Kecelakaan Maut Xenia vs Nissan Juke : Xenia Tidak Aman?

by  in Daihatsu&Nasional&Nissan
Kecelakaan Maut Xenia vs Nissan Juke : Xenia Tidak Aman?
0  komentar

Kecelakaan Nissan Juke VS Xenia
(gambar dari kaskus.co.id)

Ini bukan berita mengenai kecelakaan Nissan Juke vs Daihatsu Xenia yang menelan 5 orang korban dan 1 orang terluka, tetapi sedikit sebuah sudut pandang dari saya yang agak gatal melihat komentar-komentar awam yang kurang bijaksana dalam menyikapi kecelakaan ini. Sebelumnya saya dan seluruh tim redaksi AutonetMagz turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi seluruh keluarga korban dalam kecelakaan ini.

Kecelakaan yang terjadi pada pukul 13.15 hari Minggu 7 April 2013 tersebut terjadi di Tol Purbaleunyi (Kopo) KM 135 Bandung. Kecelakaan tersebut terjadi karena sebuah Nissan Juke menyebrang ke arah berlawanan menabrak sebuah Daihatsu Xenia. Dalam kecelakaan tersebut Daihatsu Xenia yang menjadi korban tabrakan maut tersebut mengalami kerusakan yang amat parah dibandingkan mobil Nissan Juke yang menabrak, mengapa bisa terjadi?

Sebelumnya mari kita lihat gambar Daihatsu Xenia terlebih dahulu. Daihatsu Xenia yang ditabrak memiliki kerusakan yang bisa dibilang hampir tak bersisa pada bagian kanan dan depan mulai dari atap hingga pintu-pintu mobil yang nyaris tidak tersisa. Lantas ada apa dengan sisi keamanan mobil ini? Apakah mobil ini benar-benar sangat tidak aman dan tidak layak? Yap, pasti hal tersebut yang menjadi banyak komentar dan stereotype orang-orang yang kurang paham mengenai permobilan dan kronologi terjadinya kecelakaan.

Ok, apa benar mobil-mobil di Indonesia kurang aman? Pastinya jika dibandingkan dengan mobil-mobil Eropa yang memiliki standar keamanan tinggi pasti mobil Indonesia kalah telak. Tetapi sebenarnya jika melihat kasus-kasus kecelakaan yang ada di Jakarta mulai dari Avanza terbakar dan Nissan Juke terbakar lantaran menabrak dengan kecepatan 120 Km/jam sebenarnya hal tersebut sangat logis sekali. Coba simak video dibawah ini?

Video tersebut ialah video yang menunjukan bagaimana mobil anda jika ditabrakan kepada sebuah dinding yang diam dengan sebuah mobil sedan kelas menengah dengan kecepatan 120 Km/jam. Seram? Pastinya sangat menyeramkan dan sudah dapat dipastikan pengemudi kendaraan akan tewas seketika.

Bagaimana dengan Crash Test Euro NCAP? Euro NCAP memang seringkali menjadi acuan seseorang dalam memilih kendaraan karena mempertimbangkan faktor safety. Tetapi tahukah anda bahwa Crash Test Euro NCAP dilakukan dengan kecepatan 64 km/jam saja (40Mph)? Bagaimana jika kecepatan tersebut dikalikan menjadi 2 kali lipatnya dari 60 km/jam menjadi 120 km/jam? Video diatas adalah jawabannya.

Sekuat-kuatnya mobil pasti tidak akan mampu berkutik ketika ditabrakan dalam kecepatan tinggi, ingat sebesar dan seaman apapun tetap saja akan hancur berkeping-keping. Apalagi kecelakaan yang terjadi antara Nissan Juke vs Daihatsu Xenia ini merupakan kecelakaan frontal crash yang keduanya sama-sama dalam kecepaan tinggi lawan arah. Sehingga dapat dipastikan gaya tabrakan keduanya lebih dari kecelakaan 120 Km/jam.

Dibawah ini saya berikan contoh bagaimana hasil kerusakan antara crash test Toyota Yaris sedan (Vios) menurut IIHS dengan sebuah tembok dan Toyota Camry yang masing-masing memiliki kecepatan 40 Mph (64 Km/h)

Luar biasa bukan perbedaannya? Itulah bedanya antara crash test dengan objek diam dan objek bergerak. Jika pengemudi Vios menghadapi sebuah objek tidak bergerak mungkin sang pengemudi masih selamat, namun jika menabrak mobil yang berlawanan arah, dari video yang ditunjukan oleh IIHS tentunya sudah tidak ada harapan bagi pengguna Toyota Vios.

Misalkan begini, Jika Xenia berjalan dengan kecepatan 100 Km/jam dan Nissan Juke dari lawan arah dengan kecepatan 100 Km/jam. Maka tentunya gaya tabrakan yang terjadi lebih dari 100 Km/jam melawan tembok diam bukan? Mungkin gaya yang diberikan bisa menyamai gaya tabrakan sebuah mobil yang menabrak objek diam dalam kecepatan 160 Km/jam. Oke, saya bukan ahli fisika untuk menghitung kedua gaya tersebut. Namun dibawah ini saya berikan contoh bagaimana kerusakan ketika sebuah mobil menabrak sebuah dinding diam dalam kecepatan 190 Km/jam

Video tersebut ialah sebuah crash test video yang dilakukan team Fifth Gear kepada Ford Focus generasi pertama yang memiliki nilai 4 bintang Crash Test Euro NCAP. Namun ketika menabrak tembok pada kecepatan 190 km/jam, mobil tersebut nyaris tak bersisa bentuknya, padahal Ford Focus memiliki 4 bintang.

Jadi apapun mobilnya, mobil aman maupun tidak aman pastinya mengalami kerusakan parah ketika mengalami tabrakan melebihi kecepatan 64 Km/jam, segala fitur keselamatan maupun konstruksi mobil tetap saja tidak akan berdaya, apalagi jika menabrak mobil lawan arah.

Lalu bagaimana dengan kecelakaan Nissan Juke vs Xenia di tol Purbaleunyi? Mengapa Nissan Juke tidak memiliki kerusakan yang terlampau parah seperti yang terjadi pada Xenia. Mungkin kesaksian salah satu kaskuser yang menyaksikan secara langsung kejadian tersebut bisa menjelaskannya.

pengakuan nissan juke

saya adalah salah satu saksi yang melihat kejadian ini secara life
kronologisnya

sekitar jam 1230 siang , saya menyetir dari arah pasteur menuju cileunyi. dengan menggunakan avanza silver D13XX GY (pengemudi juke pasti ingat mobil ini)_

kemudian sebelum pintu tol buah batu arah cileunyi ( kurang lebih di KM 140 an ) saya sedang di jalur kanan ( lajur 3 ) dengan kecepatan 120 km per jam.
kemudian dari kiri ada nissan juke berusaha mentake over mobil saya dari lajur 2 ke lajur 3 ( karena di lajur 2 terdapat mobil avanza ) .

seteah itu, nissan juke ada di depan mobil saya lalu kemudian nissan juke mengalami pecah ban, dan oleng ke kekanan dan menabrak separator jalan tol , kemudian pengemudi juke berusaha membanting kekiri, namun yang terjadi mobil kemudian berputar secara horizontal dan menabrak kembali separator , kemudian berputar secara vertikal namun karena separator telah habis ( biasanya ini tempat mobil jasa marga memuutar kendaraan) kemudian juke loncat ke arah seberang jalan tol dan menimpa xenia hitam dan berakhir dirumput..

dari arah space spearator,saya lihat avanzanya atapnya hilang dan pengemudi dan istrinya daam keadaan tak sadar .

setelah saya sampai dicileunyi, saya kemudian melapor ke petugas tol cileunyi

mohon ditaruh di page one

ini kejadian nyata, dan saya siap mempertanggung jawabkannya.
turut berduka cita untuk keluarga korban

Entah kebenaran yang disampaikan salah satu kaskuser bisa dipertanggung-jawabkan atau tidak. Namun kesaksiannya jika benar menguatkan sebuah teori ilustrasi yang saya perkirakan dalam kecelakaan ini pada gambar berikut.

ilustrasi tabrakan

Jika Nissan Juke terbang dan menimpa bagian atas Daihatsu Xenia, sudah pasti Daihatsu Xenia akan hancur lebur bagian atapnya, hal tersebut dapat terlihat dari gambar kecelakaan sebagai berikut.

daihatsu xenia
(gambar dari detik.com)

Bagian atap Xenia hancur lebur, sedangkan bagian sasis dari depan dan belakang masih terlihat baik. Ini bisa terlihat dari posisi roda depan yang tidak bergeser dari tempat yang semestinya. Ini menandakan frontal crash yang terjadi antara kedua mobil tersebut terjadi pada bagian atap Daihatsu Xenia dan bagian bawah Nissan Juke.

Atap mobil merupakan bagian paling lemah dari struktur bodi mobil karena adanya kaca. Sebutkan saja mobil-mobil yang memiliki atap paling kuat dan tebal sekalipun seperti Land Cruiser, Pajero maupun Hummer. Pasti tidak akan mampu menahan benturan dari sebuah Nissan Juke yang memiliki bobot lebih dari 1.3 Ton. Secara fisika daya yang diterima oleh Daihatsu Xenia dari Nissan Juke terbang tidak hanya gaya tabrakan horizontal, namun ada gaya jatuh bebas vertikal sebuah Nissan Juke dengan bobot 1.3 Ton. Apa yang terjadi? tentunya mobil apapun pasti akan hancur.

Lalu mengapa Nissan Juke tampak baik-baik saja dan penumpangnya selamat? Mungkin karena hantaman yang diterima Nissan Juke mengenai bagian bawah mobil. Bagian bawah yang terdiri dari sasis dan kaki-kaki memiliki struktur paling kuat berbanding terbalik dengan atap, karena disanalah terletak besi-besi baja yang menjadi tulang dari kekuatan mobil. Kerusakan Nissan Juke dapat dilihat pada gambar paling atas.

Jadi yang dapat disimpulkan menurut saya dalam kecelakaan ini adalah bagimana kecelakaan tersebut terjadi, bukan karena jeleknya kualitas mobil yang digunakan. Toh apa yang bisa diharapkan dari safety kendaraan MPV kurang dari 200 jutaan di Indonesia? Yang harga diatas 1 milyar pun belum tentu bisa menjamin keselamatan penumpangnya jika terjadi kecelakaan yang sama seperti yang dialami Nissan Juke vs Daihatsu Xenia ini.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan dalam analisa awam seorang penggiat otomotif Nasional. Mohon ditanggapi dengan bijaksana, karena semua kemungkinan bisa saja terjadi dalam kecelakaan. Tidak harus karena apa mobil yang dibawa, namun bagaimana cara kita membawa kendaraan. Secanggih-canggihnya mobil, se-aman-amannya sebuah mobil tentunya akan lebih aman jika kita membawanya dengan safety driving dan mengikuti rambu-rambu yang ada. Semoga korban diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan.

Read Prev:
Read Next:
  • Anton

    Analisa menarik bung, penjelasan yg cukup beralasan, dilandasi data ‘saksi mata’. Namun perlu sy tambahkan bahwa dlm crash test bkn hanya front impact saja, melainkan ada side impact test, roll-over test, road hardware test, dsb. Nah yg signifikan dalam test kekuatan pilar (spt analisa anda) adlh roll-over test. Saya tidak pernah meneukan xeniavanza menjalani test tsb, dibanding dgn juke yg dpt rating Good versi IIHS. Bicara soal impact, ya benar, pd kecepatan itu kena di windshield, kendaraan five star pun lewat, tapi sebaiknya ini jadi peringatan bagi konsumen lbh selektif, dan ATPM tdk asal jualan saja. Bagi sy, xeniavanza itu mahal, dibandingkan dgn feature yg didapatkan, apalagi itu mrpkn produk masal. Ford fiesta dgn 190jtaan kita bs dpt airbag dan tested di crash test.

    • Ridwan Hanif

      ya kalau avanza diberikan fitur keselamatan lebih tinggi tentunya harganya tidak mungkin bisa dijangkau oleh masyarakat indonesia.

      tetapi bukan itu masalah utamanya, yang menjadi persoalan disini adalah safety riding bro, sudah terlalu banyak kecelakaan yang diakibatkan kelalain, terlalu asik mengemudi sampai lupa batas kecepatan… Seandainya orang-orang sadar betul tentang pentingnya safety riding, jumlah kecelakaan kendaraan pastinya lebih mudah untuk dikurangi bukan?

      • Ajo

        Harga jual mobil di Indonesia, terutama yang dari jepang ditentukan oleh market price. Bukan oleh biaya produksi. Kenapa harganya segitu, ya karena dijual dengan harga 180 juta masih laku, meskipun sebenarnya jika dijual 100juta sudah untung. Jika ford fiesta yang 190jt sudah lebih lengkap fiturnya, berarti dia ngambil untung lebih dikit.

  • Anon

    Yang salah disini adalah standar keselamatan kendaraan yang lemah, karena di Eropa sana Euro-NCAP mewajibkan passenger cars untuk memiliki pilar yang kuat, sehingga mampu menahan benturan baik dari samping maupun atas dan tetap melindungi pengendara. Kebanyakan mobil yang diberikan rating baik oleh Euro-NCAP, NHTSA maupun IIHS salah satu kriterianya adalah pilar atas yang baik, sehingga saat rollover pun mobil masih kuat menahan benturan dari atas, dan yang saya lihat dari bangkai Xenia disini sangat jelas bahwa mobil ini tidak mempunyai struktur body yang kuat, baik dari protection strips maupun tidak ada pilar yang kokoh. Andai saja standar mobil yang dijual di Indonesia memiliki standar yang baik, maka akan banyak jiwa yang dapat diselamatkan.

  • Jack

    penjelasan yg logis bro. salute!

    memang semua mobil kalo di letakkan di posisi xenia, hampir pasti kondisi akhirnya akan sama. walaupun mobilnya bintang 5 untuk masalah safety. soalnya, fitur safety ini di buat untuk “mengurangi”, bukan untuk mencegah secara pasti dari kecelakaan di jalanan.

  • lenovog460

    hmm menurut saya yg salah adalah pemerintah kita sendiri, karena tidak memiliki dasar aturan/standart kemanan pada mobil pada range harga tertentu. Coba kita lihat avanza dan xenia apakah mereka punya airbag? Side impact beam? bahkan untuk tipe tertinggi sekalipun tidak dilengkapi fitur tsb abs saja hanya bagian belakang CMIIW (avanza Veloz) harganya tinggi fitur murahan kapan indonesia dibodohi terus? Tengok negara sebelah avanza memiliki standart 2 airbag dan abs? Pemerintah kita terlalu lemah menegakan hukum!! Tajam di bawah TUMPUL DI ATAS!!
    Turut berduka cita untuk korban………….

    • Ridwan Hanif

      kalau menurut saya yang harus dipertegas itu tentang syarat memiliki SIM. Karena kalau syarat memiliki SIM sudah baik dan bersih dari praktik kotor, pengemudi-pengemudi ugal-ugalan seperti ini akan jauh lebih berkurang.

      Mungkin kita bisa mencontoh New Zealand mengenai hal ini.

      • Ardian

        Jadi ingat berita seorang nenek di Taiwan yang baru pada tahun ke 40 beliau baru bisa memperoleh SIM A karena berkali-kali ngga lulus test tetapi berkali-kali pula beliau terus mencoba…:).

      • Olly

        Betul bgt mas. Cm di indonesia sj yg lebih gampang buat SIM. Tdk tengok negara tetangga apa. Malah skrg infonya di permudah buat SIM A dan C utk sekolahan khususnya wali murid sekolah. Tanpa Tes lagi. Tetangga dan teman bisa nebeng. Miriss bgt ya..

  • Bigbalz

    Masuk akal banget… mungkin memang yg ditekankan disini adalah soal safety readingnya, kadang kalau di tol yg namanya kecepatan itu seperti sudah gak ada batasnya. Pengemudi hampir tidak pernah memperhitungkan batas kecepatan, heran juga saya sebenarnya,,,

    Andaikan semua mengutamakan safety reading kecelakan frontal kemungkinan besar bisa dihindari. Jelas yang menjadi problem besar disini adalah soal kecepatan dalam kasus kecelakaan ini. Video2 diatas sudah bisa menggambarkan dan dari gambar2 yg ada sudah bisa menjawab penyebabnya, juke nimpa xenia.

    Saya setuju soal perkataan mau hummer sekalipun kalau kasus kecelakaannya ditimpa begitu pasti lewat.

    Makanya sodara2, SAFETY READING. Andaikan semua pengemudi sadar akan batas kecepatan dan keselamatan, frontal crash semacam ini (sekali lagi saya katakan) kemungkinan besar bisa dihindari. Saya setuju soal pembatasan usia kepemilikan SIM.

    • maaf

      maaf pak yang bener safety riding bukan “read” karna artinya beda jauh

  • aan hidayat

    setelah sy pindah ke kalimantan, saya lumayan ga ngebut saat di jalan. paling2 saat melintas d bukut suharto aja, karena maoritas jalan d sana rusak berat.

    coba aja kalo d jawa jalan nya separah di kalimantan, mungkin tingkat kecelakaan bisa turun.

  • Kuntiii

    Klo posisi apanza dibalik jd Juke, kira2 begini dah pengalaman teman saya :

    ” pengalaman pribadi ane taon 2007 mengalami kecelakaan paling memilukan di tol jkt-merak km.54.400, dan kecelakaan tsb lebih tragis dr pic diatas… waktu itu lebaran ke 2, ane mau ke anyer kecepatan 160kpj, tiba2 dr balik phon teh2an (tol jkt-merak kala itu belum ada pembatas jalan) nongol apansa… ya apa daya ane gak sempet injek rem lagi adu tanduklah carnival vs apansa… apansa body n rangka pisah jarak 100 meter lebih, penumpangnya berhamburan dgn jarak lebih jauh dr body nya, ada yg disawah, nyangkut diatas pohon angsana, di pager pemisah antara tol dan sawah… korban dr pihak apansa 5 jiwa, di carnival alhamdulillah selamet sehat walafiat… sejak tragedi itu bnyk teman2 csoc menjual apansa n seniah nya… bagi teman2 csoc pasti udah tau gimana bentuk itu apnsah n carnival… ”

    bukti foto :
    https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/225407_1051900986730_3401_n.jpg

    • Ridwan Hanif

      carnival kuat sekali ya…

      btw itu tabrakan frontal crashnya menyamping ya?

  • Adi

    tidak harus kesaksian kaskuser gan, berita detikcom juga menunjukkan bahwa nissan juke memang “terbang” menimpa xenia, lihat disini: http://news.detik.com/read/2013/04/09/110809/2215193/10/detik-detik-kecelakaan-maut-di-tol-purbaleunyi-versi-agung-ajaib?991104topnews

  • dio

    nissan juke crash test –> http://www.youtube.com/watch?v=7I7bKVCFI_U

  • adul

    Dari kronologi memang Juke yg salah….boleh lah anda bilang safety riding dan memang di sini kebanyakan SIM nembak (terbukti korupsi simulator SIM)….tapi dari sisi safety car memang xenia/avanza gak ada crah test kog…Saya juga di tol sering ngelihat xeniavansa ngebut tanpa sadar kondisi mobil dg kualitas rendah…

  • lukas

    tapi menurut berita banyak yang bilang keempat ban juke itu masih utuh yah? kaga pecah ban seperti kesaksian salah satu kaskuser itu.

    misteri….

    semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan…..

    • Ridwan Hanif

      iya, makanya yang saya ulas disini bukan masalah ban dan penyebab kecelakaannya… tetapi kenapa xenia bisa ancur remuk kaya gitu masbroo

  • Arie L.P.

    Avanza Xenia, sudah overpriced tapi kualitas payah… tapi untuk versi export ada ABS dan Airbag, (dijual tidak beda dengan harga lokal), nah loh.. kenapa untuk lokal gak fitur safety sama sekali? (hanya abs itu pun di versi paling atas)

    yng lemah juga pemerintah kenapa gak keluarin regulasi, mobil baru tahun 200x keatas wajib airbag, abs,kalau perlu ada INA-CAP (Indonesian Car Assesment Program) bernaung dibawah SNI, tapi mungkin pejabat-pejabat itu malas dan sudah kenyang dengan amplop dari Ast** jadi mobil polosan safetynya bisa bebas melenggang..

    seharusnya kita malu sama proto* , ingat kita dulu menjelek-jelekan merk ini dulu karena hanya rebrand merk lain diawal berdirinya, tapi mereka berkembang sampai mobil-mobilnya boleh melenggang di eropa (lolos euroncap baik bintang 4-5)… kita sampai saat ini hanya masih berkutat jadi konsumen aja terus… mereka berkembang, kita masih 0 besar. (malah ngurusin santet :P)

    Fitur Safety sudah seharusnya menjadi fitur standar, bukan fitur premium saja.

    semoga kita bisa berkaca dan semakin maju…

    • pinz

      Terbukti setiap kecelakaan yg menimpa avanza/xenia hampir pasti ada korban jiwa, harusnya pemerintah tinjau kembali rancangan tuh mobil safetynya walaupun yg skr sudah ada airbagnya tetap saja hancur sblm struktur bodinya dibenahi terutama platnya kaleng banget bro.. platnya bikin tebal dikitlah paling nambah 200an kg ga bikin rugi toyota harga plat saja paling 15.000/kg ni mobil ga aman ga nyaman over pricenya kebanyakan.

  • motorlovers

    XENIA-JUKE 11-12 lah soal safety. yang terpenting bagaimana cara kita mengemudi dan memberi sikap yang baik terhadap mobilnya.

    mari cek selalu kondisi kendaraan agar selalu prima.

    • waduh

      naudzubilah, ga sopan pak mirip2in soal safety juke sama xenia. xenia itu dulunya mobil seharga 60 jutaan lho pak. Kalau bilang 11-12 safety itu fitnah pak. ada harga ada kualitas.

  • Agung WN

    Safety reading itu harus…Konsumen jg harus lebih smart memahami mobilnya..Kewajiban pemerintah melindungi konsumen, n pengusaha jgn cuma mikir untung gede tok…PR nya banyak bro..

  • zakaria

    Mengemudi kendaraan = mengendalikan diri kita.

  • situs otomotif

    wiihhh ngeri bang…. bacanya sambil merinding,,,kerii

  • rian

    safety driving ngga cukup, harus ada peraturan yang kuat untuk mengatur pengguna kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 dan juga mengatur kendaraan itu sendiri.
    udah jadi rahasia umum kalau sim bisa nembak, itu yang harus diselesaikan
    ditambah lagi buat aturan tegas tentang kecepatan maksimal, selama ini plang kecepatan maksimal 100kph cuma dianggap main-main buat beberapa pengendara

    harusnya astra mendapat pelajaran dari musibah ini, perbaiki kualitas mobil buatan kalian (khususnya brand T dan D)!! sudah jadi rahasia umum kalau mobil kembar sudah overpriced ditambah minusnya fitur keamanan
    setuju kata komen di atas tentang harus ada regulasi yang mengatur kendaraan baru harus memiliki setidaknya ABS, EBD, side impact beam, dan air bag.
    apa susahnya coba merk S dan C aja bisa, harganya pun masuk akal (inisial aja ya takutnya iklan)

  • warga

    turut berduka, kasihan di ade sudah jadi yatim piatu semoga diberi ketabahan

  • Ahmad Royani

    Assalamu`alaikum.Wr.Wb.
    Setelah membaca,menyimak dan memahami dari komentator 2 diatas,pandangan kami semuanya tidak bisa dihindari atas kejadian daihatsu vs nissan tanpa mengurangi nilai ukuran dr sebuah perusahaan mobil manapun,bagi kami adalah,kembali kepada manusianya apakah manusianya mengenal dirinya sendiri plus kendaraannya..? krn pengemudi adalah penentu nyawa orang disekitarnya, jadi bagaimanakah pengemudi menyiapkan diri utk ber-etika dlm mengendarai mobil,dijalan manapun berkendara kalau pengemudinya ; sabar, tawadu memiliki kendaraanya, sopan santun, kami kira bisa menjadikan orang lain saling menghormati dan menghargai….mhn maaf kami lemah pengetahuan tentang dunia otomotif..terima kasih
    Wassalamu`alaikum. Wr. Wb

  • agismaniax

    Ngutip dari judul saja, Xenia tidak aman? Kalau dilihat dari fitur2 keamanan yg ditawarkan mobil tersebut, sepertinya memang belum pernah diuji crash-test secara komprehensif.

  • Dhandy

    Kalo membaca semua koment dari bro, setuju banget. Memang harga mobil mobil di Indonesia itu over priced, dengan berbagai alasan. Mungkin bro sekalian lebih tahu daripada saya, yang saya tahu semua usaha untuk membuat mobil nasional dan murah bertumbangan, hingga sekarang Indonesia masih bergantung dengan mobil import. Mobil SMK kemanakah dia?

  • aldila

    Ah..bangsa indonesia cuma pada pinter ngomong.klo pada merasa mampu menciptakan kendaraan aman kenapa ga pada bikin?talk lees do more.klo cuma ngemeng sih gampang.
    Lagian perlu digaris bawahi kita berkendara bukan buat diadukan?intinya human error klo smua taat peraturan pasti aman2 aja.
    Himbauan buat pengendara kesadaran atas keselamatan dulu baru bicara teknologi.bangsa ga disiplin aja pada ngemeng teknologi.

  • agus

    dibayar berapa anda oleh daihatsu? ngomong apa anda ini. yg namanya mobil kaleng ya tetep ga aman
    ga boleh dijual di negara maju.manaada yg mau pakai mobil kaleng. gobloknya pemerintah indonesia saja yg mau jadi budaknya jepang.

  • Oudan

    Kalo ane simpulin setelah baca artikel diatas berikut komentarnya;

    1. Safety Riding
    2. Standar Aturan Pemerintah
    3. Regulasi SIM
    4. Driver

    Keempat tersebut merupakan satu kesatuan utuh dalam meminimalisir kecelakan maut.

    Sedikit bahas driver, setiap driver harus bisa memahami kalo dijalan itu nggak cuma dia doang yg berkendara, banyak pengguna lainnya juga.

    Kecelakaan terjadi bisa karena lalainya sang Driver, atau karena takdir.
    Nggak nutup kemungkinan ketika kita berkendara sudah ekstra hati2, tapi pengendara lain yg membawa kita tertimpa musibah.

    Untuk meminimalisir kecelakaan maut, ketika berkendara ada baiknya saling intropeksi diri.

  • kakher

    Semoga para korban diterima amalnya dan diampuni segala dosanya. Amin..Sedikit pendapat, dari sisi bahan dan material memang Xenia/Avanza menurut saya kurang kuat..masak side impact xenia/Avanza untuk benturan samping juga gak ada? Gak tau kalo yg all new avanza/xenia (sdh ada airbag). Kalo tertabrak dari samping, bisa2 terbelah…kemudian pilar juga sangat lemah…rasanya tidak bisa dibandingkan dengan Nissan (Nissan justru banyak diekspor di negara-negara eropa)..memang, konsekuensinya adalah harga jual menjadi mahal..meski Nissan juga diproduksi masal (Grand Livina misalnya), namun sudah diuji crash test dan dapat bintang 4. Sayang, gara2 mau nyaingi Toyota, beberapa versi diilangi airbagnya, namun setidak-tidaknya bodi dan plat lebih tebal dan kokoh…kosekuensinya: lagi-lagi masalah harga jual yang dapat mjd tidak kompetitif..di sisi lain, bagi masyarakat kita, HARGA masih menjadi PERTIMBANGAN UTAMA (termasuk saya)..jadi ya serba salah..Alangkah bijaknya bila calon konsumen (khususnya yang sangat awam) diberi pemahaman thd mobil yang akan dibeli. Misal: “…mobil ini fitur keamanannya begini..jadi ada risiko begini…sudah/belum diuji…”..dsb..dsb. Sama dengan peringatan rokok..Maaf, pendapat pribadi..no offense..(saya bukan pemakai nissan atau toyota/daihatsu, tapi mobil eropa)

    • Terima kasih atas komentarnya pak, semoga atas kejadian ini kita semua dapat mengambil pelajaran baiknya, dan selalu waspada dalam berkendara.

  • rizal

    waduh, beginilah manusia yang comment gak pakai akal..
    kaliaann, yang bilang indonesia jual mobil kaleng, buat sendiri mobil safety, kalian juga talk more do less.
    kalian juga tidak menghitung berapa uang di keluarkan untuk membuat mobil safety, kalau ada barangnya kalian juga ngak beli, esemka buat mobil mana ada kalian membeli mobilnya???
    membuat mobil safety itu nggak murah, kalau ada yang safety pun harganya gila, mana mampu kalian belinya??

    mereka daihatsu, toyota, suzuki dan brand lainnya udah membuat mobil yang safe tapi cocok untuk kantong indonesia.
    kalau namanya udah 120 km/hr itu kan udah menantang maut.

    songong lu pada, kesel gw

    • joko

      ya ada lagi anak bego baru gede belagu pula. dek mobil di indonesia itu termasuk paling mahal didunia, harga mobil di amerika saja cuma separuh harga indonesia untuk jenis yang sama, atau contoh jepang harga karimun bekas tahun 2000 an cuma seharga 10-12 jutaan.

    • jaber

      yaelah lu tong maen sepeda aja sono jangan maen mobil haha

  • hendra

    wah , parah ya, moil eropa aja beli deh, chevrolet spin kabarnya tebal body 0.8 mm, yg lain 0.4 – 0.6 mm.minimal mengurangi resikolah

  • deRby

    beNaR maS bRoO.. teBal besi body nya saJa maSih tebaLan KALENG KERUPUK caP ikan. jauh dibanDing ketebalan besi bodY mobil2 eRopa..

  • Rizal

    Maaf nih agan-agan… saya cuma mau nambah pendapatnya agan semua.
    Jadi…. yg namanya musibah ga ada yg tau gan. Jangan kan manusia, setan ama malaikat aja ga tau. Mau mobil keren, canggih, safety sekalipun… kalo udah waktunya hancur, ya hancur.
    Kadang yg ugal-ugalan ga genah aman-aman aja sampe tujuan.
    Coba bayangkan apa yg terjadi kalo mobil eropa di tabrak kereta!!! Selamat kah?
    Sekuat apapun mobil kalo udah waktunya pasti jadi tempe, gan

    Saya memang gagap otomotif, tapi kalo di lihat lebih dalam memang banyak kesalahan di negeri ini. Yg korupsi simulator sim lah, ini… itu lah… . Tapi menurut saya bersukur itu pilihan yg tepat. Urusan mati, bukan urusan saya.
    Toh… biarpun di media muncul berita “Gadis remaja selamat… setelah di tusuk 7 kali (dan blablabla)” Apa agan bisa jamin gadisnya mati kurang dari satu jam?

    Selama itu masih berbentuk manusia.. pasti punya salah dan pasti mati. Jangan sok jadi tuhan menjamin keselamatan seseorang.
    Semoga korban tewas diterima di sisi NYA & semoga keluarga yg di beri ketabahan untuk cobaan yg menimpanya.
    Amiin…

  • fatboy1978

    halah alesan aja nih orang, harusnya klo pilar A bukan terbuat dr krupuk, pastilah juke ga akan merangsek ke kabin, saya sdh melihat beberapa kecelakaan saat turing, bahkan saya pernah nabrak Avanza Velos dr belakag saat dia berhenti mendadak krn depan ada mobil nyebrang naik mo masuk rmh, tp malah ngglondor mundur lg ke jalan, dgn kecepatan dibawah 40kmh, saya pemakai hyundai trajet hanya nekuk dikit Kap mesin, mika lampu pecah sdkt dan grill utuh, tuh Avnza Velos knalpot dan ban serep ngadep bawah, belakang masuk 50cm, depan avanza nyundul CRV, Avanza Kap mesin sampe naik nutupin kaca depan, mesin mundur dan turun dan ga bisa jalan, sedangkan CRV hanya mlorot bempernya 2cm… hahahahaha

  • fatboy1978

    sebelum saya apke trajet, pernah pake avanza 2005, kejadian dibangjo, depan saya accord 2005, saat lampu hijau si accord jalan, dan ketika waktunya saya ngijek gas, eehhh si accord mati mesinnya, alhasil ga sempet nginjek rem dah jebret…. hasilnya accord 2005 bemper plastiknya penyok dan lampu blkg sblh kiri retak dan grumpil dikit, tp yg bikin kaget avanza saya hancur lebur, fan radiator natap radiator, accu avanza 2005 letaknya ada depan sopir depan kaca, yg berarti jauh dr grill… pecah berantakan… sayang disini ga bisa kasi fotonya, dr kejadian itu maka saya putuskan tidak akan pernah beli mobil krupuk lg, termasuk semua keluarga saya ga ada yg mau pake lagi.. klo msh lom yakin, bandingin aja crash bar (besi dalem bemper utk menahan benturan) innova, (avanza ga ada ya) dengan punya Hyundai AtoZ ato KIA Visto…. masih gedean punya AtoZ/Visto drpd Innova

  • hmm

    sudah jgn banyak menghina avanza xenia.
    bersyukurlah kalian yg sudah dibuatkan mobil yg se ekonomis mungkin. ada harga ada rupa.
    daripada kalian mudik atau melakukan perjalanan jauh menggunakan sepeda motor bonceng anak istri tarik 5 6 7 orng.
    yg diambil pelajarannya. berhati2lah berkendara. maut selalu mengintai!

  • amar

    Jadi kesimpulannya adalah utamakan Safety Riding,tetapi saya mau koreksi masalah konstruksi Avanza-Xenia,waktu itu saya pernah punya Avanza keluaran generasi pertama,saat lgi jalan jalan di sekitar Kampus UNDIP,tiba tiba Avanza saya diseruduk sama kijang 90-an(gk tau jenisnya apa,mungkin grand extra)padahal saya saat itubsudah berhenti karena Kijang tersebut mengarah ke Avanza saya dan akhirnya menyeruduk Avanza saya pada kecepaten 30 km/jam,dan yg Avanza saya dapatkan adalah ringsek parah pada bagian pintu depan dan pintu belakang,apakah itu karena kualitas body avanza yg kurang leraskah?karena kijang tersebut tidak mengalami kerusakan(bersih)

  • jack

    saya gak jadi beli avanza ataupun xenia lah..soale sy seneng ngebut..dadi bingung nih

  • nang tems

    Oke lah kualitas mobil emang bisa jadi point safty ride tapi yang paling penting menurut saya sih diri kita sendiri percuma mobil udah bener2 safty kalo diri kita masing2 kaga bisa safty jadi tetep nila nya NOLLL BESAR kan
    Sudah sering saya liat kebanyakan bawa mobil tuh kayanya cuman diajarin cara ngegas and cara kopling tapi kayanya mereka lupa tuh yang namanya cara nge rem yang bener
    Maaf oot dari newby yang tiap hari hidup di jalanan