IIMS 2013 Cerminan Kemampuan Industri Otomotif Indonesia

by  in IIMS 2013&Nasional
IIMS 2013 Cerminan Kemampuan Industri Otomotif Indonesia
0  komentar
Wakil Presiden Boediono meresmikan IIMS 2013

Pameran terbesar otomotif di tanah air, IIMS 2013 dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono

Jakarta, AutonetMagz – Pameran otomotif terbesar di tanah air, Indonesia International Motor Show (IIMS), telah dibuka secara resmi pada Kamis (19/7) lalu. Pameran yang menjadi agenda wajib bagi para pelaku, pengamat, konsumen dan pecinta dunia otomotif ini dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono, dan didampingi oleh Menteri Perindustrian RI, Mohammad S. Hidayat, Menteri Perhubungan, E.E. Mangindaan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman MR, Ketua Penyelenggara IIMS 2013, Johnny Darmawan, dan pejabat terkait lainnya. Pembukaan resmi IIMS 2013 dihadiri pula oleh para perwakilan Agen Pemegang Merek dan duta besar negara-negara sahabat serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Boediono menyatakan keyakinannya bahwa industri otomotif akan mampu menjadi tulang punggung industri dan industrialisasi Indonesia. Menurutnya, IIMS adalah ajang yang tepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui industrialisasi. “Otomotif merupakan industri strategis yang mampu menyokong tiga pilar kebijakan industrialisasi nasional. Pemerintah berharap melalui penyelenggaraan IIMS ini, para pelaku industri juga lebih memfokuskan perhatian pada  penguatan struktur industrialisasi,” ujar Wapres Boediono.

Lebih jauh Boediono menjelaskan mengenai tiga pilar kebijakan industrialisasi. Pilar pertama adalah proses meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia dari bahan mentah menjadi bahan jadi atau setengah jadi. Kedua, memaksimalkan dampak industri di dalam negeri atau multiplier effect dari industri seperti bertambahnya penyerapan tenaga kerja serta jaringan industri pendukung yang banyak. Dan terakhir, menjadi bagian dari proses global supply chain, dimana fokus industri tidak hanya terbatas pada dalam negeri saja, namun juga fokus ke luar negeri.

Komitmen Pemerintah untuk Atasi Masalah Transportasi di Ibu Kota

Pada kesempatan Opening Ceremony IIMS tersebut, Wakil Presiden Boediono juga menekankan komitmen dan dukungannya terhadap masalah-masalah transportasi di kota-kota besar di Indonesia, khususnya ibukota DKI Jakarta, termasuk masalah kemacetan karena Jakarta merupakan ibukota dan jendela negara kita.

Untuk mendukung proses industrialisasi, khususnya dengan semakin gencarnya program Low Cost Green Car (LGCC), Boediono menyatakan bahwa tidak perlu ada larangan bagi masyarakat untuk membeli kendaraan, karena pada hakikatnya peningkatan ekonomi memberikan pengaruh pada peningkatan daya beli masyarakat.

LCGC Suzuki Karimun Wagon R tipe GL

Mobil LCGC Suzuki Karimun Wagon R

“Kita bisa mencari solusi lainnya dalam mengatasi masalah kemacetan di Jakarta, antara lain dengan peningkatan kualitas dan kuantitas transportasi publik serta menerapkan aturan-aturan seperti Electronic Road Pricing (ERP). Hal penting lainnya adalah bagaimana memeratakan distribusi produk kendaraan bermotor di kota-kota lain di Indonesia, karena memang kebutuhan di sana masih sangat besar. Hal ini tentu perlu kita kaji dan carikan solusinya bersama-sama,” terang Boediono.

Target Industri Otomotif Indonesia Terbesar di Asia Tenggara

Sejalan dengan target dan harapan pemerintah, kalangan pelaku industri otomotif pun menyambut optimisme industrialisasi otomotif. Hal ini sejalan dengan target Indonesia untuk menjadi pusat otomotif terbesar di Asia Tenggara.

Ketua Penyelenggara IIMS 2013, Johnny Darmawan menjelaskan bahwa dalam situasi yang sulit seperti dialami dalam periode semester-2 2013, industri otomotif Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup stabil. Berbagai pencapaian positif telah berhasil diraih di tahun 2012 yang lalu. Produksi kendaraan roda empat mencapai  1.065.557 unit atau naik 27,1% dibandingkan produksi tahun 2011. Dalam periode Januari-Juli tahun 2013 ini produksi mencapai 692.666 unit.

Sementara itu, permintaan akan kendaraan bermotor pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat. Pada tahun 2012, pasar kendaraan bermotor roda-4 di Indonesia mencapai 1,116.230 unit atau 32,3% market share ASEAN sebesar 3.454.672 unit. Dalam periode Januari-Juli tahun 2013 ini penjualan mencapai 714.400 unit.

Namun, Johnny Darmawan juga kembali menekankan bahwa IIMS bukan hanya sekadar pameran otomotif, namun juga sebuah ajang promosi untuk lebih memperkenalkan dan menunjukkan kepada dunia, besarnya potensi yang dimiliki industri otomotif nasional demi mencapai tujuan untuk menjadi pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. “Kami berharap Indonesia International Motor Show tahun 2013 ini akan menjadi ajang  yang mampu memotret tidak saja kemajuan industri otomotif Indonesia tetapi juga kemajuan perekonomian Indonesia secara umum sehingga dapat menarik minat investor asing untuk mengembangkan usahanya di negeri ini.”

“Smart Vehicle Mobility”

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, IIMS kali ini masih tetap diselenggarakan di kawasan JIExpo Kemayoran Jakarta. Dan dari tahun ke tahun IIMS kian diperhitungkan oleh para pemain besar industri otomotif, hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah peserta ditiap penyelenggaraannya yang tentunya terus mendorong meluasnya area pameran yang pada tahun ini mencapai 75.101 m² untuk menampung peserta yang meliputi total 36 merek kendaraan bermotor, yang terdiri dari 27 merek kendaraan penumpang dan 9 merek kendaraan niaga, serta 276 perusahaan pendukung industri.

Pameran IIMS tahun ini mengusung tema “Smart Vehicle Mobility” yang ingin menekankan pentingnya efisiensi bahan bakar dengan memperkenalkan sistem transportasi dengan standar efisiensi yang mengurangi pemborosan bahan bakar serta mengurangi emisi gas buang berlebih. Adapun tujuan akhir dari tema IIMS kali ini adalah untuk mendorong pengembangan mobilitas cerdas yaitu berkendaran yang tidak hanya mempertimbangkan kenyamanan visual, dan juga keterjangkauan dalam sisi ekonomi, namun juga memiliki teknologi hemat energi yang mumpuni hingga dapat mengurangi emisi yang ditinggalkan.

Booth TATA Motors Indonesia di IIMS 2013

TATA Motors Indonesia yang ikut memeriahkan IIMS 2013

Tema ini diharapkan juga menjadi acuan bagi konsumen untuk memilih kendaraan dengan teknologi yang memungkinkan efisiensi konsumsi bahan bakar namun tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan penggunanya.

Dan untuk mendukung tema ini, para APM yang tampil pada IIMS 2013 juga berlomba-lomba menampilkan desain yang sejalan dengan arahan tema. Ada 36 APM yang hadir pada pameran kali ini, mula dari brand passenger cars seperti Audi, BMW, Chevrolet, Chrysler, Dodge, Daihatsu, Ford, Honda, Hyundai, Jeep, KIA, Mazda, Mercedes-Benz, Mini, Mitsubishi Motors, Nissan, Peugeot, Smart, Subaru, Suzuki, Tata Motors, Toyota, dan VW. Sementara dari commercial vehicles brand-brand yang akan hadir adalah Dyna, FAW, Foton, Fuso, Hino, Isuzu, MAN Trucks, Tata Motors, dan UD Trucks. Selain itu, 276 industri pendukung juga antusias untuk memeriahkan IIMS sampai 10 hari kedepan.

Read Prev:
Read Next: