China Berikan Kepemilikan Penuh Bagi Pabrikan Asing di 2020

by  in  Mobil Baru
China Berikan Kepemilikan Penuh Bagi Pabrikan Asing di 2020
0  komentar

AutonetMagz.com – Begitu besarnya pasar otomotif China membuat banyak pabrikan yang pastinya melirik negeri tirai bambu tersebut. Namun memang pada kenyataanya jika sebuah merk mau eksis di pasar China, maka mereka perlu menggandeng pabrikan lokal, yang mana sering kami sebut dengan nama joint venture.

Hal ini wajar saja, lihat saja FAW, Dongfeng, GAC, dan beberapa pabrikan lain yang menggandeng Honda, Nissan, dan juga pabrikan terkenal lain macam VW dan juga Daimler. Nah, dengan joint venture ini sendiri, pabrikan asing hanya memiliki sekitar 50% dari saham perusahaan mereka untuk pasar China. Sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang sangat besar, namun tentunya pihak pabrikan asing pun juga harus menyesuaikan diri dengan pabrikan lokal yang menjadi kompatriotnya. Baru – baru ini sebuah kabar yang mengejutkan dan menarik justru hadir dari masalah ini, dimana pihak China akan memberikan akses kepemilikan penuh bagi perusahaan asing yang berjualan di China.

Nah, rencana ini sendiri baru akan dieksekusi pada tahun 2020 mendatang, khusus untuk segmen mobil niaga, sedangkan untuk mobil penumpang dan kendaraan lain akan mulai efektif pada tahun 2022 mendatang. Kabar ini sendiri akan menjadi kabar baik bagi para penggiat mobil listrik seperti VW dan GM, dimana mereka bisa lebih leluasa untuk mengembangkan kendaraan masa depan mereka di pasar otomotif terbesar saat ini. Selain itu, pabrikan besar nan kaya seperti Toyota, Daimler dan VW juga bisa memberikan pressure kepada partner lokal mereka untuk bisa memproduksi lebih banyak produk dengan biaya produksi yang bisa ditekan cukup minim, ingat ini China.

Mengutip dari laman NDRC, Yale Zhang, seorang analis untuk Automotive Foresight C0. mengatakan bahwa para perusahaan asing akan sangat bahagia saat mereka tak harus berbagi saham dengan partner lokal mereka di China. Beberapa pakar juga memprediksi bahwa pengubahan peraturan yang melonggarkan pihak asing ini sendiri ditujukan untuk meredakan ketegangan yang terjadi dengan presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pihak China disinyalir ingin menunjukkan bahwa mereka siap bekerja sama dengan Amerika Serikat, dibandingkan dengan berperang satu sama lain dan merusak ekonomi global.

Baca Juga : LVCHI Auto Venere : Mobil Listrik Bertenaga 1000 PS Asal China

Jadi, bisa saja nantinya merk – merk lokal China yang tak memiliki akar yang kuat akan menghilang karena kalah bersaing dengan pabrikan asing, namun kami sendiri berharap mereka masih bisa bertahan karena ada beberapa pabrikan seperti BYD, Geely, dan beberapa pabrikan lain yang sebenarnya punya kans untuk berbicara lebih. Bagaimana kalau menurut kalian, kawan? Yuk sampaikan pendapat kalian.

Read Prev:
Read Next: