Honda Hentikan Produksi Pabrik Ayutthaya Thailand Tahun Depan!!

by  in  Berita & Honda & International
Honda Hentikan Produksi Pabrik Ayutthaya Thailand Tahun Depan!!
0  komentar

AutonetMagz.com – Nampaknya industri otomotif di Thailand sedang tidak baik-baik saja, apalagi pasca penutupan 2 pabrik milik brand Jepang baru-baru ini. Yap, kalau kalian ingat, Subaru dan Suzuki telah memutuskan untuk menutup pabrik mereka di Thailand beberapa waktu lalu. Dan kini, Honda nampaknya akan segera mengikuti jejak dua kompatriotnya tersebut. Lantas, mengapa Honda ikut menutup pabrik di Thailand?

Hentikan Produksi di Salah Satu Pabrik

Mengutip informasi via Bangkok Post, Honda dikabarkan telah memutuskan untuk menutup salah satu dari 2 pabrik mereka yang ada di Thailand. FYI, Honda Thailand sendiri memiliki 2 pabrik di Thailand, yaitu di Ayutthaya dan di Prachinburi. Nah, alasan utamanya adalah penurunan penjualan dan juga kurang tingginya utilitas dari kedua pabrik tersebut. Kedua pabrik Honda di Thailand sebenarnya memiliki kapasitas maksimum di 270 ribu unit per tahun. Namun, tahun lalu produksi hanya mencapai 150 ribu unit saja. Artinya, utilitasnya hanya 55% saja.

Kedepannya, pabrik di Ayutthaya akan difokuskan untuk memproduksi komponen saja, tidak memproduksi mobil lagi. Penghentian produksi mobil di pabrik Honda Ayutthaya sendiri akan dilaksanakan di akhir tahun 2025 mendatang. “Kami tidak melihat pertumbuhan pasar otomotif di Thailand sesuai dengan yang kami harapkan. Oleh kareananya, kami berharap bisa fokus lebih di kendaraan elektrifikasi, termasuk BEV dan Hybrid, serta membuat proses produksi lebih efisien” ujar juru bicara Honda Thailand.

Honda Fokus Produksi EV di Prachinburi

Lantas, apakah pasar Indonesia akan terdampak pada kondisi ini? Bisa iya, bisa tidak. Pada dasarnya, ada sejumlah produk Honda di Indonesia yang berasal dari Thailand. Mulai dari Honda Accord, Honda CR-V dan juga Honda Civic. Pabrik Honda di Ayutthaya memproduksi Honda Accord e:HEV, Honda CR-V baik turbo maupun e:HEV dan Honda Civic. Kedepannya, produksi akan dialihkan ke pabrik di Prachinburi yang kapasitasnya hanya 120 ribu per tahun. Dengan kapasitas lebih kecil, tentunya suplai akan lebih ketat. Termasuk untuk unit ekspor ke Indonesia nantinya.

Jadi, bagaimana menurut kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: