Isu Baterai Kebakar Menyakiti Reputasi Mobil EV

by  in Berita&BMW&BMW
Isu Baterai Kebakar Menyakiti Reputasi Mobil EV
0  komentar

Autonetmagz.com – Dalam beberapa tahun terakhir, minat publik terhadap mobil-mobil bertenaga listrik atau EV terus meningkat. Namun dengan meningkatnya demand terhadap mobil EV, pabrikan harus bisa mengejar target yang berarti mereka memprioritaskan kecepatan ketimbang kualitas. Itu tertunjuk dengan beberapa insiden dimana mobil-mobil listrik baterainya terbakar hangus. Jadi apa yang menyebabkan ini semua terjadi? Yuk kita bahas.

Dalam beberapa minggu terakhir beberapa pabrikan besar yang memproduksi mobil listrik mengalami masalah dengan baterai mereka. Hyundai merupakan manufaktur pertama yang melaporkan masalah kebakaran dengan baterai mereka, kemudian diikuti oleh Ford, Chevrolet dan BMW. Isu ini menggambarkan mengenai quality control yang perlu dipertanyakan lagi pada waktu dimana produksi mobil EV dipercepat demi mencapai target konsumen. Namun sebenarnya sebab utama dari insiden ini adalah keinginan manufaktur untuk membuat baterai EV lebih murah, ringan dan kuat. Pakar-pakar otomotif pun menilai ini bisa mengorbankan keselamatan.

Toliver Ma selaku seorang analis Guotai Junan Securities di Hong Kong menyatakan bahwa mengejar semua hal tersebut untuk sebuah baterai EV akan mengorbankan keselamatan okupan mobil tersebut. Beliau menambahkan bahwa ini merupakan isu yang belum terpecahkan, pabrikan baterai hanya memenuhi permintaan manufaktur mobil untuk baterai semacam itu. Hal ini bisa dilihat dari kasus Hyundai dimana model Kona EV mereka terbakar dikarenakan isu baterainya. Pabrikan asal Korea tersebut akhirnya terpaksa melakukan recall terhadap 25.000 unit model Kona EV dikarenakan masalah cacat produksi. Produsen baterainya, LG Chem juga belum bisa menentukan masalah inti dari isu ini.

Kemudian Chevrolet juga mengalami masalah dengan model Chevrolet Bolt EV mereka, dimana U.S. National Highway Traffic Safety Administration sedang menginvestigasi resiko kebakaran baterai mobil tersebut saat dalam posisi parkir. Pabrikan asal Amerika kedua yang bergulat dengan masalah ini adalah Ford dimana mereka harus berpikir dua kali dan menunda tanggal rilis Ford Escape plug in hybrid serta melakukan recall terhadap Ford Kuga plug in hybrid akibat resiko kebakaran. Ford Kuga merupakan model penting bagi Ford untuk memenuhi standar emisi Eropa, namun karena isu recall ini mereka harus mencari solusi lain untuk mencapai standar tersebut.

Untuk BMW mereka masih cukup positif untuk bisa memenuhi standar emisi CO2-nya di Eropa walaupun harus melakukan recall terhadap model-model plug in hybrid-nya. Pabrikan asal Jerman tersebut recall 27.000 unit plug in hybrid-nya dari seluruh dunia dikarenakan resiko baterainya overheat dan kebakar. Inti dari semua masalah ini adalah permintaan manufaktur mobil kepada produsen baterai untuk menciptakan baterai yang jauh lebih kompleks dimana hal ini bisa memberikan resiko keselamatan lebih besar. Dengan minat konsumen terhadap mobil EV, pihak manufaktur mobil maupun produsen baterai harus bergegas melawan waktu untuk menemukan solusi demi memecahkan isu besar ini.

Bagaimana menurut kalian soal isu ini? Tulis di kolom komentar ya.

Read Prev:
Read Next: