Hyundai-KIA Sepakat Bayar Denda 41,2 Juta Dollar Atas Penipuan Efisiensi

by  in Hyundai&International&Kia
0  komentar

AutonetMagz.com – Sepertinya pemilik Hyundai dan KIA yang merasa dirugikan atau ditipu dengan angka efisiensi mobilnya akan tertarik untuk melihat tanggung jawab dari duo Korea ini. Sebelumnya, Hyundai dan KIA dicurigai telah memanipulasi figur konsumsi BBM mobil-mobil mereka yang dibuat dari tahun 2011 hingga 2013, dengan jumlah model yang dipalsukan angka efisiensinya mencapai 1 juta model.

Selisih yang dilakukan oleh Hyundai dan KIA adalah membuat angka konsumsi BBM mobilnya lebih irit sekitar 1-2 mil per galon (MPG), dan kasus ini mulai terungkap di November 2012. Sebanyak 33 negara bagian dan Kejaksaan Agung dari Washington DC telah menggugat mereka atas kasus ini, dan akhirnya sebuah negara bagian menuntut 41,2 juta dollar AS atas denda kecurangan ini, dan pada akhirnya Hyundai-KIA sepakat membayar denda itu.

KIA Sportage facelift 2014

Hal ini juga melengkapi kondisi dua tahun sebelumnya, setelah kedua produsen mobil Korea Selatan itu membayar denda sebesar $ 300 juta melebih-lebihkan klaim efisiensi bahan bakar. Selain itu, hampir $ 400 juta telah dibayarkan oleh perusahaan untuk menyelesaikan gugatan class action mengenai klaim konsumsi BBM-nya.

Pada saat itu, mobil Hyundai yang dipalsukan angka efisiensi BBM-nya adalah Elantra, Genesis, Azera, Accent dan Veloster, sementara mobil-mobil KIA yang melakukan hal serupa adalah Sportage, Optima HEV, Rio dan Sorento. Aktivitas ganti rugi dari perusahaan ke konsumen yang merasa tertipu akan terus bergulir hingga semua tuntutan telah dipenuhi.

KIA_Optima_Hybrid

Tentu jika bicara soal manipulasi konsumsi BBM, kita jadi teringat akan Mitsubishi yang melakukan hal serupa sejak 1992 hingga 2016, dan baru ketahuan saat konsumen Nissan komplain karena konsumsi BBM mobil kei car Nissan yang merupakan hasil rebadge Mitsubishi tidak pernah sesuai dengan klaim pabrikan. Akibatnya, harga saham Mitsubishi turun, dan untuk menyelamatkan perusahaan, Mitsubishi pun akhirnya dibeli Renault-Nissan Alliance.

Read Prev:
Read Next:

Hillarius Satrio Seorang pehobi otomotif yang masih mengunyah bangku kuliah. Sangat menyukai mobil yang bisa lari kencang, khususnya mobil sport Jepang. Sekarang juga sedang menggeluti dunia desain mobil, diawali dengan dunia modifikasi digital atau bisa disebut "Digimods" dan berlanjut ke membuat mobil di aplikasi 3 Dimensi. | twitter: @hillsatrio