Maserati : Kata Orang-Orang, Harga Mobil Kami Terlalu Murah

by  in International&Maserati&Porsche
Maserati : Kata Orang-Orang, Harga Mobil Kami Terlalu Murah
0  komentar

AutonetMagz.com – Well, entah siapa orang yang dimaksud, yang pasti bukanlah saya, kaum yang masih melirik mobil jepang murah hehe, namun yang jelas statement lucu ini datang dari CEO Maserati, Herald Wester. Kaum yang dimaksud tentu saya orang yang bisa membeli model premium eropa nan berperforma tinggi dan konsumen mereka menilai harga Maserati terlalu murah untuk sebuah brand yang bernilai.

Hem umumya kalau orang-orang yang membeli barang yang bagus dan harganya murah pasti dicari. Nah cara itu tidak berlaku di segmen premium yang konsumennya berpedoman “Gue punya duit, lu kasih apa?” Terlalu murah bisa jadi boomerang bagi mereka sendiri, entah karena pridenya terasa kurang, khawatir soal kualitas atau… yaah you name it lah…

New-Maserati-Levante-2016-side

Dikutip dari media Autocar, Wester mengungkapkan, “Beberapa orang menilai, harga mobil yang kami jual terlalu murah.” Wester ingin meningkatkan harga transaksi rata-rata mobilnya termasuk opsi dan beberapa kebijakan secara bertahap. Padahal di mata konsumen umumnya, apabila membeli mobil premium Italia, entah itu keputusan dadakan saja, maka anda tidak perlu menambahkan opsi banyak, karena mereka punya “nama besar” yang sudah meningkatkan nilai finansial dari mobil tersebut.

Lalu kenapa harus tercetus ide ini? Bisa jadi kebijakan ini ada karena Porsche. Sebab bila kita melihat Maserati dibandingkan kompetitor serta harga, mereka acap kali menaikkan harga agar tidak berbenturan harga dengan Audi, BMW dan Mercedes. Sebab bila melihat kompetisi yang seharusya, Maserati harusnya melawan Porsche yang punya harga lebih mahal.

Maserati Ghibli wallpaper

Nampaknya rencana peningkatan harga Maserati memang dipicu oleh cara kerja finansial Porsche, di luar negeri sendiri beberapa orang mengenal Porsche sebagai finansial “black hole” karena list opsional ekstranya. Disamping itu pabrikan asal Jerman itu sendiri memang dikenal oleh konsumennya dengan harganya yang selalu naik tiap mobil berganti generasi. Contohnya seperti Panamera 2017 maupun 911 generasi 991.2.

Meski begitu untuk sekelas 991.2 yang mengalami “refresh”, kata ini tidak bisa disamakan dengan “facelift” yang kita kenal di negara kita. Umumnya mereka memberikan ubahan yang serius dengan memperhitungkan mekanisme mobil dan lain-lain, sehingga sepadan dengan kenaikan harganya. Okelah teknik bisnis Porsche berhasil dari segi finansial dan para fansboy-nya, tapi kenapa Maserati harus menggangap harga mobilnya kemurahan ya?

Read Prev:
Read Next: