Ini Dia Tesla Model 3 Yang Lebih Kompak dan Tetap Kencang

by  in International&Mobil Baru&Tesla
Ini Dia Tesla Model 3 Yang Lebih Kompak dan Tetap Kencang
0  komentar
Tesla-Model-3-cover-

AutonetMagz.com – Perusahaan mobil listrik asal California ini kembali menggebrak dengan merilis model terbaru dan jujur kami terkejut melihat speknya yang membuat mobil ini begitu value. Sebelum kita move on ke spek data dan fakta mungkin ada baiknya kami memperkenalkan basic dari Tesla Model 3 yang baru saja dirilis ini. Model ini sendiri telah dibuka booking online di Amerika Serikat, sayangnya konsumen baru bisa mendapatkannya pada akhir tahun 2017 ini, lama juga ya.

Menilik secara tampilan, Tesla yang satu ini memang terlihat berbeda dibandingkan dengan model Tesla yang sebelumnya. Seperti yang dijanjikan Elon Musk yang menawarkan Tesla dengan model lebih sporty, secara dimensi memang lebih kompak dibanding sebelum-sebelumnya. Namun untuk menggusung sportivitas model ini, ada beberapa detail menarik dari Tesla yang menurut kami cukup berani.

Tesla-Model-3-side

Seperti model depan yang ditampilkan tanpa grille, biasanya sih Tesla membuat grille di line upnya untuk estetika saja karena toh ini memang mobil listrik. Namun dengan model polos seperti ini mungkin sedikit sulit dicerna untuk melihat model 3 ini. Selain itu jika dilihat secara sekilas model ini mengingatkan kami pada Porsche Panamera meskipun mereka mencoba gaya yang beda dengan memberi desain headlamp tajam.

Untuk tampilan samping dan belakang, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan desain Tesla sebelum-sebelumnya. Menurut kami desainnya adalah penyempurnaan dari desain-desain Tesla sebelum ini, cantik meskipun tidak terlalu wow banget. Bagaimana soal interiornya? Tesla menampilkan kabin yang bisa memuat 5 penumpang sekaligus dengan desain yang roomy. Model 3 juga dilengkapi center cluster dengan tablet nan besar untuk mengontrol berbagai fungsi di dalamnya berikut hardware autopilot sebagai standar. Selain itu juga untuk penderita klaustrophobia maka Tesla menyuguhkan glass roof yang membuat interiornya terlihat luas.

Tesla-Model-3-interior

Sekarang mari kita berbicara apa yang sempat kami singgung soal value dari mobil ini. Pertama model ini tentu saja secara kelas di bawah Tesla Model S dan Tesla Model X karena lebih kepada dimensi baterainya. Meski begitu dibandingkan model yang sudah ada seperti Chevrolet Bolt EV yang menawarkan 200 mil, maka Tesla Model 3 menawarkan jarak tempuh 215 mil lebih jauh lagi. Namun apakah mobil ini pelan? Well, Musk berkata bahwa mereka tidak pernah membuat model yang pelan, bahkan untuk versi low end Tesla Model 3 saja punya catatan 0-100 km/jam hanya 6 detik saja.

Cukup mengejutkannya adalah rupanya model ini hanya dibanderol mulai dari $35,000 saja belum beserta pajak pemerintah setempat. Mengingat ukuran yang ramping, interior yang cukup mewah dan harganya yang lebih terjangkau maka model ini seakan mencoba mengancam kedudukan BMW Seri 3 dan Mercedes-benz C-Class. Elon Musk juga menambahkan bahwa model ini penting untuk mempercepat transisi ke transportasi yang berkelanjutan di masa depan. Well done Tesla, mereka sudah membuka kartu as mobil listrik dan kompetisi akan lebih menarik setelah ini. Bagaimana menurut anda? Monggo sampaikan corat coretnya di bawah ini.

Read Prev:
Read Next:
  • Ryan

    Adopsi mobil listrik bakalan jauh lebih pesat, kalo pabrikan bekerja sama dengan perusahaan migas pemilik pom spbu. Selama ini yg jadi masalah kan jarak tempuh, ketersediaan charger station yg masih terbatas

    Sementara perusahaan migas makin kesini makin kepepet, seolah benci mobil listrik. Tapi gimanapun semua bisa liat kalo ke depannya mobil massal bakalan pake listrik semua.

    Gue bayangin bakal muncul teknologi pengisian listrik supercepat, cuma colok 5 menit bisa full. Dan ini tersedia di semua spbu. Jadi ke depannya pemakaian mobil listrik ini bakal sama aja kaya mobil bensin biasa, baterai mau abis tinggal ke spbu, bayar, isi, kelar lanjut jalan lagi. Sementara kalo mau yg gratis bisa tetep ada free supercharger kaya punya tesla tapi waktu pengisiannya lebih lama, bisa 30 menit – 1 jam.
    Bisa jadi solusi buat alternatif industri energi ke depannya. Jadi perusahaan migas ga bergesekan dgn teknologi EV, tapi justru bisa mengambil pasar yg baru akan berkembang ini.

    • jeh

      di luar negeri bukannya ada yang charger daya tinggi ya?makanya bisa cepet.

      • 206er

        Ga segampang itu, terutama dengan kondisi listrik masih dimonopoli PLN seperti sekarang.

        Prinsip dasar supercharger itu pakai trafo ekstra besar (120kW, atau kurang lebih setara 60 rumah yang 2200VA) untuk 1 colokan atau 1 pulau atau 1 mobil, jadi bisa dibayangkan kalau 1 SPBU mau menyediakan 2 colokan saja berarti sudah ada kebutuhan daya untuk 120 rumah.

        Ada sekitar 53 SPBU yang jual pertamax racing di Pulau Jawa (data 2012), dengan asumsi setiap SPBU yang jual pertamax racing juga menyediakan minimal 2 outlet supercharger, berarti perlu minimal 106 unit supercharger atau setara dengan kebutuhan daya listrik 6036 rumah atau 12720 kW, atau 13MW

        Apakah PLN sanggup? rasanya belum karena biasanya PLN Jawa-Bali mengeluh defisit daya pada saat beban puncak yang hampir 24000 MW.

        Apakah ada solusi lain? Masih ada solusi berupa panel surya, tapi pembahasannya bakalan makin panjang.

        Belum lagi masalah mobil listrik yang ga lulus uji emisi…

        • Ryan

          Hmm… Gue sebenernya ga bicara spesifik buat Indonesia.
          Ini secara umum aja gitu. Apalagi kalo kaya di US dan Eropa spt Perancis yg listriknya mayoritas dipasok lewat nuklir. Sangat stabil dan berlimpah arusnya. Ini lebih ke pemikiran awam aja, secara kalo makin banyak mobil yg pake tenaga listrik otomatis pendapatan oil gas company lewat penjualan ritel spbu bakal menurun.
          Nah solusinya kenapa ga dibuat konsep kerjasama spt tadi. Untuk masalah teknologi saya yakin bakal terpecahkan dgn sendirinya dlm beberapa tahun kedepan.

          Masih ingat dulu beberapa tahun lalu hp kita memorynya paling besar 16 gb. Sekarang itu sudah paling minimum. Intinya seperti itu. Di awal agak sulit memang, tapi seiring waktu pasti akan ada perkembangan teknologi yg membuat mobil listrik ini makin “nyaman”.
          Cth: baterai lbh kecil & ringan, kapasitas lbh besar, jarak tempuh lbh jauh, performa lbh baik, termasuk waktu & daya yg dibutuhkan utk supercharger tadi

          Nah kalo untuk Indonesia mungkin memang masih cukup jauh, krn di beberapa daerah sendiri kita masih defisit listrik. Tahap awalnya ya proyek puluhan ribu megawatt pemerintah itu kelar dulu. Listrik disini stabil dan merata. Baru kita bisa bicara tentang implementasi mobil listrik secara luas di Indonesia

          • unyuk

            masalah mobil listrik di dunia itu ya soal si baterenya.. baik cara ngisi dan jugo daya tahannya..

            kalo di negara berkembang bahkan beberapa yg maju sekalipun, ya masalah konversi sumber energi listrik nya ini..

            oil dan gas terancam iya, tapi ada wacana lain yang pasti dimainkan.. tapi gw sih liat tren positif dr perkembangan kendaraan listrik ini secara global 20-30 tahun lagi.. hehe.. #sotoy

            Indonesia baru ideal pake teknologi ini, minimaal banget udah pake pembangkit listrik tenaga nuklir, yaaaang notabene masih diperdebatkan sendiri oleh pemerintah ttg pengembangannya.. Alternatif sumber energi lainnya adalah pembangkit listrik menggunakan arus laut (*ini pernah dicanangkan oleh Pak Habibie loh… dalam masa pemerintahannya yg cuma seumur 3kali panen jagung)

            balik lagi soal political will.. tesla bisa terus maju krna peran politik si Oom Elon juga sih.. doi udah jadi pembicara di forum2 kebijakan nasional amrik juga bbrp bulan terakhir di uni eropa..

  • pescarolo

    “0-60 km/jam hanya 6 detik” km/jam apa mil/jam? kalo yg pertama, biasa aja dong

    • Ken

      kalo dari webnya Tesla sih Zero to 60mph under 6 seconds

  • farid

    Malah tesla model 3 udah diinden sebanyak 115000 pesanan di amerika,hmm….sekarang mobil listrik udah mulai jadi produk pasaran,tinggal kapan kita bisa menikmatinya walau itu masih lama

    • Aryo Wicaksono

      Rata-rata yang preorder fans berat Tesla yang belum punya cukup tabungan untuk beli model S, bahkan pembeli pertama model 3 orang Australia sampai nunggu di depan showroom sampai berhari2 kayak mau beli produk Apple. Edward Niedermeyer dari daily kanban udah tulis artikel tantangan dan potensi masalah yang akan dihadapi Tesla dalam proses dan peluncuran model 3. 🙂

  • Aryo Wicaksono

    bemper depan kayak mau pasang grille tapi tiba-tiba berubah pikiran nggak jadi. gara-gara masalah aerodinamika, kali. ngomong-ngomong rancangan layar sentuh model 3 jadi lebih indah dan lebih kontemporer daripada model S, ya. bagus, deh.

    • unyuk

      bahkan model S juga fake grille kok.. ada evolusi sinematik dan konsep yang diusung tesla dari model komersil populernya ini, coba liat dari model S, ke model X, lalu model 3 ini.. tesla ga ingin mobil listriknya terlalu nyeleneh, sperti konsep2 mobil berbahan bakar energi alternatif lain or mobil2 listrik pabrikan lain yg menurut gw too beyond..
      kenapa ini terjadi? logika pasarnya adalah biar orang2 ga kaget dan ga disangka terlalu aneh jika pake mobil2 tesla di jalanan.. it’s a soft design campaign.. makanya, S tuh bagai coupe 4 pintu kontemporer, X mulai main unsur crossover futuristik, dan si model 3 ini udah mulai menunjukkan arah ideal dari bagaimana seharusnya mobil listrik diciptakan (without grille, without airscoop, dll yg emang ga penting buat seekor mobstrik)…

      • Aryo Wicaksono

        memang model S pakai grille cuma jadi dekorasi doang kok, cuma rancangan awal model 3 ini kelihatan banget, ya. jadi ingat cinquecento dan corvair yang asli zaman dulu. ya, nanti kemungkinan bakal berubah lagi, sih, toh baru keluar paling cepat akhir tahun 2017 atau awal 2018.

  • asd

    interiornya futuristik abis …

  • Di indo g bisa masuk kyknya, ga bakal lolos uji emisi hehe