melambung..sbnrnya hanya merugikan konsumen

  • adrian

    Image Datsun hrs dirubah…jd tdk hny produksi mobil murah atau lcgc saja,tp hrs pnya produk yg high class,middle class ,low class,,,contoh toyota..atau honda…mreka pnya mobil yg komplit dr high class smpe lcgc, scra perbandingan produk lcgc mreka sbnre kualitas hampir sm sprti datsun,bahkan dg hrg lbh murah bs dpt mpv datsun,namun image dan nama besar honda dan toyota lah yang menarik minat pembeli

  • Duramaztah

    Ini sih judulnya “From Hero to Zero”. Kalau saja brand positioningnya tetep di segment sport sedan dan menggunakan desain retro, harusnya Datsun masih bisa bertahan, walau lebih segmented, karena masyarakat kita demen yang retro-look IMO. Bring back the Fairlady, Datsun!

  • Tono

    Kalau image Datsun mau diubah ya bentrok sama Nissan. Ngga mungkin lah! Di segmen atas mereka punya Infiniti, di tengah ada Nissan dan di bawah ada Datsun sudah pas itu.
    Kalau di Indonesia sih masalahnya jaringan service Datsun dan Nissan masih terbatas jadi konsumen pikir2 dulu. Sementara Agya-Ayla bisa dibilang ada bengkelnya di setiap kota.
    Kalau di India dan Russia mene ketehe… blom pernah kesana ha..ha…

  • ojobkuayutursolehatporakolod

    Redi-GO dbikin aja 4WD, ambil porsi yg hilang dari Jimny….. mesin kecil lincah di segala medan, harga mngkin “diatas” LCGC, tp godaan 4WD akan sgt sulit ditolak oleh konsumen hobbist

  • adrian

    Sdh beda merek,bentrok wajar..wong sesama merek aja bs bentrok..Yaa kalo image nya ga dirubah yaa pasti gitu2 aja..stagnan.hasilnya bisa diliat,klo sdh liat dan sdh tau tp ga ada perubahan,yaa slmt menikmati hasil apa adanya.hhehe..

  • om pasikom

    Pengecekan data sederhana menunjukkan bahwa pertama, tahun fiskal Nissan berakhir tiap 31 Maret yang artinya tahun fiskal 2014 berakhir pada 31 Maret 2015, bukan Desember 2014. Kedua, penjualan Datsun Go+ di Indonesia dimulai 8 Mei 2014 dengan total penjualan hingga September 2014 sejumlah 11.000 unit.

    Artinya, bila dihitung dari target penjualan dibagi sisa bulan berjalan antara dimulainya penjualan Go+ dengan akhir tahun fiskal Nissan 2014 (40.000/10 bulan=4.000 unit/bulan), penjualan 11.000 unit dalam 4 bulan itu sudah memenuhi hampir 70% target penjualan. Sebuah realisasi target yang tidak jelek, mengingat peak season penjualan mobil kedua (akhir tahun) belum dimulai.

    • charles

      Salah, penjualan datsun GO+ sudah dimulai dari IIMS 2013 silam, Mei launching resmi dan tinggal distribusi unit saja sebenarnya, kecuali waktu diperkenalkan nggak boleh di inden, baru deh bisa bilang Datsun go baru mulai dijual bulan mei. Udah setahun loh…

  • bobbylabonte

    Makanya kalo jualan bentuknya jangan jelek, modelnya kudu mantep.. Murah sih murah tp Jangan luar dalem jadul.. Nanti orang lebih milih beli mobil seken.
    datsun ini prototipe nya bagus. Tp pas versi jualannya bentuknya kaya ampas. Mending jualan prototipe aja lah wkwkwk

  • reader

    Datsun Go : desain ext/interior murahan, material & parts low quality ; fitur minim.
    Dulu carlos sempat bilang kalau mobil yang dijual merk lain secara harga adalah kemahalan. Nyatanya sekarang datsun justru bikin mobil real low quality – low fitur yang mahal.

  • Dicky

    ah gw ,ah mending beli camry second sekalian, fitur oke, abs, air bag dll