Mobil Listrik BOSCH Dihargai Mulai 243 Jutaan

Mobil Listrik BOSCH Dihargai Mulai 243 Jutaan
0  komentar

AutonetMagz.com – Beberapa waktu yang lalu kita sempat dikejutkan dengan munculnya sebuah motor listrik yang merupakan hasil kolaborasi Viar dan BOSCH, yaitu adalah Viar Q1. Dengan hadirnya Viar Q1, maka BOSCH memberikan bukti nyata bahwa pihaknya mampu memproduksi kendaraan dengan penggerak motor listrik secara massal.

 Nah, ternyata kinerja BOSCH tak berhenti saat Viar Q1 berhasil melenggang, BOSCH sendiri terpantau memiliki sebuah mobil listrik yang diberi nama e.Go Life. Namun memang BOSCH e.Go Life sendiri baru diperkenalkan di negeri asal BOSCH, Jerman. BOSCH e.Go Life memiliki banderol sebesar 15.999 Euro atau jika dikonversikan setara dengan 243 jutaan Rupiah. Mobil listrik ini sendri memiliki kemampuan untuk menempuh 80 mil dengan hanya satu kali pengisian dayanya.

BOSCH e.Go Life akan diproduksi secara massal pada tahun depan di jerman dengan kapasitas produksi awalnya di angka 1000 unit mobil. Namun tentu hal tersebut bukanlah batasan, dimana sebenarnya BOSCH berniat untuk memproduksi lebih banyak, yaitu 10.000 unit BOSCH e.Go Life dalam waktu dekat. Dengan kesuksesan BOSCH e.Go Life melenggang di jerman, maka bukannya tak mungkin jika suatu hari kelak mobil listrik ini akan dipasarkan di indonesia, atau setidaknya akan ada sebuah merk yang mau menggunakan ataupun berkolaborasi dengan BOSCH untuk menelurkan BOSCH e.Go Life versi mereka.

Jika beberapa orang pesimis, lihat saja pada kolaborasi BOSCH dan Viar yang diam tapi pasti akhirnya mampu menelurkan Viar Q1. BOSCH sendiri memang dikenal sebagai supplier komponen otomotif yang sudah mendunia, dan dengan teknologi yang dimiliki, BOSCH sendiri telah mampu mengembangkan kendaraan listrik plus dengan baterai dan motor 48 volt. Tentunya dengan pergerakan dunia otomotif yang mengarah ke bahan bakar bebas fosil alias tanpa bbm, maka tentu saja kehadiran mobil listrik macam BOSCH e.Go Life sangat dinantikan.

Nah, semuanya tentu tergantung pada pabrikan di Indonesia, teknologi toh sudah ada, dan kemampuan produksi pun tak perlu ditanyakan. Kolaborasi dengan pihak pemangku kekuasaan pun sebenarnya bisa dilakukan, toh Pemerintah pun sudah memiliki rencana jangka panjang terkait hal yang sama. Nah, kalau menurut kalian bagaimana? Sampaikan pendapat kalian ya kawan.

Read Prev:
Read Next: