Apa, Badan Otoritas Jasa Keuangan Pertimbangkan Kebijakan DP 0 Persen Untuk Kendaraan Baru?

Apa, Badan Otoritas Jasa Keuangan Pertimbangkan Kebijakan DP 0 Persen Untuk Kendaraan Baru?
0  komentar
Macet Jakarta di daerah underpass Kasablanka

AutonetMagz.com – Penurunan transaksi jual beli mobil baru di tahun 2015 jika dibanding tahun 2014 merupakan salah satu indikator melemahnya kekuatan ekonomi pada sekarang ini. Selain soal jual beli mobil, harga kebutuhan pokok lainnya seperti sandang, pangan dan papan juga naik dan kadang barangnya langka. Satu-satunya harga barang yang masih bertahan dari awal tahun 2000-an sampai sekarang hanya air mineral dalam kemasan gelas plastik, mayoritas masih 500 perak di warung depan rumah.

Semua pihak, terutama Otoritas Jasa Keuangan atau disingkat OJK sedang memutar otak untuk membuat perekonomian negara kembali menggelora. Salah satu keputusan yang akan diusulkan adalah pemangkasan jumlah uang muka pembelian alias DP kendaraan bermotor. Lalu, apa kata pihak OJK sendiri soal usul ini?

Pameran otomotif Bandung Automotive Expo 2014 by NEO Organizer Bandung

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK, Firdaus Jaelani bersuara bahwa ia sadar jika relaksasi kebijakan yang telah digagas OJK pada awal Juli 2015 tidak serta merta menggairahkan kembali penjualan maupun pembiayaan kendaraan bermotor . “Saya juga berkomunikasi dengan pelaku industri pembiayaan. Mereka mengatakan adanya penurunan daya beli masyarakat pada saat ini,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya terus mencari cara untuk kembali meningkatkan perekonomian di Indonesia. Ada usulan yang cukup berani di mana mereka mengusulkan diperbolehkannya perusahaan pembiayaan memberikan DP 0 persen kepada konsumen kendaraan bermotor baru. Artinya, tidak usah pakai DP anda sudah bisa memulai cicilan mobil atau motor baru. Astaga ya Tuhan.

Pameran Otomotif yang diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo_2013

Ini bukan masukan dari internal OJK, melainkan dari salah satu perusahaan pembiayaan. Kalau usulan ini disahkan, tetap ada mitigasi risiko, misalnya fasilitas ini hanya berlaku pada perusahaan pembiayaan tertentu. “Kalau rasio non-performing financing(NPF)-nya kecil, mungkin bisa saja tanpa DP. Misalnya untuk yang NPF-nya 15 persen,” ujar Firdaus.

Yang kami pikirkan saat menerima warta ini adalah, jika benar-benar ada kebijakan seperti ini, jujur saja kami kurang sepakat. Dengan DP sekarang saja jalanan ibukota sudah macet parah, apalagi kalau DP 0 persen? Kalaupun jadi, buat regulasi super ketat tanpa celah agar tak ada “anak nakal” yang suka mencuri kesempatan di balik kesempitan. Untungnya ini masih rancangan usulan, belum ketuk palu. Kami mungkin bukan yang paling paham soal ekonomi, tapi kami paham bagaimana rasanya terjebak kemacetan dan terpapar asap knalpot kendaraan, begitu pula para pembaca, penonton dan komentator kami yang senasib sepenanggungan saat macet.

Lalu-lintas-di-china

Andai saja ada kebijakan yang lebih baik untuk komoditas lain selain kendaraan bermotor, mungkin lebih tepat sasaran untuk pelan-pelan meningkatkan perekonomian kita. Mungkin kamu punya usul lain untuk membantu OJK meningkatkan kondisi ekonomi negara, atau ingin berkomentar soal DP 0 persen ini? Mari kita berdiskusi di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • farid

    Saya gak ngerti amat soal ilmu ekonomi,namun pemerintah harus menstabilkan nilai tukar rupiah agar gak nembus sampai Rp14000 yg sekarang terpaut antara 13000an dan memperbaiki ekonomi yg lesu.agar harga barang sandang,pangan dan kendaraan bermotor naik terus

  • farid

    Saya gak ngerti amat soal ilmu ekonomi,namun pemerintah harus menstabilkan nilai tukar rupiah agar gak nembus sampai Rp14000 yg sekarang terpaut antara 13000an dan memperbaiki ekonomi yg lesu.agar harga barang sandang,pangan dan kendaraan bermotor naik terus

  • Sporky

    Kalo di jakarta sih mending nggak usah diberlakukan krn jalanan udah super macet begini.. paling enak tuh naik mobilnya kalo disupirin, kalo musti nyupir sendiri mending naik busway aja biarpun kurang nyaman kalo kebetulan nggak dapat tempat duduk tapi mata masih bisa merem kalo ngantuk.

  • dsainbar

    gile lu ndro 0% gak cuma jalanya yg tambah macet ntr kl macet kreditnya siapa yg tanggung?

  • rd

    Ketika kedaulatan rakyat sdh terbentuk,, mk kedaulatan ekonomi ada di dalamnya,, memposisikan rakyat dlm menyusun aturan2 dasar berbangsa dan bernegara,, semoga !

  • rd

    Ketika kedaulatan rakyat sdh terbentuk,, mk kedaulatan ekonomi ada di dalamnya,, memposisikan rakyat dlm menyusun aturan2 dasar berbangsa dan bernegara,, semoga !

  • deathstalker

    DP 0%? Bunga nye makin ngap coi. Yg bener ya turunin bunga kredit.

    • riffriff

      setuju ame abang ni…

  • deathstalker

    DP 0%? Bunga nye makin ngap coi. Yg bener ya turunin bunga kredit.

  • mocca

    Kalau DP 0% semua orang bisa beli Mobil sejuta umat & jalan indonesia jadi lautan mobil sejuta umat..

    “Bnyak anak bnyak rezeki,, bnyak mobil bnyak emosi”

    Jdi pnasaran perusahaan pembiayaan mana yng berani usulan DP 0%,, kyaknya mau bikin jalan indonesia macet sambil cari untung???

  • AD1

    kalo DP 0% mirip jaman2 sebelum krisis thn 1998 kebawah salah satu merk motor menawarkan DP 0%

  • Kayanya rate bunga kredit yang dinaikin, megap2 ntar bayar cicilan

  • Tresna Wardana

    buset ane aja yg belum bisa kebeli mobil kaga setuju DP 0%!
    yakali dah, diboyong buat jadi lebih konsumtif? ato titipan pihak2 yg berkepentingan?

    IMHO, mending DP 0% utk mobil2 niaga dan angkutan umum, bakal lebih gokil lagi kalo mobil jenis ini di bebasin pajak (kayak LCGC) supaya apa? ya supaya jalur distribusi bisa lebih baik lagi, angkutan umum juga bisa lebih bagus lagi, supaya bis2 yg ngebul bisa cepet2 diganti ke armada yg lebih baru!

    lah ini? utk mobil pribadi?

    • rizki

      setuju yang ini, biar para pengusaha angkutan umum gak terus menerus bikin alesan kenapa kendaraan butut masih dipakai buat angkut orang karena beli kendaraan baru buat gantiin yang lama kemahalan

  • asoy

    ini bukti bahwa pemerintah memiliki tolak ukur yang GANJIL yaitu semakin banyak orang beli mobil makan semakin sejahtera dan makmur lah rakyat indonesia. jangan salahkan rakyat jika memiliki anggapan pemerintah cuma memihak pengusaha2 asing. terbukti dahulu dengan konyolnya undang undang terkait LCGC. eh muncul lagi usulan agar DP mobil dibikin 0 persen.

  • petrolhead

    soal macet jakarta gak bisa diatasi dgn DP 30% juga bro… aturan ‘pembatasan’ harus tegas. Parkir mahal, ERP, angkutan umum murah dan nyaman.. tinggal nyontek Tokyo aja kok.. contek aja plek-plek… jalanan gak macet, udara lebih bersih, padahal hampir semua warganya punya mobil. industri mobil happy, customer happy…

  • sumanto

    sudah dijelaskan oleh salah satu lulusan SD di kampung saya, melalui AnaLisa yang panjang dan nikmat, bahwa kemacetan terjadi karena banyaknya atau jumlahnya. kenapa jumlahnya banyak ? karena pusat perputaran uang dan tempat mencari kerja hanya terbatas di Jabodetabek.
    Jika ekonomi merata, setengah dari jumlah pendatang di Jabodetabek minggat dan ke daerah, sudah dijamin ga akan macet lagi.
    Di sinilah fokus utama pemerintah, memindahkan yang sudah padat dan membuka baju, eh membuka lahan ekonomi baru di daerah2.

    – Prof. Dr. Ing. Sumanto SH. MCK –