Gubernur Pennsylvania Izinkan Pengendara Menerobos Lampu Merah, Lho Kok?

by  in International
Gubernur Pennsylvania Izinkan Pengendara Menerobos Lampu Merah, Lho Kok?
0  komentar

AutonetMagz.com – Aturan yang sudah diajarkan mengenai lalu lintas sejak kita masih bau kencur adalah : lampu merah berarti stop, lampu kuning berarti siap-siap berhenti/siap-siap jalan atau hati-hati, dan lampu hijau artinya jalan. Aturan mudah, namun beberapa pengendara yang otaknya masih tersegel rapi karena tidak pernah dipakai suka melanggar aturan simpel ini. Normalnya sih, harusnya ditilang menurut aturan yang berlaku di sini, tapi kalau di Pensylvania, anda bebas.

Lho kok? Iya,Gubernur Pensylvania, Tom Wolf  sudah mengizinkan pengendara motor atau mobil untuk menerobos lampu merah sejak tanggal 18 September kemarin, disebabkan sensor di lampu lalu lintas tersebut kelihatan tidak berfungsi dengan baik. Sensor apaan sih? Jadi begini, kalau di sini kan pakai timer, kalau di sana, ada sensor di jalanan yang mendeteksi kendaraan. Jika ada kendaraan yang berhenti di dekat lampu merah, lampu akan berganti jadi kuning lalu hijau.

peraturan-di-lampu-lalu-lintas

Masalahnya, beberapa pengendara –kebanyakan pengendara motor – komplain kalau sensor ini suka ngaco dan tidak bisa mendeteksi mereka, dan baru aktif saat kendaraan lain yang lebih besar seperti mobil atau truk datang, baru lampu hijau nyala. “Anda berhenti di lampu merah, terus menunggu dan tidak terjadi apa-apa dalam waktu yang lama,” kata Ken Gaudio dari Waymart kepada WNEP.

Sudah berhenti selama 2 menit, 3 menit, lampunya tidak jadi hijau dan anda menyadari, ada yang tidak beres di sini. Sensornya tidak bisa mendeteksi para pengguna motor,” tambahnya. Kalau anda berada di situasi demikian, anda boleh menerobos lampu merah asalkan sudah memastikan situasi aman untuk melintas. Peraturannya tidak menyatakan batas waktu tertentu sebelum pengendara boleh menerobos, jadi biarpun baru berhenti 1 detik, kalau mau menerobos, ya monggo.

peraturan-lalu-lintas-di-lampu-merah

Seperti yang sudah bisa diduga, ada yang senang dan ada yang tak terima, dan yang tak terima sih pastinya karena takut kecelakaan karena kurangnya kewaspadaan saat melintas. Padahal sepertinya aturan seperti itu agak barbar, lebih logis jika sensornya diprogram ulang supaya bisa mendeteksi motor. Atau, mungkin pengendara di Pensylvania harus studi banding dengan pengendara di Indonesia supaya jadi penerobos yang lihai dan sakti mandraguna? Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:

Hillarius Satrio Seorang pehobi otomotif yang masih mengunyah bangku kuliah. Sangat menyukai mobil yang bisa lari kencang, khususnya mobil sport Jepang. Sekarang juga sedang menggeluti dunia desain mobil, diawali dengan dunia modifikasi digital atau bisa disebut "Digimods" dan berlanjut ke membuat mobil di aplikasi 3 Dimensi. | twitter: @hillsatrio