Michelin Dalam Misi Keberlanjutan Dan Inovasi Formula E 2022

Michelin Dalam Misi Keberlanjutan Dan Inovasi Formula E 2022
0  komentar

AutonetMagz.com – Tentu 2022 adalah tahun di mana penggemar dunia otomotif Indonesia dimanjakan dengan berbagai motorsport event berskala Nasional maupun Internasional yang hadir untuk Tanah Air. Setelah gelaran MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit dilaksanakan pada Maret 2022 lalu, kini Formula E Jakarta E-Prix 2022 juga hadir pada 4 Juni mendatang. Tak hanya masyarakat luas, pihak Michelin juga turut menyambut gelaran tersebut dengan antusiasme yang tinggi serta misi yang mulia.

Michelin Utamakan Netralitas Emisi Karbon

Menyambut musim ke-8 dari FIA Formula E di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Michelin kembali bersiap untuk hadir dengan berbagai teknologi dan inovasi terbaru, serta memiliki misi untuk terus berupaya mendukung mobilitas berkelanjutan. Upaya tersebut dicapai dari proses produksi ban, pengangkutan ban hingga ke titik tujuan ajang Formula E, semuanya mengutamakan netralitas emisi karbon. Melalui penggunaan delapan ban atau dua set per kejuaraan, Formula E menjadi kejuaraan dunia FIA dengan konsumsi ban paling sedikit.

Hal tersebut membuat Michelin hanya memproduksi sejumlah kecil ban untuk kejuaraan dengan lebih sedikit kebutuhan penutup ban, yang membantu Michelin mewujudkan pengurangan jejak karbon. “Mengingat alokasi ban yang dimiliki pembalap, kualitas dan performa ban yang konsisten tampil prima menjadi sangat penting meskipun menggunakan ban yang sama berulang kali. Keunggulan MICHELIN Pilot Sport yang fleksibel dan tahan lama memungkinkan pembalap dapat menerapkan pengaturan dan tekanan ban yang sesuai,” ungkap Mirko Pirrachio, Manager Program Formula E Michelin.

Pantau Kondisi Ban Formula E Dengan Teknologi Inovasi

Sejak pertama kali diadakan pada September 2014, Michelin sebagai salah satu founding fathers, senantiasa memanfaatkan seri balap mobil listrik ini sebagai wadah untuk mengembangkan teknologi baru seperti teknologi ‘connected tyre’. “Sistem teknologi ‘connected tyre’ yang terdapat pada ban memudahkan tim Michelin untuk melacak performa ban, seperti memantau tekanan ban dari jarak jauh dan menghasilkan data yang terenkripsi,” jelas Mirko.

Hingga tujuh musim penyelenggaraan, Michelin telah menghasilkan tiga generasi ban balap yang tidak hanya tersedia dalam ukuran baru, tetapi juga mengombinasikan konsistensi dan ketahanan luar biasa, baik dalam kondisi jalanan kering maupun basah. Itulah keterlibatan nyata Michelin dalam Formula E yang tidak hanya mengembangkan teknologi dan performa ban, namun sejalan dengan target perusahaan untuk melindungi lingkungan.

Perlu kalian ketahui, ban yang dihadirkan Michelin untuk balapan seperti Le Mans 24 Hours 2021 lalu, 46% terbuat dari bahan yang berkelanjutan loh. Sebut saja karet alam, karbon hitam pada ban yang habis masa pakai, serta bahan alami seperti kulit jeruk dan lemon, minyak bunga matahari, resin tumbuhan pinus dan material baja yang diperoleh dari kaleng bekas. Jadi, apakah kalian siap menyaksikan gelaran Formula E di JIEC, Ancol, Jakarta Utara mendatang?

Read Prev:
Read Next: