Mitsubishi Diduga Palsukan Efisiensi BBM di 8 Model Lain

Mitsubishi Diduga Palsukan Efisiensi BBM di 8 Model Lain
0  komentar

AutonetMagz.com – Jika ada yang lupa, beberapa bulan lalu Mitsubishi diduga telah memanipulasi angka efisiensi BBM di beberapa model mobilnya, khususnya yang di-rebadge oleh Nissan. Kondisi itu membuat saham Mitsubishi anjlok, Presiden Mitsubishi mundur dan penjualan menurun. Untuk menyelamatkan perusahaan, akhirnya Mitsubishi sepakat menjual saham ke Nissan, dan sekarang Nissan jadi pemilik saham terbesar di Mitsubishi Motors.

Model yang terduga dipalsukan konsumsi BBM-nya sekitar 2-3 km/liter rata-rata adalah kei car, namun sepertinya bisa lebih banyak lagi ke depannya. Kementrian Transportasi Jepang melakukan investigasi terhadap Mitsubishi dan menduga masih ada 8 model Mitsubishi lagi yang data efisiensi BBM-nya dimanipulasi. Delapan model itu mencakup SUV dan crossover seperti Pajero, Outlander dan RVR. FYI, RVR adalah nama lain dari Mitsubishi ASX atau Outlander Sport.

mitsubishi pajero mitsubishi delica dan mitsubishi outlander

Investigasi kami menemukan bahwa efisiensi BBM pada delapan model itu… Rata-rata dimanipulasi sebanyak 4,2 persen dari data yang dipromosikan, dan yang paling tinggi dimanipulasi hingga 8,8 persen,” kata pihak kementrian. Untuk itu, Mitsubishi diminta untuk stop menjual 8 model yang diduga dipromosikan dengan data efisiensi BBM hasil mark-up di Jepang.

Sementara penjualan 8 model mobil Mitsubishi itu distop, Mitsubishi akan diminta untuk merevisi data efisiensi BBM yang sudah ada dengan data yang benar dari pemerintah Jepang. Proses ini akan memakan waktu berminggu-minggu, dan memang tidak begitu lama hingga hitungan bulan, tapi ini akan berdampak pada jatuhnya angka penjualan domestik Mitsubishi (lagi), belum jika dealer dan konsumen meminta ganti rugi materi.

mitsubishi outlander dan mitsubishi ek custom

Menurut Automotive News yang turut melaporkan temuan dugaan 8 model Mitsubishi dengan angka efisiensi BBM yang keliru ini, ada beberapa hal yang mungkin juga harus menjadi perhatian Mitsubishi di Jepang, khususnya di luar produknya sendiri. Di antaranya mencakup komunikasi yang kurang baik, tata kelola perusahaan yang kurang ketat dan engineer yang tak jarang mendapat tekanan lebih. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:

Hillarius Satrio Seorang pehobi otomotif yang masih mengunyah bangku kuliah. Sangat menyukai mobil yang bisa lari kencang, khususnya mobil sport Jepang. Sekarang juga sedang menggeluti dunia desain mobil, diawali dengan dunia modifikasi digital atau bisa disebut "Digimods" dan berlanjut ke membuat mobil di aplikasi 3 Dimensi. | twitter: @hillsatrio