First Impression Review Toyota Camry Facelift 2015 oleh AutonetMagz

First Impression Review Toyota Camry Facelift 2015 oleh AutonetMagz
0  komentar
Review-Toyota-Camry-facelift-hybrid

AutonetMagz.com – Setelah muncul terlebih dahulu di negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia, akhirnya minggu lalu Toyota Camry facelift 2015 hadir juga di Indonesia oleh Toyota Astra Motor. Seperti yang sudah kami ceritakan, Camry facelift ini adalah hattrick Toyota setelah meluncurkan Rushfacelift serta Toyota Alphard dan Vellfire generasi baru.

Jadi, apa saja yang disuguhkan Camry facelift ini kepada calon konsumennya, terutama apa saja ubahannya dibanding Camry lawas? Mari kita telusuri bersama dalam First Impression Review Toyota Camry Facelift 2015.

Eksterior

Dari sisi depan, bentuk headlamp Camry facelift kelihatan lebih tajam dan menyipit dengan aksen chrome lid di bagian atas headlamp dan ujung kap mesin. Gril barunya kini juga dilapis chrome, belum lagi aksen chrome di air dam bawahnya yang membentuk siluet kumis (lagi). Duh, baru di depan saja chrome-nya sudah lumayan ya.

front-fascia-toyota-camry-facelift

Tapi kami akui tampangnya kini jadi membaik, sebab paduan bentuknya membuat wajah Camry kelihatan lebih modern dan sporty. Sepertinya Toyota sudah ingin memakaikan filosofi “keen look” mereka ke semua mobil yang mereka punya sekarang, mulai dari Yaris lele, Vios, Corolla Altis, Kijang Innova 2016 dan terakhir, Camry ini.

Perhatikan lampu kecil berbentuk segitiga di ujung kanan-kiri bumper depan Camry ini. Ini bukanlah lampu senja atau fog lamp tambahan, tapi ini adalah lampu sein dan lampu seperti ini hanya hadir di Camry hybrid. Untuk tipe non-hybrid, lampu seinnya kembali ke dalam headlamp dan ruang kosongnya diisi dengan aksen sejenis bilah-bilah sirip.

lampu-sein-Toyota-camry-facelift-hybrid

Pada headlamp-nya, Camry hybrid sudah dilengkapi dengan projector lens yang menemani bohlam LED, lengkap dengan LED DRL sebagai standar. Tapi ingat, itu hanya untuk yang hybrid saja, yang non-hybrid belum dapat bohlam LED.

Akan tetapi, headlamp Camry baru kini makin canggih dengan fitur automatic high beam yang bisa meredupkan sorot lampu kala mendeteksi ada mobil lain yang melintas dari arah berlawanan, agar sorot lampu tak menyilaukan pengendara mobil lain. Di sudut kanan-kiri air dam bagian bawah, ada sepasang fog lamp yang dibingkai oleh aksen chrome yang membentuk siluet kumis tadi.

logo-toyota-camry-facelift-hybrid

Logo tiga elips Toyota pada bagian depan Camry hybrid memiliki pendaran cahaya warna biru dan emblem Hybrid Synergy Drive di belakang. Hal serupa bisa anda temukan mobil hybrid Toyota dan Lexus lainnya, seperti RAV4 facelift hybrid, Prius, Lexus CT 200h, Lexus RX 450h dan lain-lain.

Dari sisi samping, Camry facelift seolah tak berbeda sama sekali dari versi sebelumnya. Sepertinya Toyota hanya fokus ke ubahan sektor depan-belakang saja untuk bagian luar Camry ini. Kalaupun ada perbedaan, yang kami lihat hanya pelek 17 inci dengan desain multispoke baru yang lebih elegan.

Toyota-Camry-facelift-hybrid-samping

Sayangnya, desain pelek antara varian non-hybrid dan hybrid ternyata sama saja. Padahal kami harap ada sedikit diferensiasi untuk membedakan versi mewah dan versi yang lebih mewah, minimal pembedaan dengan pewarnaan dengan two-tone color saja rasanya sudah cukup kok.

toyota-camry-facelift-belakang

Berlanjut ke belakang, desain lampu belakangnya masih sama seperti Camry lama, hanya saja kini ada aksen chrome yang didesain seolah menembus kedua lampunya. Terakhir kami melihat sentuhan seperti ini ada pada mobil-mobil BMW, misalnya pada BMW Seri-7 terbaru. Oh ya, kini untuk Camry tipe V dan hybrid sudah dilengkapi kombinasi sensor parkir dan kamera parkir sebagai standar.

Interior

Interior Camry baru masih konsisten dengan nuansa kemewahan yang terasa berkat kehadiran panel kayu yang sudah standar untuk semua varian. Hanya saja antara tipe V dan hybrid, ada beda mencolok di material jok kulit, setir berlapis kayu dan pola panel kayu pada dashboard-nya. Sisanya, semua bisa dibilang sama saja.

interior-toyota-camry-facelift

Di setirnya ada tombol yang jumlahnya sangat banyak, seperti tombol navigasi menu, tombol pengatur audio, tombol cruise control, tombol pengaturan telepon, tombol pengatur MID dan lain-lain. Ah, mungkin sudah cukup pembahasan tombol-tombol setirnya, toh biasanya area ini jadi urusan supir pribadi para pemilik Camry.

Good news!Head unit Camry facelift kini tipenya baru, dan untuk tipe G dan V, head unit-nya punya layar sentuh 8 inci dengan fitur koneksi internet, Toyota Move, MirrorLink Technology via MiraCast dan sistem navigasi sebagai kelengkapan bawaan. Cukup lengkap ya.

head-unit-toyota-camry-facelift

Kenapa kami bilang good news? Karena jika mengingat Camry tipe G yang dulu audionya amat sangat kosongan, karena hanya berspesifikasi double DIN tanpa layar sentuh membuatnya kelihatan murahan untuk sedan sekelas Camry, head unit baru di tipe G seolah bisa menghapus dosa lama ini.

head-unit-toyota-camry-hybrid-facelift

Untuk tipe hybrid, head unit-nya tentu masih punya fitur serupa, namun ada fasilitas ekstra berupa 10 speaker JBL di sekujur kabin. Agar Camry hybrid makin terasa nyaman seperti kantor pribadi para Boss, AC Camry kini sudah punya teknologi Nano-e, seperti yang kita temukan pada CR-V facelift, dan climate control-nya pun sudah bisa diatur untuk 3 zona dengan suhu berbeda.

jok-elektrik-toyota-camry-facelift

Jok pengemudi kini sudah memliki pengaturan serba elektrik, baik reclining, sliding, dan lumbar supportadjustment, semuanya bisa diatur dengan menekan tombol, bukannya menarik tuas seperti pada mobil lainnya.

kabin-belakang-toyota-camry-facelift

Cukup bicaranya soal kabin depan, mari lanjut ke belakang, soalnya rata-rata pemilik Camry lebih suka duduk di bangku belakang. Kami akui bahwa bangku belakang Camry termasuk salah satu yang terbaik di kelasnya, itu berkat ruangnya yang lega serta joknya yang empuk dan nyaman.

pegangan-tangan-toyota-camry-facelift

Di tipe hybrid, kami mendapati hadirnya pegangan pada punggung sandaran jok penumpang depan, tentu saja fungsinya untuk mempermudah sang big boss saat ingin masuk atau keluar dari kereta kencananya.

tombol-pengatur-jok-depan-toyota-camry-facelift

Pada sisi kiri jok penumpang depan, ada tombol untuk mengatur sliding dan reclining jok depan agar kalau para big boss merasa ruangnya kurang lega, mereka tak perlu kerepotan menggeser-geser jok depan dengan cara meraih tuas atau tombol di bawah jok. Oke deh pak bos, mau diatur selega apapun, terserah anda deh.

roof-monitor-toyota-camry-facelift

Masih di tipe hybrid, sebuah roof monitor disematkan untuk menghibur penumpang di kabin belakang. Sayangnya, sama seperti yang kami temukan di Alphard dan Vellfire, monitor ini kesannya seperti produk aftermarket karena nyala lampu kuningnya yang kurang berkesan elegan dan kualitas plastiknya yang kurang baik.

control-panel-belakang-toyota-camry-facelift

Gimmick yang menjadi salah satu nilai jual Camry terletak pada arm rest jok belakang Camry hybrid. Arm rest ini sekaligus menjadi control panel belakang di mana kita bisa mengatur menu audio, reclining jok belakang, tirai belakang dan suhu kabin belakang, semuanya siap diatur dengan ujung jari anda.

Di sini juga hal terbaik dari Camry hybrid bersemayam. Di belakang tombol-tombol control panel arm rest tadi, terdapat sistem wireless charging untuk mengisi baterai smartphone anda tanpa kabel. Akan tetapi, Toyota mengemas sistem wireless charging pada Camry hybrid lebih baik daripada yang mereka lakukan pada Alphard.

wireless-charging-toyota-camry-facelift

Kenapa kami bilang lebih baik? Karena lapisan dasar dari tempat yang disediakan untuk menaruh smartphone kita dilapis sejenis bahan beludru halus, plus ada lampu di sisi kiri dan kanannya yang berpendar warna biru dan bertuliskan “Camry”. Ini benar-benar salah satu fitur menarik yang patut dicoba.

Meski demikian, jangan terlalu cepat terlena dengan Camry baru ini. Ingat tidak kalau Camry 3.5Q V6 dan Camry hybrid sebelum facelift punya fitur pijat plus-plus.. eh, maksudnya pemijat elektrik di jok belakang? Nah, di Camry facelift terbaru, fitur kursi pijat tersebut sekarang malah hilang.

new-toyota-camry-facelift-2015-hybrid

Sayang sekali, mengingat fitur ini tergolong fungsional dan unik, bahkan belum tentu kompetitor sekelasnya punya fitur sejenis ini. Yah, sepertinya tradisi sunatan massal Toyota benar-benar sampai hati untuk mengebiri fitur penunjang kenyamanan yang satu ini.

Mesin dan Safety

Mesin Camry facelift berspesifikasi 2.500 cc 4 silinder dengan kode 2AR-FE untuk tipe non hybrid dengan tenaga 181 PS di 6.000 rpm dan torsi 228 Nm di 4.000 rpm. Untuk yang tipe hybrid, mesinnya berkode 2AR-FXE, 2.500 cc 4 silinder dengan bantuan motor listrik dan baterai.

mesin-toyota-camry-facelift

Tenaga mesin bensin Camry hybrid sedikit lebih kecil, yaitu 156,6 PS di 5.700 rpm, namun jika ditotal dengan tenaga 142, 7 PS dari motor listriknya, tenaga totalnya ada di kisaran 205 PS. Tenaganya akan disalurkan via transmisi otomatis 6 percepatan untuk tipe non-hybrid dan transmisi CVT 6 percepatan virtual untuk yang hybrid.

transmisi-toyota-camry-facelift

Fitur keamanan Camry facelift pun lengkap, seperti 7 airbags untuk tipe V dan hybrid, 4 airbags untuk tipe G, Vehicle Stability Control (VSC) untuk tipe V dan hybrid, Hill Start Assist Control (HAC) dan Traction Control untuk tipe hybrid dan ABS+EBD+BA untuk semua tipe.

Kesimpulan

Toyota Camry baru kini berhasil membuat tampilannya lebih rupawan dengan ubahan pada front fascia-nya yang menganut filosofi “keen look” tanpa menjadi kelewat sporty. Eksterior New Camry juga masih berkesan dewasa dan menunjukkan wibawa pemiliknya dengan sedikit tambahan bumbu modern looks dari lampu LED untuk menghadapi rival sekelasnya.

wallpaper-toyota-camry-facelift-hybrid

Interiornya pun juga punya kemewahan yang makin menonjol dengan pemakaian trimming kayu, warna kabin beige, jok kulit dan sederet fitur baru seperti head unit touch screen di semua varian dan hadirnya wireless charging. Tapi tetap saja, kami menyayangkan hilangnya fitur pemijat elektrik jok belakang yang kerap menjadi kebanggaan Camry-Camry sebelumnya.

Secara keseluruhan, kami pikir dengan facelift ini, Camry akan masih memimpin segmen Premium Medium Sedan di Indonesia, karena sejumlah upgrade yang dilakukan bertujuan untuk mempertahankan keunikan khas Camry dalam hal kenyamanan dan prestise.

wallpaper-toyota-camry-v-non-hybrid

Memang, harga Camry facelift naiknya sangat jauh, tipe G kini di atas 500 juta Rupiah dan tipe hybrid mencapai 744,5 juta Rupiah. Tapi dengan citra Camry yang lekat dengan mobil para pejabat, brand image Toyota yang kuat serta jaringan dealer yang tersebar luas sepertinya masih akan menjadi alasan para big boss, orang kaya dan orang sukses lainnya untuk meminang Camry sebagai kereta kencana harian mereka.

Sampaikan juga komentar anda mengenai Toyota Camry Facelift 2015 ini!

Read Prev:
Read Next:
  • Diliat2 baik teryata sama aja sih ama pendahulu2 ..gak ada perubahan yg aignidicant sih..lebih cuma tambahan accecories kyk roof monitor wireless charger yg cuma ada pun di tipe termahal..bentuk interior sama aja..bodi rangka sama yg sebellumnya..cuma ganti bemper aja..

    klasik toyota lah..model yg facelift sknr ini malah mirip facelift tahun 2010 diliat2 ya..gmn komentar anda bung hilsat??

    • Hillarius Satrio

      overall Camry ini bagus kok, terutama kalo uang udah bukan masalah. soal bodi dan rangka sama kayak sebelumnya, ya wajar sih, ini baru facelift, belom model change.

      yang jelas yang tipe g sekarang improvementnya udah bagus banget, yang v juga oke, cuman ya itu, sayang banget fitur kursi pemijatnya ga ada. itu sih kurangnya yang ga gw suka

  • otonggeulis

    kereta kencana zzz..ZZzz

  • Aled

    Kalo saya punya duit segitu mending beli BMW 320d iritnya dapet power juga dapet..belum lagi gengsi mobil eropa lebih tinggi hehehe

    • fiz

      tapi 320d enaknya bawa sendiri..
      camry mah mending disupirin :/

      • Hillarius Satrio

        nah ini nih

      • Ya iyalah..mobil eropa enakan nyetir sendiri berasa gitu tenaga nya kalau di gas apalagi jln tol..toyota mah sama aja..camry alphard inova fortuner ya feelnya sama aja..

  • fitur wirless chargernya itu loh yang bikin excited bgt

    tapi masih bagusan accord sih yg ada monitor blind spotnya,lebih membantu terutama dijalan sempit

    tapi overall camry ini sdh bagus bgt fiturnya makin banyak

    • love camry hybrid

    • Hillarius Satrio

      iya sih, fitur wireless chargingnya keren, tapi denger-denger ga semua hape bisa nikmatin fitur ini. harus ada aplikasi apa dulu gitu kalo ga salah

    • Fitur wireless malah gak berguna bung..pengalaman mau nelpon mau sms dsbnya mesti lepas pasang..yg enakan ttp siapin power bank aja atau charger di mobil yg byk dijual di market2…

      Fitur apa yg ditambah..yg pasti cuma wireless charger itupun type hybrid yg ada yah..selebihnya sama aja..tambah roof monitor itu uda hal biasa disemua mobil..bukan brg mewah lagi..drl juga uda banjir di pasaran..hrsnya

      • kabe kabe

        wireless charging kok lepas pasang sihh.. apanya?? wireless charging kan gak pake kabel tinggal taro doank.. dan gak berguna untuk hape yg gak support klo support ya bergunalah …

    • Jose FR

      Bang sama aja kalo ada blind spot, kalo ada fitu itu di jalan sempit nanti jadi ribet, robetnya gara” pas di lihat ke kamera waduh dah sempit ga berani jalan akhirnya nge stuck deh di jalan itu kwkwkwkkw itu pendapat saya bang

  • Tetep aja mending ambil accord vtil daripada camry v. Ada blindspot camera, exterior lebih keren, apalagi interiornya. Harga juga cuma selisih sedikit

  • ahmad taufiq

    camry memang keren….

  • Samuel

    AC digital nya msh lbh bagus camry 2008, ada kenob putar nya buat suhu.. drpd pencet2, ky inova.. setir nya jg bagusan yg 2008, lbh elegan.. yg skrg kepenuhan tombol, menurut gw brantakan, mirip mirage tombol setirnya..

  • tapi camry yg baru ini handlingnya jauh lebih stabil dan senyap yg paling utama kabin blkgnya yg lega abis plus poin tambahan konsumsi bbmnya luar biasa irit(hybrid)
    (pengalaman bawa camry hybrid teman)

  • Mendingan itu roof monitor abal dihilangin diganti kursi pijet aja.. bwt apa sedan pake roof monitor? Kalo bwt ane pribadi sih malah jadi ganyaman udh duduk dibangku blkg masih mesti dangak” keatas bwt liat roof monitor.. kecuali kalo di MPV ya.. klo emg niat mau kasih monitor, ya tarolah di headrest bangku depan.. bikin desain yg agak bagusan gitu lo.. sama fitur wireless charging sih gw bilsng agak useless, soalnya ga semua HP bisa.. apalagi kalo bosnya pelit, HP masih nokia jadul yg timbang bwt nelpon atw SMS (walopun skali nelpon bisa ngasih untung miliaran)… tpi ya wireless charging ttep msh lebih usefull dibanding roof monitor yg modelnya mirip grand livina.. wah berarti ANGL gw setara sama camry dong? Malah lebih bagus lampunya udh LED.. horee… utk camry G skrg makin ga worthed aja, hrg naik airbag cuma nambah 2 sama ganti audio… mending ambil teana yg hrg beda tipis tpi fitur sama kenyamanan lebih baik..

    • Itulah hal klasik toyota..tambah ini hilang itu..roof monitor sedan bukan digantung di plafon..hrsnya dibelakang kursi supir maupun sebelah supir..itu utk alphard elgrand h1 ya cocok kalau roof monitor..

      Wireless charger itu gak guna..yg ada mau nelpon mau sms mau apa2 meati lepas pasang..akhirnya jebol jg hp kita lepas pasang waktu charger..

      lenih baik siapkan socket2 dikursi belakang utk colokan charger dgn kabel jd lebih praktis..

      • hock

        ..mending maestro joknya jg elektrik spion retrac murah lagi…

    • ap88

      kok bung tim bilang’mending ambil teana’ sih,padahal honda accord dan mazda6 masih jauh lebih baik dari kedua mobil ini(camry dan teana)accord tuh nyaman bgt dan fiturnya lengkap bgt serta kabinnya yg lebih luas dari camry dan teana,mazda6 bagus krn handlingnya luar biasa bisa diadu ama seri 3 dan fiturnya udah kayak mobil europe

      teana tuh fiturnya minim bgt bahkan lebih minim dari camry v,teana cuma menang suspensi doang

      mending tunggu mazda6 facelift aja yg udah pake mzd connect dan idrive

      • ///AMG

        Bro ap88 terserah bro tim aj dia mau pilih teana apa yg lainnya, jngn menyindir mobil yg sekelasnya begitu dong, setiap mobil pasti pnya kelebihan dan kekurangannya msng” (bahkan mobil RR sekalipun) 🙂

      • tim

        Teana itu bangku keduanya lebih nyaman lagi eibanding camry.. utk fiturr sih setara lah, siapa bilang teana minim fitur? Sama” pake lampu HID, teana malah udh pake washer, sama” pake bluetooth bwt audio, cuma teana emg audionya ala kadarnya kaya xtrail, tpi speaker lebih bagus karena pake bose 10 speaker.. teana jg udh pake sunroof, camry yg hybrid aja disunat.. teana airbag dari dulu udh 6, camry ini baru skrg jadi 7 airbag, yg dulu cuma 2.. jadi bwt ane sih teana lebih worthed, karena dpt fitur setara camry V hrg setara camry G.. kalo accord sama mazda 6 masih lebih enak disetir sendiri, beda sama teana dan camry yg lebih berorientasi ke penumpang..

        • ap88

          kalo honda accord vs mazda6 banyakan siapa fiturnya bung tim?

          kalo soal teana,gue gak suka bgt ama teana yg skrg,paling bagus tuh yg gen 2 v6 2009-2013 lebih berasa infiniti feelnya terutama desain luarnya ,kalo yg skrg malah biasa bgt mirip ama almera nya si taxi burung biru dan yg plg mengecewakan sunatan silindernya dari 6 jadi 4 silinder,tanpa turbo lagi ,makanya gue jadi suka sindir nih teana yg baru

          • teana skg? heeemm, gak worth it, itu mobil ngambang, untuk para big boss duduk belakang yo gak enak alias kurang gede, untuk driver antusias yo gak enak, handling dkk nya tawar. masih mending teana generasi sblmnya yg mempunyai filosofi. teana itu big sedan, tapi sekilas diliat mirip mid sedan macem altis.

          • Accord keunggulannya jelas, dia masih nyaman bwt duduk diblkg.. kalo mazda6 emg bener” driver car tulen.. utk fitur, accord paling menangnya di Lane Watchnya aja, terus HU yg lebih gede layarnya sama fiturnya lebih lengkap, cuma penggunaannya ribet banget, sama i-Drive BMW masih lebih susah accord punya.. terus utk bangku blkg accors ada controller bwt audio di armrest blkg, terus ada tirai kaca blkg sama kaca samping blkg..

            klo mazda 6 keunggulannya di sistem i-ACTIVSENSE, cnth kaya fitur RVM, BSM, HBC, LDWS, dll.. semua utk kenyamanan pengemudi karena emg dari awal didesain bkn utk mobil penumpang.. terus dia ada i-stop, sunroof, speaker bose, cuma sayangnya utk versi indonesia audionya jadi aftermarket merk alpine (persis kaya punya biante)..

          • BRABUS

            Gue pake accord all new 2014 buat ane malah gaenak bung Tim suspensinya keras banger yang belakang . malah lebih empuk santafe 2014 saya jauh lagi .

  • Rafi M.P

    Sayangnya gak ada Toyota Safety Sense kayak di Thailand, emang kenapa ini dihilangin di Indonesia? Kalo takut bikin masalah kenapa Mazda berani memberikan i-ACTIVSENSE di semua mobil Mazda Skyactiv? Kalo kemahalan atau gak perlu itu sih alasan klasik… 😀

    • Rafi M.P

      Ralat, kayaknya bukan TSS, tapi sejenis itu. CMIIW

  • wowkeren

    Kalo fiturnya masih plagiat honda accord, mending honda accord sekalian. Kenyamanan nomer 1, fitur masih lebih banyak, kualitas CBU Jepang, dll. Ato kalo mau Mazda 6.

    • shshh

      Accord cbu Thai bos, kualitas rakitan jg biasa aja

  • Zie

    Nambah dikit dapet BMW 320i atau Mercedes-Benz C200 tuh…

  • gaps

    Fiturnya sih boleh ya..cm banyakan useless sih. Sm kayak facelift Toyota sekarang2. Modelnya juga tambah jelek aja. Fitur yg perlu ga dimasukin. Malah ada roof monitor yg murahan. Dan pedenya,harganya lebih mahal dr Accord atau 6. Dr pd Camry beginian mending kl mau nyari nyaman sekalian aja Teana. Kl mau yg “seimbang” Accord atau Optima. Kl 6 sih keren,cm kayaknya lebih enak dipake sendiri

  • Ganjar

    Udah semua punya pilihannya masing2. Kalo punya duit banyak ya beli semuanya biar tau plus minusnya masing2. Kalo duitnya banyak banyak banyak banget beli aja S Class . Problem solved!

    • ganjur

      Kalau byk duit gak beli mobil lagi bro..enakan beli jet pribadi..keluar kota berasa dekat luar negeri jg dekat..bagasi luas aman dr macet banjir..

      • RuD¥^

        Tp gak bisa sampe dpn rumah.. 😀

    • buat apa menghambur2kan uang? kan ada test drive,itulah gunanya test drive, diraba, dirasakan, cocok bungkus, gak cocok buang :))

      • Marah sales nya nanti kalau dibuang..tst drive camry utk daerah jrg ada bung..adanya dikasi brosur doank trus dirayu2 beli dan cepatan byr dp krn inden biar gak lama ..pdhl uda dp ttp aja 2-3 bulan nunggu..jd gak pernah testing dulu sblm beli..

      • Ridwan Hanif

        yup, ada baiknya selalu test drive sebelum membeli agar tidak menyesal di kemudian hari

        • gaps

          Yg bener emg sblom beli itu test drive dlu. Jangan cm terpaku sm merk,ntr ga betah jual. Bikin penuh jalanan doang.

        • gaps

          Yg bener emg sblom beli itu test drive dlu. Jangan cm terpaku sm merk,ntr ga betah jual. Bikin penuh jalanan doang.

        • RuD¥^

          Btul bro ridwan… 😀

  • “monitor ini kesannya seperti produk aftermarket karena nyala lampu kuningnya yang kurang berkesan elegan dan kualitas plastiknya yang kurang baik.”

    Wah, kalah dong sama evalia HWS ane, yg roof monitornya udah LED… Malu sama mobil barang dong toyota, muehehehe

    • RuD¥^

      Wkwkwkw…

  • Farrel

    Camry emang joss dah.

  • Jose FR

    Ada power modee

  • NANDO

    Mas review jazz rs kekurangannya dong

  • Evan Lie

    Bro Hillarius Satrio, Camry hybrid untuk spec nya yg power tilt and telescopic steering wheel with integrated memory sama reverse link outer mirror with memory (spion yg berubah posisi kearah bawah buat kasih view lbh jelas pas kt masuk R) masih ada di facelift ini? Tks.

  • Maddog

    Nah gini dong! Akhirnya grille depannya jd keen look ( seneng ngeliatinnya! )

  • Abhista Moeslem

    saya suka

  • RuD¥^

    Lebih bagus klo ada review & test drive video nya…. 🙂

  • Budi

    Bung Hilsat, tolong tanya pendapat nya donk. kalo Toyota Camry facelift 2015 VS Mazda 6 facelift 2015 yg sudah pakai MZD connect, bagusan mana ya? Maksud saya dr segi built quality interior nya, fitur2 kenyamanan + keamanan nya dan dr segi handling + tarikan mesin nya? Karena kalo masalah eksterior itu sih masalah selera masing2 ya.
    Terima kasih… ☺