Hyundai Bakal Stop Kembangkan Mesin Bensin dan Diesel

Hyundai Bakal Stop Kembangkan Mesin Bensin dan Diesel
0  komentar

AutonetMagz.com – Untuk menghadapi masa depan otomotif dunia yang kemungkinan besar sudah mengacu ke arah elektrifikasi, semua pihak yang terlibat harus bersiap-siap dari sekarang. Penyedia energi sudah harus memikirkan tempat pengisian listrik bagi mobil, tenaga penjual harus memahami mobil listrik, dan produsen mobil juga harus mengembangkan mobil listrik yang baik. Itu semua demi membentuk ekosistem mobil listrik masa depan.

Sayangnya, karena hampir semua merek mobil belum benar-benar handal soal menciptakan mobil listrik, mereka harus belajar dari nol. Pabrikan mobil sendiri bisa yakin kalau mereka stop membuat mesin bensin atau diesel baru, mobil listrik terbaik akan makin cepat tercipta. Maka dari itulah beberapa pabrikan mobil rela menghentikan pengembangan mesin bakar biasa untuk beralih ke penelitian mobil listrik.

Listrik dan Hidrogen

Hyundai dilaporkan tengah berpikir untuk menyudahi pengembangan mesin bensin dan diesel untuk fokus ke energi alternatif. Warta ini dikabarkan Reuters yang mengutip dari “dua orang yang kenal dekat dengan merek ini.” Selain energi listrik yang sekarang ramai digarap oleh banyak merek mobil, Hyundai juga ingin mengembangkan mobil bertenaga hidrogen. Ini juga untuk mengurangi jejak karbon merek asal Korea Selatan ini.

Pada sebuah pernyataan resmi, Hyundai saat ini akan “Mempercepat pengadopsian kendaraan ramah lingkungan seperti mobil hidrogen dan mobil listrik.” Kabar penghentian mesin bakar Hyundai ini masih rumor, keputusan final soal nasib mesin bakar Hyundai akan diputuskan 6 bulan mendatang. Meski memang harus menunggu keputusan, tapi Hyundai sudah mengambil langkah untuk mengurangi model bermesin bakarnya di China, yang tadinya 21 jadi tinggal 14 di tahun 2021.

Hanya Jual Mobil Listrik di 2040

Terhadap Reuters, Hyundai mengakui ingin menambah jumlah mobil listriknya di Eropa, Amerika dan China sebanyak mungkin. Pada tahun 2040, Hyundai menargetkan untuk hanya menjual mobil listrik saja. Grup Hyundai yang terdiri dari Hyundai, KIA dan Genesis berharap bisa menjual 1 juta unit mobil listrik per tahun. Otomatis, mereka akan memegang 10 persen pangsa pasar mobil listrik dunia.

Jika langkah ini sungguh terjadi, maka Hyundai sudah mengikuti langkah serupa yang diambil oleh Peugeot, Citroen, DS, Daimler, Volvo, Ford, GM dan Jaguar. Langkah yang dimaksud adalah hanya menjual mobil listrik atau paling tidak, mengandung teknologi elektrifikasi. Bahkan untuk mengejar teknologi listrik supaya mampu menjadi yang tercanggih, VW dan Ford sampai rela bekerja sama lho. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:

Hillarius Satrio Seorang pehobi otomotif yang masih mengunyah bangku kuliah. Sangat menyukai mobil yang bisa lari kencang, khususnya mobil sport Jepang. Sekarang juga sedang menggeluti dunia desain mobil, diawali dengan dunia modifikasi digital atau bisa disebut "Digimods" dan berlanjut ke membuat mobil di aplikasi 3 Dimensi. | twitter: @hillsatrio