Dealer Ford Indonesia Tuntut Ganti Rugi 1 Triliun Rupiah!

by  in Ford&Nasional
Dealer Ford Indonesia Tuntut Ganti Rugi 1 Triliun Rupiah!
0  komentar

AutonetMagz.com – Malang betul nasib Ford Indonesia. Sudah awal tahun 2016 ini mereka membuat petir di siang bolong dengan menyatakan penutupannya secara mendadak, sekarang berlanjut lagi kisah pilu yang mengiringi langkah berat si oval biru. Belakangan ini, sejumlah dealer Ford memutuskan untuk menggugat Ford Motor Indonesia sebanyak 1 Triliun Rupiah karena kemunduran mendadak tersebut sangat merugikan mereka.

Penghentian operasi dan penutupan dealer Ford di Indonesia diumumkan sangat mendadak pada 25 Januari lalu,. Berhenti secara tiba-tiba, apapun tidak, pokoknya stop. Karena itu kami setelah dapat kuasa (dari ke-31 dealer) sudah mengajukan somasi ke Ford dan saat ini sudah somasi ke-2 dan permintaan ganti rugi 1 Triliun Rupiah,” kata kuasa hukum ke-31 dealer Ford tersebut, Harry Ponto dalam konferensi pers di Jakarta.

New-Ford-Everest

Selain dinilai merugikan dealer, karyawan dan konsumen turut kena imbas buruknya. FYI, Ford Indonesia punya total 44 dealer resmi di Indonesia dengan karyawan mencapai 2.000 orang, dan lebih dari 105.000 mobil terjual. Sebanyak 31 dealer yang menuntut Ford telah menyumbang hingga 85% penjualan Ford di Indonesia.

Keputusan sepihak ini sangat merugikan ke-31 dealer yang sudah bekerja keras dan mengeluarkan investasi yang sangat besar untuk mendukung bisnis Ford di Indonesia,” ujar Harry. Selain penjualan untuk kepentingan pribadi, Ford Motor Indonesia juga mendukung… Maaf, maksudnya pernah mendukung instansi pemerintah seperti kepolisian yang menggunakan Ford Ranger dan Ford Focus.

New-Ford-Focus-Facelift-2015

Namun seperti kita tahu, Ford Indonesia akan menunjuk pihak ketiga untuk melanjutkan peran mereka dan menjadi penanggung jawab segala hal yang berkaitan dengan eksistensi Ford di Indonesia, selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2017, alias masih tahun depan. Banyak pihak berspekulasi bahwa pihak yang dimaksud adalah Ford Nusantara, dan dengar-dengar mereka juga sedang berusaha keras untuk meraih peran itu. Yah, kita tunggu saja hasilnya. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:

Hillarius Satrio Seorang pehobi otomotif yang masih mengunyah bangku kuliah. Sangat menyukai mobil yang bisa lari kencang, khususnya mobil sport Jepang. Sekarang juga sedang menggeluti dunia desain mobil, diawali dengan dunia modifikasi digital atau bisa disebut "Digimods" dan berlanjut ke membuat mobil di aplikasi 3 Dimensi. | twitter: @hillsatrio

  • Indra

    Ford “gantungkan” posisi dealer sm konsumennya, kedua pihak ini masih nunggu apa yg akan dilakukan Ford di Indonesia, kasian dealer sm konsumennya pada bimbang hingga ada yg resah menunggu dan menunggu..

  • Shafwan

    Maaf, saya telah jatuh cinta pada produk Ford sejak memiliki Fiesta dan kini Ecosport. Ford lah yang telah membangkitkan pandangan konsumen Indonesia mengenai mobil safety tinggi, canggih dan kaya fitur dengan harga terjangkau. Hengkangnya Ford INDONESIA telah merugikan banyak pihak, dan pihak yang telah merugikan itu pantas untuk ditindak!. Terima tuntutan dan segera pergi atau tetap bertahan di Indonesia!.

    • pescarolo

      Sekaligus membuktikan kalo harga ga bohong. Mobil safety tinggi, canggih, dan banyak fitur itu ga bisa murah. Keliatannya dr luar kaya menyenangkan buat konsumen, padahal merugikan perusahaan dan konsumen k depannya. Kalo udh gini, pilihannya cuma naikin harga ato bangkrut. Mereka pilih yg kedua. End of story.

  • Ford Enthusiast

    Kami rindu mobil value for money
    Bukan value for branded

  • Levi

    Ya ini lah bukti bahwa orang yg beli mobil krn “merk” itu sbnrnya cari jaminan pelayanan … Ford jg agak kurang ajar, bgtu lihat rugi dikit lgsg cabut gitu aja, kayak pebisnis amatiran

    • Rockmeo

      Maka ny duo kaleng pasti bakal terus masih berjaya selama merek lain tidak pny skema bisnis yg menarik hati konsumen indonesia.
      Tapi menarik ditunggu bung levi buat merek china wuling yg katanya raja di tanah mereka

  • Ardhie Yoodha

    Semoga ini menjadi pembelajaran.. Terutama bagi merk mobil yg masih CBU (jepang/eropa) supaya tidak sperti FORD….

  • Always35

    Nah yang begini nih yg bikin konsumen takut pake brand yang non mainstream… percuma dong jadinya kalo build quality bagus, safetynya paling bagus tapi jaminan pelayanannya buruk…
    Bangun brand image itu butuh proses yang sangaaaattt lama sampai konsumen melirik merek tsb. Jualan bentar aja udah nyerah dan sekarang terima deh akibatnya ~

    *bukan Fanboy merek mainstream apalagi japan minded, cuman pengguna aja kok :v*

    • W

      Yimyan lu bos

    • hydrolancer

      yak bangun image g setahun 2 tahun byk yg g tau hina2 japan minded padahal dulu mobil jepang g ada yg mau beli apalagi baru2 bikin mobil dianggap kualitas = merk china :D, merek eropa sama amerika yg terkenal penjualan nya 😀
      tapi masih usaha bertahan di pasar sini g maen ninggalin sampe kyk sekarang :X

      • Always35

        Wah dulu mah jaman 60an setauku masih banyak mobil2 amrik/eropa berkeliaran, trus tahun 70an keatas mulai banyak mobil jepang berkeliaran apalagi banyak atpm2 mulai merintis usahanya dari tahun segini cth TAM sama HMSI (atpm hino) dan makin kesini makin laku produknya ?

        Tinggal tunggu mobil tiongkok gimama ntar nih gempur pasar jepun ?

  • Muhammad Febrian

    Saya senang dengan mobil2nya Ford,tapi saya gk senang dengan pihak manajemen yg seolah-olah mengabaikan konsumen begitu saja.

  • TooGoodToBeTrue

    Harus di tuntut emg ford indonesia

    Sebagai pelajaran untuk ATPM lainnya agar tdk bermain2 dgn konsumen

    Sayangnya pemerintah sbgi pemegang regulasi lbh gampang disuap penguasa. Walhasil pengadilan dan perlindungan konsumen sangat lemah

    Menyiasatinya sbgi konsumen ya cari cara gampang

    Jangan beli lagi mobil2 yg merknya ga jelas dan ga banyak di jalan raya. Resikonya ga sebanding. Udah cape2 ngeluarin uang ratusan juta eh malah beli jadi penyakit. Beli penyakit kok mahal amat ampe ratusan juta

  • hydrolancer

    pantes disini merek amrik kurang menjual kelakuan ATPM kyk gitu ==”
    klo g salah dah sering merk amrik keluar masuk pasar sini kyk chevy terus masuk lagi tahunan kemudian berharap pembeli pada lupa di tinggalkan ==”

  • Brabusbus

    Positifnya adalah… Ranger Wildtrack jadi murah.

  • Enrile Indro Prasetyo

    Sempet tertarik beli Ford Fiesta, tapi akhirnya beli merek Jepang lagi. After sales service menjadi pertimbangan utama. Apalagi dealer dan bengkel resmi Ford deket rumah malah ganti jadi merek lain. Tapi memang gila aja, menghentikan segala operasional (penjualan dan service) di Indonesia. Padahal mobil yang udah terjual gak sedikit seperti Proton atau Chery.

  • Anti Mainstream

    Yoyota is da best in Indonesia,,,,,ngoahahahahah

  • Aris Furqon

    Safetynya tinggi? Kaga salah liat nih? Dimana2 yg safety nya tinggi kalo nga mazda honda… info darimana ford punya mobil yg safetynya tinggi? Liat dari IIHS sama NCAP aja uda jelas… bahkan konsumen amerika sendiri sdh meninggalkan ford dan beralih ke mobil jepang.. kenapa? Karena mobil2 jepang JAUH lebih reliable dibandingkan produk amerika sendiri… ford chevy di amrik uda ancur penjualannya… kalo tidak percaya silakan buktikan sendiri 🙂

    • novalasa

      ayo kita buktikan, coba boss sebutkan kelebihan honda jess dibanding ford fiesta dari aspek safetynya.

      • Maserati Levante

        Betul, suruh aja dia tabrakin jazz sama fiesta mana yang ancur. Sedih ada yang bilang honda safety nya tinggi. Di indo mah honda mobil kaleng krupuk

  • farid

    Oh ya katanya subaru bakal kembali beroperasi ya di indonesia saat mereka(subaru) hadir di GIIAS,bagus dong biar makin banyak pilihan merek mobil bagi konsumen indonesia walau after sales,ketersediaan spare part dan brand image nya kalah dgn atpm besar

  • nusantara nusantara

    Ford Motor Indonesia (FMI) aneh, penjualan masih lebih tinggi dari KIa dan Hyundai aj ngacir,
    mikir donk dealer yg sudah stock barang, trus ente angkat kaki,
    tuh dealer pasti banting harga dibawah modal buat nutupin rugi besar, wajar klo FMI dituntut

    kalah dalam bisnih wajar, tapi melarikan diri dan meninggalkan kawan itu kurang ajar